1 April 2011

Motorcycle Tour de Tawangmangu (Part 4): Low Visibility, Batal Ke Candi Cetho!

Motorcycle Tour de Tawangmangu

Terkadang saat kita jalan-jalan ada saja hal yang mengganggu dalam perjalanan. Gangguannya sangat beragam. Begitu pula yang terjadi dengan kami saat solo touring ke Tawangmangu kemaren. Setelah mendapatkan penginapan di Wisma Widodo Mulyo kami berencana ke Candi Cetho dengan pertimbangan hari masih cerah. Kalau hari ini kami bisa mengunjungi Candi Cetho berarti esok hari kami tinggal mengunjungi beberapa tempat yang belum pernah kami kunjungi seperti Air Terjun Jumog dan Air Terjun Parang Ijo. Berangkatlah kami meninggalkan kawasan Tawangmangu menuju ke arah Candi Cetho.

Karena sudah pernah ke Candi Cetho meskipun hanya sekali namun saya sudah hafal jalan untuk menuju kesana. Keluar dari kawasan Tawangmangu jalan terus menurun dan berliku. Begitu mulai ke arah Kebun Teh Kemuning dan Candi Cetho jalan mulai nanjak terus. Saat mulai masuk ke Kebun Teh Kemuning ini cuaca mulai kurang bersahabat. Kabut tipis mulai terlihat, terlebih lagi jalan di Kebun Teh Kemuning menuju Candi Cetho cukup sempit.

Motorcycle Tour de Tawangmangu

Melewati jalan yang sempit dan menanjak membuat saya sulit mengatur kecepatan motor. Pakai gigi 3 motor ngeden kayak mau mati, begitu diturunin ke gigi 2 motor meraung-raung minta tambah gigi. Nggak tau deh RPM-nya nunjukin angka berapa. Serba salah kan? Tikungan-tikungannya juga nggak kalah dahsyat. Sering kali tanjakannya saat di tikungan tajam. Terlihat beberapa motor menyerah dan pengendaranya harus rela turun untuk menuntun motornya.

Semakin di tengah-tengah Kebun Teh Kemuning cuacanya jadi semakin ancur. Kabutnya tebel banget. Sulit banget ngeliat jalan di depan. Jarak pandang mungkin hanya sekitar 50-100 meter. Kami pun berhenti dulu di tepi jalan. Namun lama-lama kabut semakin pekat dan semakin pekat. Akan cukup mengerikan jika kami tetap nekat ke Candi Cetho. Saya belum hafal medannya. Tapi yang pasti saya ingat jalannya masih agak jauh dan cukup sulit karena menanjak terus. Terlebih sebelah kirinya adalah jurang. Karena alasan keamanan dan keselamatan, kami batal melanjutkan perjalanan ke Candi Cetho. Kami balik arah menuju Tawangmangu lagi.

Melihat cuaca yang seperti ini dapat dipastikan sebentar lagi akan turun hujan. Benar saja, begitu kami meninggalkan Kebun Teh Kemuning hujan turun dengan derasnya. Kami berhenti sebentar untuk memakai jas hujan sebelum melanjutkan perjalanan. Cuaca di daerah pegunungan seperti ini memang sulit diprediksi. Bisa saja cuaca cerah namun tiba-tiba turun hujan. Saat kembali ke Tawangmangu lebih cepat karena jalan menurun. Saat tiba di Tawangmangu kami tidak langsung ke hotel, melainkan makan sate kelinci terlebih dahulu di salah satu warung yang banyak terdapat di tepi jalan raya. Selesai makan langsung balik ke penginapan. Jam sudah menunjukkan pukul 18.30, ujan-ujan di lereng gunung pula. Pastinya dingin banget. Lebih baik tidur di penginapan untuk istirahat. Esok harinya siap ke Candi Cetho lagi. Mudah-mudahan cuaca cerah.


0 komentar:

Posting Komentar