14 April 2011

Wings Air, Fly is Cheap

Wings Air, Fly is Cheap

Fly is Cheap, pasti sebagian dari kita udah ada yang pernah liat tagline tersebut. Yup, itu adalah tagline dari salah satu maskapai penerbangan di Indonesia yaitu Wings Air yang mengiklankan bahwa orang bisa terbang murah dengan Wings Air. Kalo menurut saya artinya bisa ambigu juga sih, lalat adalah murah. Hahahaha.. Apakah emang bener murah terbang dengan Wings Air? Aslinya ya nggak gitu juga, karena harga tiket pesawat kan mengikuti demand and supply. Nggak bisa digeneralisir bahwa terbang dengan maskapai A lebih murah, terbang dengan masakapi B lebih mahal.

Setelah kurang lebih 4 bulan saya di-grounded alias nggak pernah terbang, kali ini ada kesempatan buat mabur lagi naik pesawat. Hahaha.. Yah namanya juga orang seneng dengan burung besi jadi setiap ada kesempatan naik pesawat selalu saja excited. Saya terakhir kali naik pesawat bulan November tahun lalu dengan Mandala yang akhirnya harus tutup operasi dua bulan kemudian. Kali ini perginya nggak jauh juga sih, cuma mau ke Jogja dalam rangka memperpanjang KTP yang udah mau expired dan pilihan saya jatuh kepada Wings Air.

Wings Air yang merupakan anak perusahaan Lion Air ini sekarang cukup agresif membuka rute-rute baru dan menambah frekuensi penerbangan yang sudah ada. Sama lah dengan induknya Lion Air yang luar biasa agresif dalam membuka rute domestik. Dulu rute Surabaya-Jogja Wings Air hanya mempunyai satu penerbangan perhari dengan menggunakan pesawat MD-82. Setelah pesawat ATR 72-500 mulai berdatangan memperkuat armada Wings Air, rute Surabaya-Jogja frekuensinya ditambah menjadi dua kali sehari, satu kali dengan MD-82 dan satu kali dengan ATR 72-500. Sekarang Wings Air sudah mempunyai 4 kali penerbangan sehari untuk rute ini dan semuanya menggunakan pesawat ATR 72-500. Memang ATR 72-500 mempunyai kapasitas yang lebih kecil (72 penumpang) dibandingkan MD-82 yang mempunyai kapasitas 170-an penumpang. Tapi sepertinya Wings Air lebih mengejar frekuensi daripada kapasitas. Dengan begitu penumpang lebih fleksibel dalam memilih jadwal. Praktis saingan Wings Air di rute ini hanya Batavia yang cuma punya satu penerbangan perhari dengan pesawat Boeing 737-300.

Alasan saya memilih Wings Air tentu saja karena jadwal yang cukup fleksibel itu tadi, kemudahan untuk membeli via website, kemudian harga yang cukup murah yaitu 264.000. Harga ini merupakan harga termurah untuk penerbangan Wings Air rute SUB-JOG. Sementara itu Batavia mematok harga hampir 400.000 tentu saya singkirkan jauh-jauh. Nggak worth lah 400.000 untuk rute sependek SUB-JOG kecuali kalo emang udah sangat mendesak. Oke daripada bertele-tele, berikut ini trip reportnya:

Flight Detail:
Date: March 25, 2011
Airline: Wings Abadi Air
Flight No: IW-1843
Route: Surabaya (SUB)-Yogyakarta (JOG)
Departure Time: 07.10 LT (scheduled), 07.30 LT(actual)
Arrival Time: 08.20 LT (scheduled), 08.40 LT(actual)
Aircraft: ATR 72-500
Registration: PK-WFO
Class: Economy
Seat: 15A
Site: http://www.lionair.co.id/

Wings Air, Fly is Cheap

Pada hari keberangkatan saya sudah sampai di Bandara Juanda pada pukul 05.45. Saya ke loket Lion/Wings Air dulu untuk mencetak tiket saya. Maklum booking tiketnya baru malem harinya, dan parahnya nggak punya printer buat ngeprint tiket. Hahai.. Sekarang kalo mau ngeprint tiket Lion/Wings Air di bandara harus menunjukkan KTP, padahal sebelumnya nggak pernah. Setelah ngeprint tiket langsung disuruh check in sama mbak-mbaknya yang di loket karena jadwal penerbangannya tinggal sejam lagi. Oke, langsung ngacir deh saya ke pintu masuk keberangkatan.

Wings Air, Fly is Cheap

Pagi hari gini pintu masuk kerangkatan di Bandara Juanda sangat berjubel. Ini udah kayak pasar, antriannya pun mengular. Gilaaa, panjang banget antriannya. Kalo punya jadwal penerbangan pagi hari terutama untuk penerbangan jam 6, jangan sekali-kali dateng mepet ke bandara. Kecuali kalo Anda pengen ketinggalan pesawat. Minimal dateng 1,5 jam sebelum keberangkatan lah. Kalo 1 jam sebelum keberangkatan terlalu mepet. Antri buat masuk ke counter check in aja bisa 20-30 menit, belum lagi nanti antri saat check in yang juga mengular. Banyak nih yag ketinggalan pesawat dan dengan sangat menyesal tiket mereka hangus karena rata-rata pada pake tiket promo. Hihii.. Maklum bro, banyak pesawat yang berangkat hampir bersamaan di jam 6 itu.

Wings Air, Fly is Cheap

Saya yang jadwalnya jam 07.10 masih bisa cukup santai. Counter check in untuk tujuan Jogja juga masih sepi. Seperti biasanya saya request window seat biar bisa ngeliat pemandangan selama penerbangan nanti. Nah lama nggak terbang agak kaget juga, sekarang airport tax udah naik jadi 40.000. Berarti udah sama dong sama Bandara Soekarno-Hatta. Sejak kapan ya naiknya? Ada yang tau?

Selesai check in saya langsung ke ruang tunggu yang ada di gate 2. Ruang tunggunya jadi satu sama Batavia. Karena masih ngantuk jadi agak males ngambil foto-foto di Juanda. Lagipula udah bosen juga ngambil foto di Juanda, udah banyak di trip report saya sebelumnya. Masuk ruang tunggu nyari tempat duduk deket kaca yang ngadep ke apron. Lumayan bisa ngeliatin aneka burung-burung besi yang mondar-mandir. Mulai dari Batavia B737-300, Sriwijaya B737-200, Indonesia AirAsia A320, dan China Airines A330-300 yang akan ke Taipei.

Wings Air, Fly is Cheap

Wings Air, Fly is Cheap

Wings Air, Fly is Cheap

Boarding time pada boarding pass ditulis jam 06.40. Udah jam 06.45 belum boarding juga. Seperti biasanya ada delay walaupun cuma bentar. Akhirnya penumpang boarding jam 07.00. Masih pagi kok udah molor ya, apa jemputan pilotnya kejebak macet di jalan? Hihihi.. Penerbangan ini menggunakan pesawat ATR 72-500, biasanya ATR 72-500 diparkir agak jauh dari terminal jadi naik bus untuk ke pesawat.

Sebelumnya saya sudah pernah dua kali naik ATR 72-500 yang dioperasikan oleh Wings Air. Pada kedua penerbangan tersebut saya naik pesawat dengan registrasi yang sama yaitu PK-WFI, tapi kali ini saya dapet pesawat dengan registrasi yang lain yaitu PK-WFO. Pesawatnya masih cukup baru, mungkin baru 4 bulan yang lalu dikirim dari pabriknya di Perancis.

Wings Air, Fly is Cheap

Wings Air, Fly is Cheap

Wings Air, Fly is Cheap

Kalo naik pesawat baling-baling ATR 72-500, naiknya dari pintu belakang. Pintu depan itu untuk menaikkan kargo dan barang-barang bagasi penumpang. Saat boarding ada sih pramugari yang berdiri di depan pintu, tapi sayang nggak menyapa atau memberi senyum kepada penumpang. Dia sibuk menghitung jumlah penumpang yang sudah masuk ke pesawat.

Selama boarding di dalam pesawat diputarkan lagu-lagu pop. Paling manteb waktu diputarkan lagunya Kla Project yang judulnya Yogyakarta. "Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu. Masih seperti dulu.. Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna.. Terhanyut aku akan nostalgi.. Saat kita sering luangkan waktu.. Nikmati bersama.. Suasana Jogja..". Muanteeeb banget, sedikit sentuhan yang bikin penumpang merinding. Silahkan nikmati lagunya disini.

Wings Air, Fly is Cheap

Penumpang sudah masuk semua, kemudian pintu pesawat ditutup, lalu pesawat push back dan menuju ke runway 10 diikuti dengan peragaan keselamatan dari mbak mugari. Walaupun udah sering naik pesawat tapi tetep harus selalu perhatiin safety demo. Kenapa? walaupun jenis pesawat sama tapi beda maskapai, prosedurnya bisa beda. Beda jenis pesawat tapi masih dalam satu maskapai, prosedurnya sudah jelas beda. Apalagi kalo beda jenis pesawat dan beda maskapai, prosedurnya jelas cukup berbeda.

Waktu taxi ke runway 10 keliatan tuh ada 5 pesawat Lion dan Wings yang nongkrong di Bandara Juanda lama. Ada 3 pesawat McDonnell Douglas MD-82 dan 2 pesawat Boeing 737-400 yang sepertinya sedang rusak. Jujur aja sih saya masih pengen banget naik MD-82 dan MD-90 Lion/Wings sebelum pesawat ini dipensiunkan. Maklum saja pesawatnya udah tua, Boeing 737-900ER baru terus berdatangan, tentu masa bakti MD-80/90 sudah tinggal sebentar lagi. Ada sih maskapai yang masih akan mengoperasikan MD-80 dalam waktu lama yaitu Airfast Indonesia. Tapi sangat kecil kemungkinan saya untuk bisa naik pesawat ini. Walaupun termasuk maskapai reguler berjadwal, Airfast Indonesia dikhususkan untuk para karyawan PT Freeport.

Wings Air, Fly is Cheap

Lanjut lagi.. Pesawat yang saya naiki ini tidak take off dari ujung landasan tapi cukup setengah landasan saja karena ATR 72-500 tidak perlu landasan yang panjang untuk take off dan landing. Begitu masuk landasan langsung gas pooll. Tidak lama kemudian pesawat sudah lift off kemudian bank ke kiri. Saat take off ini terlihat pesawat-pesawat yang memenuhi apron Bandara Juanda. Sepertinya perlu segera diperluas bandara ini.

Wings Air, Fly is Cheap

Pesawat menuju Jogja akan terbang hanya pada ketinggian 15.500 kaki di atas permukaan laut. Tidak ada yang spesial dalam penerbangan ini. Sebelumnya pada penerbangan Wings Air dibagikan air mineral, sekarang sudah tidak lagi. Selama 1 jam ke depan cuma bengong. Sesekali keliatan pemandangan berupa gunung yang cukup cantik. Selebihnya cuma langit biru saja. Tadinya saya udah bikin "surat cinta" kepada kapten untuk meminta ijin berkunjung ke kokpit. Tapi saat mbak mugarinya mengumumkan kalo kapten penerbangannya adalah Capt. Carlos Velazquez, surat tersebut tidak jadi saya sampaikan. Dari namanya udah keliatan kalo kaptennya orang Perancis. Logat bicara Inggrisnya juga kental sekali berlogat Perancis. Daripada saya nanti nggak bisa ngomong mending dibatalin aja. Hehe.. Sepertinya si kapten adalah instruktur dari Aerospatiale de Transport Regional (ATR) untuk melatih pilot-pilot Wings Air yang menerbangkan ATR 72-500 karena memang ATR 72-500 adalah pesawat yang baru dalam armada Wings Air.

Wings Air, Fly is Cheap

Wings Air, Fly is Cheap

Wings Air, Fly is Cheap

Penerbangan yang hanya satu jam memang tidak terasa. Pesawat datang dari arah timur dan sudah berada di atas Bandara Adi Sucipto Jogja. Pesawat tidak langsung landing, tapi berputar terlebih dahulu karena ramainya traffic di Adi Sucipto. Saat melintas di atas bandara terlihat Boeing 737-800 Garuda sedang taxi dan bersiap take off. Di apron keliatan pesawat berwarna biru, tapi saya nggak tau jenisnya apa. Masa' iya sih pesawat KLM masuk Jogja? Hehe..

Wings Air, Fly is Cheap

Wings Air, Fly is Cheap

Kami holding dulu dan berputar sampai dengan pantai yang berada di ujung selatan Jogja. Pemandangannya cukup bagus, keliatan sungai-sungai besar yang sepertinya Sungai Progo. Kemudian mulai keliatan deh birunya laut selatan. Di atas pantai itulah pesawat berputar ke kanan lalu lewat di atas perbukitan hijau yang tidak terlalu tinggi, sepertinya berada di daerah Kulon Progo. Lain kali harus bawa GPS nih biar tau lokasinya. :D

Wings Air, Fly is Cheap

Wings Air, Fly is Cheap

Habis muter balik lagi ke arah bandara. Roda pesawat mulai dikeluarkan dan hidung pesawat mulai menukik tajam. Seru kalo naik ATR waktu final approach kayak gini. Akhirnya ngelewatin jembatan layang Janti dan landing dengan mulus di runway 09 Bandara Adi Sucipto. Setelah pesawat menuju apron baru deh keliatan pesawat yang terlihat warna biru dari atas tadi, ternyata Boeing 757-200 milik Thomson Airways. Dalam rangka apakah pesawat beregistrasi Inggris ini ke Jogja? Bawa rombongan turiskah? Eh, di sebelah ada juga pesawat MD-87 dengan registrasi VP-CNI. Registrasi dari Cayman Island nih. Kira-kira juragan mana yang bawa private jet ini ke Jogja yak?

Wings Air, Fly is Cheap

Wings Air, Fly is Cheap

Wings Air, Fly is Cheap

Tumben nih penumpangnya pada tertib, nggak buru-buru turun. Biasanya baru landing aja udah buka seat belt dan berdiri ngambil bagasi. Lagi-lagi turun dari belakang, mbak mugari juga masih cuek. Semua penumpang dicuekin, nggak ngucapin terimakasih tuh. Waktu keluar nggak lupa jepret-jepret pesawat yang ada di apron. Ada Lion Air Boeing 737-900ER PK-LGU, Thomson Boeing 757-200, dan private jet MD-87 VP-CNI. Waktu pesawatnya saya foto, itu kapten Lion B737-900ER ngeliatin terus. Haha.. Eh ya, kalo diperhatiin Boeing 757 ini moncongnya mirip banget sama Airbus A320-series. Jadi Boeing rasa Airbus dong. :D

Wings Air, Fly is Cheap

Wings Air, Fly is Cheap

Wings Air, Fly is Cheap

Wings Air, Fly is Cheap

Wings Air, Fly is Cheap

Ladies and gentlemen welcome to Yogyakarta. Enjoy your stay! Langsung disambut batik-batik dan hiasan yang dipamerkan oleh Adiningrat. Cantik yak.. Sebelum keluar saya ke toilet dulu, dari tadi udah kebelet. Karena nggak bawa bagasi jadi langsung keluar. Eitzz, saya nggak langsung meninggalkan bandara. Saya mau spotting sebentar dari waving gallery. Udah lama banget nggak ke waving gallery Jogja.

Wings Air, Fly is Cheap

Wings Air, Fly is Cheap

Ini dia hasil spottingnya. Trafficnya juga cuma pesawat-pesawat yang tadi. Lion Air Boeing 737-900ER, Wings Air ATR 72-500, MD-87 VP-CNI, Thomson Boeing 757-200, ada juga Garuda Boeing 737-800 dan AirAsia Airbus A320 special livery yang sayangnya nggak bisa kefoto karena terhalang bangunan terminal. Ya sudah lah, isinya yang kefoto cuma Lion aja.

Wings Air, Fly is Cheap

Wings Air, Fly is Cheap

Wings Air, Fly is Cheap

Wings Air, Fly is Cheap

Bosen spotting langsung turun dan jalan ke arah parkiran. Di dekat parkiran itulah ada halte Trans Jogja. Pulang naik Trans Jogja aja, murah, nyaman, cuma 3.000 rupiah. Selain Trans Jogja juga ada taksi untuk ke kota. Kalo mau ke Magelang, Purworejo, dan Kebumen ada Bus Damri. Pengen ke Solo bisa naik Prameks atau bus yang banyak lewat depan bandara. Seandainya transportasi dari dan ke Bandara Juanda senyaman ini. Udah nyampe Jogja nggak enak rasanya kalo nggak jalan-jalan sekalian. Hmm.. Kali ini enaknya kemana ya? :D

Wings Air, Fly is Cheap

Wings Air, Fly is Cheap

Pesen saya kalo terbang dengan Lion/Wings Air nggak usah berekspektasi terlalu tinggi. Jangan berharap dapet pelayanan serta senyum ramah pramugari ala Garuda. Yang kemungkinan bakal didapet: pramugari jutek (walaupun nggak semua), delay, dan yang pasti kursi yang sempit terutama untuk orang yang bertinggi badan lebih dari 175 cm. Yah pada penerbangan saya ini semua serba biasa aja. Delay cuma 20 menit, masih sangat bisa dimaklumi bahkan mungkin tidak dihitung sebagai delay. Pramugari yang cuek tapi keliatan dari mukanya yang kecapekan dan mengantuk, ya maklum standarnya orang capek dan ngantuk males senyum. Hehe. Cuma satu yang bikin saya kagum, diputerin lagu Kla Project waktu boarding di Surabaya tadi. Pokoknya bisa landing dengan selamat udah alhamdulillah. :D


34 komentar:

  1. Emang sih lagi promo mungkin... saya juga inget pertama kali naik lion air waktu itu cuman 90 ribu bpp sby udah gitu dapet makan lagi,,, sekarang boro-boro murah, makan aja gak dapet...

    BalasHapus
  2. wings air tuh anak cabang dari lion air kan yak?.. saya belom pernah make wings, secara biasanya pesawatnya kecil-kecil dan melayani rute pendek. Sering liat di makassar, biasanya wings tuh dipake kalo penerbangan dari makassar ke kota-kota deket. Hemm.. soal kursi, berarti saya nggak cocok.. secara tinggi badan lebih dari 180 cm, Dulu pernah make lion ngerasa selonjor aja nggak nyaman.. mana keras juga joknya. yaa emang sih, ada harga ada barang. sesuai dengan kualitasnya..

    BalasHapus
  3. @blog keluarga: ya ono rego ono rupo lah.. walaupun sebenernya ada juga yang ngasih harga lebih murah tapi pelayanan jauh lebih bagus.

    @gaphe: iya Wings Air anak perusahaan Lion. untuk sekarang sih Wings lebih dikhususkan jadi feedernya Lion. Wings yang menerbangi rute perintis menuju kota besar, lalu bisa terkoneksi dengan lion yang banyak menerbangi kota-kota besar di indonesia. naik Wings atau Lion sama2 nggak cocok untuk orang yang tinggi, untuk penerbangan 1-2 jam masih betah lah. kalo lebih dari 2 jam siap2 aja kaki pegel semua..

    BalasHapus
  4. Nggak Sperti Transjakarta Rame Bangeeeeeeeet!!!!!

    BalasHapus
  5. mending mas, daripada saya belum pernah naik burung besi, ngomong2 keren juga tu mottonya "jangan sampai kuliah mengganggu jalan2" wk wk..
    Motto petualang backpacker sejati :))

    BalasHapus
  6. Nggak murah juga kok Wings. Saya kok liat malah cenderung lebih mahal dengan Wings (dengan ATR) daripada Lion (Boeing). Apakah memang biaya operasional ATR lebih mahal daripada pesawat jet, ya? Terbang dari Denpasar ke Ende (kira-kira 2 jam 20 menit, transit di Labuan Bajo 40 menit) minimal 650 ribu. Pernah paling mahal dapat lewat sejuta...

    BalasHapus
  7. @nadiv: terkadang trans jogja juga rame, walaupun nggak serame trans jakarta

    @dinoo: hehehe.. walaupun kenyataannya nggak gitu juga sih. hahaha

    @robertusarian: memang pak, saya juga merasa demikian, wings air harganya cenderung mahal. ini bukan karena biaya operasional yang lebih mahal, tetapi karena demand yang lebih tinggi daripada supply. kalo naik Boeing 737-900ER (lion) sekali terbang bisa mengangkut 215 penumpang, sedangkan ATR 72-500 hanya 72 penumpang. supply yang sedikit inilah kemungkinan yang menyebabkan harganya jadi tinggi, sementara permintaan tetep banyak. selain itu bisa juga karena cuma wings air yang beroperasi pada rute-rute tertentu. misalnya Bandung-Jogja walaupun penerbangan cuma sebentar tapi tetep aja harganya mahal, karena cuma dia terbang di rute tersebut.

    BalasHapus
  8. gambar awannya kerreeeeen bgt.... top deh.. :-)

    BalasHapus
  9. thanks mbak, kebetulan memang cuacanya lagi cerah banget.. langitnya bagus, di pesawat juga muluss

    BalasHapus
  10. aman ga tuh,,,
    kalo murah tapi nyampenya cuman stengah perjalanan mah ama aja...:D

    tp, thx informasinya bro :)

    BalasHapus
  11. makanya saya bilang, jangan terlalu berharap banyak. yang penting nyampe tujuan dengan selamat sudah alhamdulillah.. :D

    BalasHapus
  12. ayoook.. update lagii.. masa yaa belom turun-turun dari wings air sih. hehehe..

    eh bro, ada rencana jalan-jalan.. mbok saya diajaakiin.. ^_^

    BalasHapus
  13. errrr.. lagi sibuk, belum sempet update.. parah kan? hahaha...

    sekarang belum bisa jalan-jalan bro, mungkin nanti sekitar bulan juli-september yang full dengan liburan selama 2 bulan lebih :D

    BalasHapus
  14. gile yah, baca postingan ini berasa masuk bandara, naek pesawat, lagi diatas awan, mendarat, dan sampai di bandara tujuan..

    selama saya naek pesawat, saya belom pernah naek air asia dan wings air. yg laen udah pernah semua :D

    BalasHapus
  15. Mas Tri, harusnya kalau pas berlabuh di Surabaya, lagunya yang diputer tuh "Surabaya...Surabaya....Oh SUrabayaaaaaa....". jadi inget waktu mendarat di Gubeng. hihihihi...

    Mas Tri, WIngs Air ngga selalu murah ah. Tergantung rute, tergantung waktu dan tergantung kemujuran. Hihihihi. Sekarang sih saya lagi kesengsem sama Citilink Jakarta-Medan yang cuma 400ribu lebih sich. hihihihi. maskapai lain ngga ada yang begitu loh harganya ^^

    BalasHapus
  16. Baca postingannya berasa mau buru2 mudik biar naik pesawat.
    sayangnya ke Bnagka ga ada Wings Air

    BalasHapus
  17. nice trip... memang sepertinya lion/wings nggak selalu murah. Bahkan airasia dari Jakarta ke Kuala Lumpur harganya 1,6 juta (blm termasuk makan,bagasi,kursi,dll) tapi anehnya kenapa harga setiap penumpang beda-beda ya? padahal kan pelayanannya sama aja (pesawatnya sama,crewnya sama,makanan,tempat duduk,pelayanan,dll) . kalau naik garuda,bisa dapet murah . Saya aja ke solo dapet 336.000 ribu . Kalau ingin murah naik garuda caranya harus mesen minimal 2 minggu sebelum keberangkatan.

    BalasHapus
  18. @meutia: silahkan dicoba mbak.. airasia walaupun murah tapi nggak murahan.. kalo mau naik yang ini sih juga seru, baling2 boo.. hehe..

    @lomar: memang menurut saya nggak selalu murah.. dulu sih waktu wings masih menggunakan pesawat MD80 harganya memang terus murah. tapi sekarang semenjak beralih menggunakan ATR 72-500, tarifnya jadi mahal.. surabaya-jogja atau surabaya-denpasar yang jaraknya cukup deket dengan frekuensi yang tinggi aja lebih sering harganya di atas 400rb..

    @putri: hmm... iya kalo ke bangka emang nggak ada wings air mbak

    @dennis: beda harga itu karena perbedaan sub class aja.. misal harga tiket yang mahal itu lebih fleksibel, bisa direfund, bisa ubah tanggal keberangkatan, dan lain-lain. sedangkan tiket yang murah alias promo itu sangat tidak fleksibel, nggak bisa direfund, nggak bisa ubah tanggal, kalo nggak berangkat tanggal segitu ya hangus.. pelayanannya sama, pesawat sama, sama-sama kelas ekonomi hanya saja peraturan-peraturannya beda.. hmm.. mau harganya sama semua satu pesawat? jangan ngomel ya kalo harga tiketnya naik.. hehe..

    BalasHapus
  19. nice trip... memang sepertinya lion/wings nggak selalu murah. Bahkan airasia dari Jakarta ke Kuala Lumpur harganya 1,6 juta (blm termasuk makan,bagasi,kursi,dll) tapi anehnya kenapa harga setiap penumpang beda-beda ya? padahal kan pelayanannya sama aja (pesawatnya sama,crewnya sama,makanan,tempat duduk,pelayanan,dll) . kalau naik garuda,bisa dapet murah . Saya aja ke solo dapet 336.000 ribu . Kalau ingin murah naik garuda caranya harus mesen minimal 2 minggu sebelum keberangkatan.

    BalasHapus
  20. aman ga tuh,,,
    kalo murah tapi nyampenya cuman stengah perjalanan mah ama aja...:D

    tp, thx informasinya bro :)

    BalasHapus
  21. @nadiv: terkadang trans jogja juga rame, walaupun nggak serame trans jakarta

    @dinoo: hehehe.. walaupun kenyataannya nggak gitu juga sih. hahaha

    @robertusarian: memang pak, saya juga merasa demikian, wings air harganya cenderung mahal. ini bukan karena biaya operasional yang lebih mahal, tetapi karena demand yang lebih tinggi daripada supply. kalo naik Boeing 737-900ER (lion) sekali terbang bisa mengangkut 215 penumpang, sedangkan ATR 72-500 hanya 72 penumpang. supply yang sedikit inilah kemungkinan yang menyebabkan harganya jadi tinggi, sementara permintaan tetep banyak. selain itu bisa juga karena cuma wings air yang beroperasi pada rute-rute tertentu. misalnya Bandung-Jogja walaupun penerbangan cuma sebentar tapi tetep aja harganya mahal, karena cuma dia terbang di rute tersebut.

    BalasHapus
  22. Emang sih lagi promo mungkin... saya juga inget pertama kali naik lion air waktu itu cuman 90 ribu bpp sby udah gitu dapet makan lagi,,, sekarang boro-boro murah, makan aja gak dapet...

    BalasHapus
  23. Dennis Feriano26 Mei, 2011 22:40

    kalo seat pitch ATR72-500 sm lion 739er jauh lebih lebar yang mana ya? atau sama aja ?soalnya sy naik MD-90 nya lion seat pitchnya lumayan juga.Jadi gmana ya nasib penumpang yg naik lion ke Ho Chi Minh City ?(karena lion yg ke Ho Chi Minh pake 739er)

    BalasHapus
  24. kalau menurut saya masalah seat emang jauuh lebih enak ATR 72-500 punya Wings Air ini daripada seat Boeing 737-900ER Lion. yang pertama, seat pitchnya lumayan.. lalu kursinya lumayan empuk, nggak sekeras kursi Boeing 737-900ER-nya Lion.. memang bener, kursi pesawat MD80 atau MD90 Lion pun lebih nyaman daripada kursi di Boeing 737-900ER

    BalasHapus
  25. hmmm... 175cm aja udah mepet sama legroom-nya apalagi yang 180cm kayak saya nih....
    eh btw om tri maskapai LCC yang legroomnya lumayan lega apaan yah om?

    BalasHapus
  26. yang paling lumayan sih menurut saya airasia dan mandala (sebelum tutup operasi)

    BalasHapus
  27. Pengalaman yang indah...dan sangat berkesan.
    Salam dari Auckland New Zealand.

    BalasHapus
  28. terimakasih atas kunjungannya whamzah..

    BalasHapus
  29. yang saya paling suka dari postingan kak tri adalah tentang review pesawatnya..saya juga salah satu pengemar pesawat,,suka jenis2 pesawat walaupun gak sehebat kak tri dalam pengetahuan tentang pesawat,,
    pokoknya keren dek review tentang pesawatnya

    BalasHapus
  30. terimakasih dici.. kalo sering memperhatikan pesawat pasti tau kok bedanya dan jenis-jenisnya..

    BalasHapus
  31. kalo tarif yang dipatok Wing untuk rute Bandung-Jogja hari Jumat yang hampir selalu dikisaran diatas 900ribuan. Cheap ngga menurut anda bro? worthy ngga bro? Atau aji mumpung karena ngga ada kompetitor?

    BalasHapus
  32. wah suka review tentang pesawat juga ternyata, sama hehe, bedanya saya masih beberapa kali saja ngasih review tentang pesawat. dan nggak sedetail ini. pengen banget nyoba pesawat baling2 tapi masih blom berani hehe

    BalasHapus