7 Juni 2011

Kota Batu: Sulit Mencapai Coban Talun, Tapi Keindahannya Luar Biasa!

Coban Talun

Berbekal info dari google maps BB, kami berangkat menuju ke Coban Talun. Melihat di peta tersebut jaraknya tidak jauh dari Selecta, hanya 3,5 km. Ditambah lagi jalan untuk kesana juga tidak terlalu rumit. Itu sih di peta, kenyataannya gimana? Sebenarnya jaraknya memang tidak jauh, tapi waktu saya kesana kemaren jalan utama yang biasa digunakan untuk menuju Coban Talun ditutup total karena ada hajatan. Nah loh disini saya kebingungan dan berusaha cari jalan lain. Dengan sedikit kesabaran akhirnya ketemu juga jalan tersebut melewati gang-gang di tengah perkampungan penduduk yang cukup sepi. Di sepanjang jalan tadi kami disuguhi pemandangan pepohonan apel yang menghijau sampai akhirnya saya sampai di pos pembayaran karcis.

Tiket masuk ke Coban Talun adalah 4.000 per orang, sedangkan motor 1.000. Setelah pos tersebut kami harus melewati jalan yang sangat buruk. Jalan tersebut hanya berupa batu-batu yang berukuran agak besar kemudian ditata di jalan. Cukup efektif agar jalan tidak ambles di musim hujan karena kendaraan yang biasa lewat situ adalah truck pemuat pasir. Namun dengan mengendarai kuda besi di jalan tersebut kami serasa naik kuda beneran. Untungnya jalan jelek tersebut tidak terlalu panjang, hanya sekitar 200-300 meter.

Coban Talun

Coban Talun

Jalan jelek sudah terlewati, kami sampai di parkiran yang berada di pinggir jalan. Kami semula bingung, bener nggak ini tempat parkir untuk ke air terjun? Gimana nggak bingung lha wong parkirnya cuma di pinggir jalan, motor ditaruh di bawah pohon, sedangkan di sebelahnya hanya sebuah warung kecil yang sepi. Apalagi yang parkir cuma ada beberapa motor saja. Keraguan saya sirna setelah tanya ke tukang parkir, dan memang benar air terjun ada di dalam sana.

Masalah pertama selesai, segera kami mencoba masuk. Disini kami kembali ragu. Lho kok ada sungai yang menghadang. Yap kami harus menyeberangi sungai terlebih dahulu. Sungai yang terdapat seperti bendungan dengan air yang dangkal dan tidak deras. Terlihat beberapa orang berfoto di sungai ini. Kurang tau kalau musim hujan kayak apa.

Coban Talun

Coban Talun

Setelah menyeberangi sungai kami mulai masuk ke dalam hutan. Di tepi sungai tersebut terdapat camping ground. Terlihat pula beberapa orang yang sedang camping disitu. Kami terus menelusuri jalan setapak menuju ke air terjun. Kemudian kami menemukan persimpangan, ke kanan dan ke kiri. Persimpangan yang ke kanan jalannya lebih lebar, terlihat sering dilewati. Bahkan terlihat banyak jejak motorcross di jalan ini. Sementara jika belok kiri hanya jalan setapak dan terlihat jarang dilewati karena banyak semak-semak. Tanpa pikir panjang kami ambil jalan yang ke kanan. Di tengah hutan pinus hanya berdua agak merinding juga. Nggak ada siapapun yang lewat, yang terdengar hanya kicauan-kicauan burung saja. Semakin lama jalan semakin menanjak. Kami sudah cukup jauh berjalan, mungkin sekitar 1 km tapi air terjun tidak kunjung kami temukan. Kebetulan ada bapak-bapak yang sedang mencari rumput, kami tanya kepadanya tentang keberadaan Coba Talun. Dan ternyata kami salah jalan saudara-saudara. Harusnya di persimpangan tadi belok ke kiri. Feeling saya nggak tepat hari ini. Oh my god! Berarti harus balik sejauh itu lagi. Hahaha..

Kami balik ke persimpangan yang tadi dan melanjutkan mencari Coban Talun. Sekarang kami sudah berada di jalan yang benar. Sungguh merepotkan karena nggak ada petunjuk satupun untuk ke air terjun itu. Jalan setapak itu kami lewati. Sama seperti saat nyasar tadi, jalan sepi sekali. Kicauan burung yang terdengar menemani langkah kami. Untung di jalan kami berpapasan dengan dua orang yang baru saja dari air terjun. Katanya lokasi air terjunnya masih jauh dan jalan ke air terjun nanti menurun sangat curam.

Coban Talun

Perkataan mas tadi benar sekali. Jalan berubah jadi cukup curam. Trap/anak tangga yang tadinya dibuat dari tanah itu sebagian sudah hilang. Beberapa masih ada anak tangga yang disangga dengan kayu agar tidak longsor saat hujan tiba. Jika hujan dipastikan jalan ini sangat licin. Anda harus berhati-hati agar tidak terperosok. Tidak hanya curam, jalan setapak ini juga berliku seperti nggak ada habisnya. Saat kaki sudah terasa lelah, terdengar suara air terjun yang membuat kami bersemangat lagi. Wahh akhirnya kami sampai juga di Coban Talun. Jarak dari parkiran tadi ke Coban Talun sekitar 1 km, ditambah kami nyasar 1 km total kami sudah berjalan sejauh 3 km. Kelelahan itu sirna setelah kami sampai di air terjun yang indah ini. Ternyata sungai yang kami lewati dekat parkiran tadi adalah bagian atas dari air terjun.

Tidak ada informasi berapa tinggi air terjun ini, tapi tingginya cukup lumayan. Aliran Coban Talun juga cukup deras. Berada di dekat air terjun sebentar saja bisa membuat baju basah semua. Airnya sangat segar, saya sempat cuci muka untuk menikmati kesegaran air terjun. Kolam penampungan di bawah air terjun juga tidak dalam sehingga anak kecil pun bisa berenang di kolam penampungan tersebut. Coban Talun masih sangat alami, jarang ada yang datang ke air terjun cantik ini. Mungkin karena medannya yang berat. Saat kami sampai disana hanya ada beberapa pengunjung, tidak lebih dari 5 orang. Tidak lama kemudian rombongan yang camping di atas tadi berdatangan untuk mandi dan foto-foto.

Coban Talun

Selama hampir 3 jam kami berada disana menikmati pemandangan yang luar biasa ini. Pemandangan yang sungguh memukau. Sudah cukup juga foto-fotonya. Hehe.. Hari yang semakin sore membuat kami harus segera bergegas naik agar tidak terjebak gelap di hutan. Tentu saya tidak mau kalau harus berjalan di tengah hutan saat gelap, apalagi saya tidak membawa alat penerangan sama sekali.

Kembali ke tempat parkir berarti kami harus berjalan melewati jalan sama dengan tadi. Kalau berangkatnya jalan menurun, untuk pulangnya jalan menanjak abis-abisan. Kadang kami harus berjalan merangkak. Suer capek banget ngelewatin jalan kayak gitu, nanjaknya nggak karuan. Perjalanan pulang ini jauh lebih berat daripada saat berangkat. Sedikit lega setelah melewati jalan menanjak itu sampai akhirnya kami sampai di parkiran kembali. Total kami sudah berjalan 4 km di kawasan ini dengan rincian 2 km nyasar dan 2 km lagi perjalanan pergi-pulang ke air terjun. Hahaha..

Selain air terjun sepertinya nggak ada hal yang menarik di lokasi ini. Katanya sih ada Goa Jepang tapi saya nggak tau tempatnya dimana. Saya juga nggak berpikiran untuk mencarinya. Bagi yang mau kesini sebaiknya persiapkan fisik Anda. Pertimbangkan kembali jika akan membawa keluarga/anak-anak kesini karena medannya yang berat jangan sampai nanti malah repot di jalan. Bagi para pecinta alam, yang suka camping, atau yang suka trekking tempat ini sepertinya menjadi salah satu tempat yang harus dikunjungi.

Coban Talun

Saya sendiri masih ingin balik lagi ke Coban Talun. Tapi mungkin sendiri atau dengan teman-teman, nggak sama Nyonya. Soalnya Nyonya kapok dengan jalannya yang cukup sulit itu. Hehe.. Cukup sudah di Coban Talun, kami kembali ke Kota Batu untuk makan dan beli oleh-oleh.


31 komentar:

  1. Rumputilalang07 Juni, 2011 09:50

    kemari habis lihat liputannya di televisi swasta...
    bisa buat arung jeram g sob?

    BalasHapus
  2. sepertinya sih nggak bisa karena sungainya dangkal dan batu-batu besarnya cukup banyak.. apalagi debit airnya cukup kecil..

    BalasHapus
  3. wah cantiknya, kayaknya masih alami banget ya, jadi pengen kesana tapi jauh banget deh hiks

    BalasHapus
  4. Duh, koq mau komen baru tadi susaaah banget ya nggak masuk-masuk.. ini di malang ya?.. wah, saya blom pernah kesana, indaaah banget.. sama seperti quotes saya dulu kaan.. seperti wanita, tempat yang indah biasanya susah dicapai. tapi begitu nyampe, langsung deh.. sangat-sangat worthed.

    itu nyonya lagi dipoto?. hihihihi

    PS : maaf baru mampir, baru bisa koneksi internet mulus sekarang

    BalasHapus
  5. iya bener banget di malang.. lebih tepatnya di batu.. luar biasa indahnya.. abis dari sana langsung pijet.. hahahaha

    kemana aja bang kok koneksinya jelek? hehe..

    BalasHapus
  6. bener mbak tiara, tempatnya masih sangat alami. kalo kesana nggak akan menemui orang-orang bergerombol mengelilingi air terjun meskipun di musim liburan sekalipun..

    ahh nggak jauh kok selama masih di indonesia.. apalagi ini sama-sama di pulau jawa, cuma beberapa jam aja dari semarang. hehe

    BalasHapus
  7. Insan Nugraha07 Juni, 2011 22:38

    Nice post, nice pic :)
    Suasana yang asri ditambah dengan udara sejuk (kayanya sih,hehe) pasti membuat kita betah dan ketagihan di sana. melihat foto2 ini sejenak melepaskan sy dari kejengkelan para korup yang kabur ke singapura itu, hehehe (sok aktivis ya).
    Mas, bisa kita link exchange?
    Tolong konfirm di kolom komentar sy ya :))

    BalasHapus
  8. memang sejuk kok mas.. yang jelas penat dari kesibukan kota akan hilang kalau kesana.. oke saya pasang link-nya

    BalasHapus
  9. Coban Talun....?? lom pernah kesana...yach..sayangnya postingannya gak ada picnya yach....wah jadi penasaran nieh...

    BalasHapus
  10. fotonya ada kok mbak.. coba aja di-refresh kali aja internetnya nggak kuat nge-laod gambarnya :D

    BalasHapus
  11. salam sobat
    wah kota Batu indah dan asri pemandangannya
    tidak seperti Saudi Arabia yang tidak ada pemandangan hijau seperti itu.

    BalasHapus
  12. wohooo.. stuju banget kalo tempat ini memang susah dicapai. kalo gak dianterin sama penduduk lokal dijamin deh bakal nyasar. petunjuk jalannya pun gak ada. yang bikin keren, biasanya kalo mau ke air terjun kita harus berjalan naik (mendaki), ini malah turun. dan ternyata sungai pertama yang dilewati, adalah bagian atas air terjun. gak kebayang deh kalo arusnya keceng trus ada yang hanyut, bakal ngrasain terjun bebasss... heheehe..
    tapi seru. soalnya masih alami banget.

    BalasHapus
  13. mungkin nanti kalo udah pulang ke indonesia mbak mau jalan-jalan ke batu? :D

    BalasHapus
  14. bener mbak rie.. contohnya saya yang harus nyasar dulu sejauh 1 km.. PP jadi 2 km deh, belum untuk ke air terjunnya..

    BalasHapus
  15. Mungkin karena sulitnya akses mencapai tempat tersebut, yg membuat tempat tsb tetap indah, asri dan alami. Lagian semakin sulit jalannya semakin menantang, apalagi bagi yg berjiwa petualang. Pantesan tetangga saya betah tinggal di Malang, indah gitu!

    BalasHapus
  16. bener mbak ria, biarkanlah aksesnya tetep sulit jadi tempat ini masih akan tetap asri dan tidak ada sampah berserakan. biasanya kalo fasilitasnya udah lumayan dan pengunjung sudah banyak akan berbanding lurus dengan dampak kekotoran yang terjadi. :D

    BalasHapus
  17. Hey, bagus banget pemandangannya. Gpp lah jalan jauh, semuanya terbayar di akhir kan?

    BalasHapus
  18. betul mas keven.. nggak rugi jalan jauh.. :D

    BalasHapus
  19. Hooo.... ini toh Coban Talun. beda banged sama Coban ROndo ya Mas. Coban Rondo tuh gampang banged dilaluinya. Dari pintu masuk sampai ke air terjun pun jalanannya bagus dan aksesnya sangat mudah. Tiba-tiba sudah berada di air terjun saja.

    Kalau Coban Talun *melihat jalanan setapaknya dan sepinya sich* kayaknya cocok memang untuk trekker dan petualang. tapi kalau sendiri serem juga yah kali Mas...hehehehe

    liat jalanannya aja udah bikin jiper. kamera perlu disimpen ke dalam kantong tuh biar kalau jatuh ga sampai terpentok dan rusak >.<

    BalasHapus
  20. ya tentu beda banget kalo dibanding coban rondo. istilahnya kalo coban rondo dari parkiran lompat dikit udah nyampe air terjun. akses ke coban rondo juga gampang banget..

    kalo sendiri bukan takut apa-apa sih, cuma ngeri aja kalo nyasar terus kemaleman.. kalo udah nyampe selecta nggak ke coban talun rugi rasanya..

    BalasHapus
  21. Endah Wijayanti25 Juli, 2011 16:23

    Kalau ke Batu lagi, coba ke Coban Rais, lumayan trekking sekitar 3 jam PP, sepanjang perjalanan akan melewati beberapa sungai-sungai kecil, tidak disarankan datang pas musim hujan :)

    BalasHapus
  22. coban rais? itu ada di sebelah mana endah?

    BalasHapus
  23. Endah Wijayanti28 Juli, 2011 16:09

    Di Oro-oro Ombo Batu, kalau dari Coban Talun...hmmm, mungkin ditempuh sekitar 45 menit-an naik sepeda motor.

    BalasHapus
  24. itu gambar yg terakhir juga coban talun kah...??

    BalasHapus
  25. iya mas.. itu jalan sebelum ke air terjun

    BalasHapus
  26. Awal masug medan bkin q n tmen2q girang bkn main cz pmandangan siipp puol.n plgx bkin pucat bkn main.wkwkwk,jlnx bner2 nanjak.syangx wktu ksna qta kcewa berat.air bner2 kering,mngkin krn lg kmarau.tmpat yg tepat bwt org yg suka jogging djlan nanjak.hehe.

    BalasHapus
  27. kalo dari malang,naek angkutanya brp kali N naek apa aja y.mohon petunjuknya ya.pengen nyobain nyh

    BalasHapus
  28. kayaknya nggak ada deh mas angkutan umum sampai sini.. kalau dari malang ke batu sih banyak mas :)

    BalasHapus
  29. coba ke coban rais mas.... medannya nggak sesulit klo ke coban talun tp juga nggak semudah ke coban rondo. Tantangannya beda, jalan ke coban rais bbrp ratus meter sebelum sampai di air terjun menyusuri sungai berbatu hingga sampai ke air terjun. Mmg betul tidak disarankan kesana kalau musim hujan krn rawan longsor, tapi kalau sudah pernah kesana dijamin pasti ketagihan. ;)
    Kalau dari pasar besar Kota Batu kearah selatan. Tanya saja disana pasti banyak yang tahu.

    Dulu jaman sy SMP-SMA sering banget maen ke Coban Rais....duh kangen Batu! T.T

    BalasHapus
  30. Next time tak cobain ke coban rais deh mbak diyah.. Sekarang lagi jarang kemana-mana.. hehee..

    BalasHapus
  31. ada kok, dari terminal landungsari naik angkot warna ungu. turun terminal batu, nanti oper angkot warna orange. bilang turun di coban talun tulung rejo. nanti jalan sekitar 1 km udah nyampe pintu masuk coban talun. minggu lalu aku ke sana, medannya cocok bgt buat yg suka tantangan.

    BalasHapus