3 April 2011

Motorcycle Tour de Tawangmangu (Part 6): Cerahnya Pagi Di Kebun Teh Kemuning

Kebun Teh Kemuning

Oke.. Pagi ini jalan-jalan di sekitaran Tawangmangu-Jawa Tengah kami mulai kembali. Jam 07.30 kami sudah check out dari penginapan. Kemudian kami melanjutkan jalan-jalan pagi ini untuk Candi Cetho yang kemaren batal kami kunjungi karena cuaca yang kurang bersahabat. Rencana untuk sarapan harus ditunda dulu karena pagi itu belum ada warung makan yang buka padahal perut udah mulai laper.

Perjalanan ke Candi Cetho masih melewati rute yang kemaren. Cuaca pagi hari sangat bersahabat. Cuaca sangat cerah disertai dengan angin yang berhembus cukup kuat. Tidak begitu lama kami sudah sampai di Kebun Teh Kemuning lagi. Daun-daun terlihat sangat hijau, dipadu dengan langit yang biru membuat pemandangan pagi itu betul-betul memukau. TOP banget deh pokoknya, nggak seperti kemaren sore yang gelap tertutup oleh kabut.

Kebun Teh Kemuning

Dengan pemandangan yang sangat cerah seperti ini saya cukup nyaman untuk melibas tikungan dan tanjakan yang ada. Kemudian saat berada di tanjakan yang cukup curam saya melihat ke kiri ada air terjun yang terlihat dari kejauhan. Langsung saya menghentikan sepeda motor untuk mengamati pemandangan yang indah ini. Saya tidak begitu tau apakah ini adalah Air Terjun Grojogan Sewu yang terlihat dari jauh. Tapi kalau melihat bentuk dan lokasinya sih sepertinya bukan.

Nah mumpung berhenti di kebun teh jadi kami manfaatkan momen tersebut untuk mengambil beberapa foto. Saat sedang berfoto terdapat banyak rombongan umat Hindhu yang akan pergi sembahyang memperingati Hari Raya Nyepi di Candi Cetho baik itu naik mini bus, truk, ataupun naik motor. Mereka terus melihat kami saat saya sedang mengambil foto. Heran kali ya, kebun teh kok buat foto-foto. Tapi malu juga diliatin, jadi kalo ada orang lewat stop dulu foto-fotoya. :D

Kebun Teh Kemuning

Puas foto-foto di kebun teh lanjut lagi jalan ke Candi Cetho. Jalannya masih nanjak terus, jadi harus ekstra hati-hati. Motor bisa jalan pada kecepatan 40 km/jam aja udah bagus. Hehe.. Tanjakan ini masih terus berlanjut sampai dengan Candi Cetho loh. Jadi sepajang perjalanan nggak ada jalan yang datar. Banyak romobongan umat Hindu yang akan bersembahyang tadi menyerah. Mereka rela turun dari motor karena motornya nggak kuat.

Kebun Teh Kemuning


0 komentar:

Posting Komentar