4 April 2011

Motorcycle Tour de Tawangmangu (Part 9): Serunya Ke Candi Kethek

Serunya Ke Candi Kethek

Sudah cukup berada di Puri Saraswati?? Eitzz, jangan buru-buru pulang dulu. Masih ada tempat yang sebaiknya Anda kunjungi saat berada di Candi Cetho. Tempat itu adalah Candi Kethek. Dari namanya terlihat nama tersebut berasal dari Bahasa Jawa. Pasti sudah banyak yang tau kalau kethek berarti monyet atau kera dalam Bahasa Indonesia. Lalu kenapa bisa disebut Candi Kethek? Yuk ikutin perjalanan kami!

Untuk ke Candi Kethek dari Puri Saraswati Anda tinggal berjalan lurus saja. Jalannya hanya jalan setapak di tengah hutan pinus. Akses ke Candi Kethek juga tidak sebaik untuk ke Puri Saraswati karena jalannya masih jalan tanah. Anda harus berhati-hati melewatinya karena jika turun hujan jalannya cukup licin. Tadi malam hujan deras, otomatis jalannya agak sedikit becek dan licin. Dengan jalan seperti ini Anda harus ekstra hati-hati, jangan sampai Anda terpeleset. Bisa-bisa bahaya mengancam Anda, di sebelah kiri jurang boss!!

Serunya Ke Candi Kethek

Di tengah hutan seperti ini hanya terdengar suara kicauan burung dan gemuruh air sungai yang mengalir dari atas. Semakin mendekati Candi Kethek kita harus turun menuju ke arah sungai. Hati-hati saat turun, jalan cukup licin. Setelah turun dan berada di tepi sungai kita harus menyeberangi sungai tersebut. Tidak usah risau, sungainya tidak besar, airnya juga tidak deras. Namun air sungainya sangat jernih dan segar. Kami cukup buka sepatu saja untuk menyeberang sungai dan meluangkan waktu sebentar untuk sekedar cuci muka. Lagi-lagi harus berhati-hati saat menyeberang, terutama saat kaki menginjak batu. Batu yang berlumut membuatnya menjadi licin.

Serunya Ke Candi Kethek

Setelah menyeberang pakai sepatu lagi dan lanjutkan perjalanan. Candi Kethek sudah cukup dekat. Anda hanya perlu menaiki bukit di seberang sungai. Memang bukitnya cukup terjal dan jalannya lebih buruk daripada sebelum kita menyeberang tadi. Nggak usah takut nyasar karena jalannya nanti hanya akan bercabang dua dan kedua cabang jalan tersebut akan menyatu kembali saat kta sudah sampai di atas, lebih tepatnya Candi Kethek.

Saat kami berada di Candi Kethek suasananya sangat sepi, tidak ada orang sama sekali. Cukup was-was juga sih cuma berdua di atas sini. Bagaimana tidak, di tengah hutan pinus yang berada di lereng Gunung Lawu yang sangat sepi membuat pikiran agak kurang tenang. Tapi tidak lama kemudian ada orang lain yang datang berdua. Alhamdulillah ada temennya. Hehe..

Serunya Ke Candi Kethek

Tadinya saya mengira Candi Kethek merupakan candi yang dari segi bangunan tidak jauh berbeda dengan candi-candi pada umumnya. Namun perkiraan saya tersebut salah. Bangunan Candi Kethek berupa punden berundak yang terbuat dari batu dengan tangga untuk naik yang sangat curam. Di bagian puncak terdapat bangunan berbentuk limas segi empat dengan atap yang terbuat dari ijuk. Lalu kenapa bisa disebut Candi Kethek? Setelah saya perhatikan, di puncak bangunan tadi terdapat mahkota. Mahkota ini bentuknya seperti yang digunakan oleh Hanoman dalam tokoh perwayangan ataupun Sun Gokong di film Kera Sakti. Mungkin karena hal tersebut candi ini bisa disebut Candi Kethek. Ini hanya dugaan saya saja, kalau ada yang lebih paham monggo infonya dibagi disini.

Serunya Ke Candi Kethek

Sama seperti Candi Cetho dan Puri Saraswati, Candi Kethek juga digunakan sebagai tempat beribadah umat Hindu. Terlihat dari beberapa sesajen dan dupa yang masih ada di depan bangunan utama candi. Selain itu juga ada sebuah pohon besar yang diberi sesajen. Lokasinya berada di depan bangunan candi. Selain Candi Kethek, dari sini kita bisa melihat puncak Gunung Lawu yang terlihat cukup dekat. Pengen banget rasanya sesekali muncak ke Gunung Lawu.

Serunya Ke Candi Kethek

Cukup puas berada di Candi Kethek kami segera kembali ke Candi Cetho melewati jalan yang sama seperti saat berangkat karena hari sudah cukup siang. Jujur saja saya agak kurang nyaman berada di Candi Kethek. Tidak tau kenapa, mungkin perasaan saya saja yang nggak enak. Kebetulan kami juga belum masuk ke Candi Cetho karena dari pagi Candi Cetho digunakan untuk beribadah dalam rangka merayakan Hari Raya Nyepi.


9 komentar:

  1. Oo... jadi bangunan utama candinya nggak terlalu besar ya?
    Bayangan saya kao candi itu ya seperti prambanan atau borobudur, hehe...

    BalasHapus
  2. saya pikir juga begitu mas.. perkiraan saya bangunannya bakal seperti candi-candi di jateng dan DIY yang lain. ternyata perkiraan saya salah.. hehee

    BalasHapus
  3. upss.. maaf salah.. mbak ding ya harusnya. kok malah mas.. hehee

    BalasHapus
  4. kereen banget tempatnya, ijo-ijo gitu. harafiah emang kethek tuh kera kan yak?. jadi pengen kesana juga. Naik motor ke Tawang Mangu?.. gile.. biasanya naik bis kesana. tapi kalo seru gitu patut dicobain deh.

    asyik nih webnya, kita punya kesamaan suka travelling. saya follow yak.. banyak refrensi soalnya.

    BalasHapus
  5. donlot logo pariwisata itu bebas kok
    karena milik pemerintah RI
    bukan milik saya

    terima kasih atas kunnjungannya ke blog saya

    BalasHapus
  6. @gaphe: mas di jogja kan? kalo dari jogja tentu saja lebih deket mas. paling cuma 2 jam perjalanan. kalo saya dari surabaya bisa dapet 5 jam itu udah bagus. hehe

    @attaya: terimakasih juga atas kunjungan baliknya.. :)

    BalasHapus
  7. menarik
    aku suka postnya
    salam persahabatan

    BalasHapus
  8. donlot logo pariwisata itu bebas kok
    karena milik pemerintah RI
    bukan milik saya

    terima kasih atas kunnjungannya ke blog saya

    BalasHapus