6 Juni 2011

Dagadu? Kok Udah Mulai Sepi Gaungnya?

Dagadu Jogja

Baik bagi Anda yang dari Jogja maupun dari luar Kota Jogja tentu sudah tidak asing dengan yang namanya DAGADU. Sebuah brand yang cukup terkenal dengan produksi kaos-kaos oblong dengan gambar dan tulisan yang menarik serta kreatif bahkan terkadang membuat kita sendiri tertawa saat membacanya. Dengan simbol berupa gambar mata membuatnya mudah diingat orang. Kata Dagadu sendiri berasal dari bahasa walikan yang artinya matamu. Saya sendiri asli nggak ngerti sama yang namanya bahasa walikan. Kalau kumpul sama anak-anak Jogja terus mereka ngomong bahasa walikan, puyeng saya dibuatnya.

Saya sendiri sudah kenal Dagadu sejak lama. Kalau nggak salah dari tahun 1997 dimulai dari oleh-oleh yang kaos yang diberikan oleh kakak saya yang waktu itu sudah kuliah di Jogja. Tidak lama dari tahun tersebut ramai lah kaos-kaos Dagadu tersebar di Lampung. Tentu saja kaos yang beredar di Lampung itu adalah kaos Dagadu yang palsu dan dijual dengan harga 20.000 saja. Pokoknya semenjak dibelikan kaos Dagadu oleh kakak saya tersebut saya selalu meminta dibelikan lagi kalau kakak saya pulang ke Lampung. Mulai dari kaos, dompet, dan sweater saya punya waktu itu.

Dengan booming-nya Dagadu waktu itu, Dagadu selalu menjadi buruan saat berlibur ke Jogja. Tidak sulit mendapatkan kaos Dagadu. Di emperan toko sepanjang Malioboro itu banyak sekali yang memperjual-belikan kaos Dagadu. Tentu saja yang diperjual-belikan ini adalah kaos palsu dengan harga yang murah. Seiring berjalannya waktu, merk Dagadu yang sudah dipatenkan oleh PT ADD (Aseli Dagadu Djokdja) sudah tidak dapat diperjual-belikan lagi oleh para pedagang-pedagang emperan ini. Produsen kaos yang semula nebeng merk Dagadu sekarang sudah memproduksi dengan merk sendiri. Kalau Anda mencari Dagadu di emperan toko Maliboro sekarang udah nggak ada lagi. Yang ada ya kaos-kaos dengan gambar dan tulisan yang menarik tapi tidak menggunakan merk Dagadu. Walaupun tanpa merk Dagadu tapi tetep aja kaos-kaos itu laris manis diburu para wisatawan yang datang ke Jogja. Apalagi kalau bukan harganya yang murah, cuma 20.000-35.000 tergantung dari ukuran.

Dagadu Jogja

Sekarang bagaimana dengan nasib Dagadu sendiri yang jualannya sudah tidak dirong-rong oleh kaos Dagadu aspal lagi? Sewaktu saya datang ke UGD (Unit Gawat Dagadu) yang merupakan gerai utama penjualan Dagadu yang berada di Jalan Pakuningratan kok sepi-sepi aja ya? Bahkan waktu itu saya adalah pengunjung satu-satunya digerai tersebut. Kemudian produknya juga nggak banyak, desainnya juga cuma gitu-gitu aja. Apa Dagadu udah kehabisan kreatifitas? Akhirnya saya cuma beli satu kaos saja karena nggak banyak pilihan.

Saya heran padahal brand Dagadu ini cukup kuat, tapi kenapa tidak bisa seramai Joger di Bali? Joger di Bali itu sangat memikat, bahkan ada yang bilang belum ke Bali kalau belum mampir ke Joger. Padahal lokasi gerai utama yang di Jalan Pakuningratan itu nggak jauh dari Malioboro. Pengunjung bisa naik becak untuk kesana. Kalau nggak mau jauh-jauh, gerai yang di Malioboro Mall juga ada kok. Apa emang tipe konsumennya yang tidak terlalu mementingkan merk? Ah yang penting tulisan menarik, gambar unik, bodo' amat mau Dagadu atau bukan apalagi kalau harga murah. Xixixii..

Bagi yang mau beli kaos Dagadu yang asli atau hanya sekedar liat-liat silahkan aja datang ke gerai Dagadu di Jalan Pakuningratan, gerai di Malioboro Mall, atau gerai di Ambarukmo Plaza. Mbaknya ramah-ramah kok. Hehe.. Ayo absen siapa yang punya kaos Dagadu Asli! :p


10 komentar:

  1. habisnya mahal sih mas...

    :D

    BalasHapus
  2. nah itu mas yang saya heran.. joger juga mahal lho tapi tetep laris manis.. dagadu harganya setara lah sama joger tapi kok nggak bisa selaris joger.. apakah tipe konsumennya yang ke jogja belinya asal kaos nggak mementingkan merk? yang penting murah gitu.. :D....

    BalasHapus
  3. mungkin karena memang banyak produk palsu dengan variasi ilustrasi yang beragam bikin konsumen berpindah ke produk palsu -.-

    BalasHapus
  4. sekarang merk dagadu palsu kayaknya udah nggak ada. cuma kaos motif-motif a la dagadu ya masih banyak banget dijual, tapi tidak menggunakan merk dagadu..

    BalasHapus
  5. kalah sama design yang palsu (yg palsu lbh variatif design nya) sama distro2 di jogja mungkin???

    :D

    BalasHapus
  6. Bisa jadi juga sih.. Pilihan desain Dagadu menurut saya nggak semenarik dulu..

    Sent from my BlackBerry®
    powered by Sinyal Kuat INDOSAT

    BalasHapus
  7. menurut saya, krn memang biasanya dagadu ramai ketika musim liburan dimana banyak turis berdatangan, sedangkan ketika musim biasa seperti ini, memang tidak terlalu ramai. saya setiap pulang ke jogja ketika musim liburan , sering kehabisan kaos-kaos dagadu dan sangat ramai.

    BalasHapus
  8. wah begitu ya? sampe kehabisan? waktu saya kesana cuma ada beberapa orang aja sih yang dateng..

    BalasHapus
  9. Kok dagadu bisa sepi ya????

    BalasHapus
  10. Ya, kalau ke jogja banyak orang yang slalu beli kaos yang harganya murah di kaki lima

    BalasHapus