14 Juli 2011

Goa Semar, Goa Sumur, Goa Jaran, Dan Telaga Pengilon

Goa Sumur

Area Telaga Warna sebenarnya cukup luas. Kalau mau Anda dapat berkeliling telaga berjalan kaki dengan santai. Selain bisa melihat indahnya Telaga Warna dari berbagai sisi, Anda juga bisa menemukan objek-objek lain yang tidak kalah menarik yang terletak di sekitar area danau. Objek-objek itu antara lain Goa Semar, Goa Sumur, Goa Jaran, dan Telaga Pengilon. Sayang sekali kalau Anda harus melewatkan tempat-tempat ini. Selain itu sepanjang perjalanan Anda akan melihat bunga-bunga cantik seperti Hydrangea atau kalau di Indonesia disebut Bunga Panca Warna yang banyak tumbuh liar disini.

Tidak mau melewatkan objek-objek tersebut, saya kemudian berjalan keliling danau. Jalan sekililing danau yang sudah bagus cukup memudahkan para pengunjung yang datang di Telaga Warna. Dengan mudah saya akan menemukan petunjuk-petunjuk arah untuk menuju Goa Semar, Goa Sumur, Goa Jaran, dan Telaga Pengilon. Antara Goa Semar, Goa, Sumur, dan Goa Jaran terletak di lokasi yang sama yang letaknya bersebelahan, hanya saja pintunya yang berbeda-beda. Pada masing-masing goa terdapat seperti gubug/pendopo kecil yang mungkin sebagai pintu masuk. Di sebelah pintu masing-masing goa ini selalu terdapat patung yang berbeda-beda. Sayangnya pintu masuk untuk ke Goa Semar dan Goa Sumur sepertinya terkunci. Hanya Goa Jaran yang pintunya terbuka. Mau masuk ke Goa Jaran? Kalau saya nggak deh. Pintu masuknya berupa lorong kecil dan sempit. Kalau saya masuk pasti akan penuh sesak walaupun badan saya kurus. Di depan Goa Jaran ini saya juga melihat sesajen berupa bunga mawar merah, bunga mawar putih, bunga kenanga, dan beberapa batang rokok yang ditaruh di atas lembaran daun pisang. Karena ini juga yang membuat saya ragu untuk masuk selain dari lorong goanya yang cukup sempit. Selain di goa ini, di tempat lain saya juga melihat sesajen yang sama. Nggak heran sih karena tempat ini memang tempat yang dianggap sakral oleh masyarakat Dieng.

Goa Sumur

Goa Sumur

Nggak jauh dari Goa Semar, Goa Sumur, dan Goa Jaran terdapat sebuah telaga yaitu Telaga Pengilon. Sebenarnya Telaga Pengilon dahulunya jadi satu dengan Telaga Warna. Tapi karena terbendungnya sungai oleh lava sehingga telaga ini terpisahkan sampai sekarang. Kalau dilihat dari jauh sepertinya air Telaga Pengilon ini biasa saja, warnanya tidak seperti halnya air di Telaga Warna yang kerap berubah-ubah. Yah terlihat hanya seperti air tawar biasa. Saya memang nggak mendekat ke Telaga Pengilon sih karena jalan untuk kesana agak becek. Takut sepatu jadi basah dan kotor. Kalau Anda mau agak becek-becekan ya monggo.. :D


7 komentar:

  1. Mas Tri,

    kebetulan (lagi) saya nggak suka goa. hahahaha. mau lebar, mau sempit, kayaknya peluang untuk saya lewatkan sangat banyak deh. wahahahaha...apalagi goa-nya menyimpan cerita, sakral, atau ada makam-nya. wiiiih., makin jauh-jauh deh. hiiiiiyyy

    Mas, itu bunga-bunga dan sesajen nggak mungkin diletakkan begitu saja kan yach? pasti ada warga yang meletakkannya. Artinya, memang ada pemeluk Hindu di sekitar Dieng yang masih rutin melakukan ritual ini donk? iya tidak? *kecuali, mereka orang-orang secara umum yang mungkin mau meminta 'sesuatu'* :p

    BalasHapus
  2. kalo jalannya lebih lebar mungkin saya akan masuk mas.. waktu liat goa sesempit itu dan juga saya harus nunduk, apalagi goa cukup gelap jadi saya memutuskan nggak masuk..

    kalo tebakan saya sih malah yang kedua mas, orang yang ritual minta "sesuatu" itu tadi.. :p

    BalasHapus
  3. Sepertinya harus menghubungi juru kunci dulu ya mas untuk masuk ke gua-gua tertentu. Hmm, penasaran juga seperti apa sih ruangan di gua yang terkunci itu? Membayangkan kalau jaman dahulu kala, gua-gua itu pasti masih tersembunyi tertutup semak-belukar...

    BalasHapus
  4. sepertinya memang begitu, harus menghubungi juru kunci yang benar-benar membawa kunci goa.. pintu goa semar sama goa sumur digembok boo.. :D

    BalasHapus
  5. Meutia Halida Khairani24 Juli, 2011 21:09

    maunya fotoin pintu masuk Goa. siapa tau muncul 'something spooky' di fotonya. hiiiiiii.. tu sesajen pake rokok segala.. nyentrik jg hantunya.. eh, hantu gitu? atau dewa? wallahu'alam

    BalasHapus
  6. aku foto kok mut, cuma ngga aku upload.. iya emang aneh2 sih kalo sesajen.. ntah buat siapa..

    BalasHapus
  7. goanya mantaap mas
    broo

    BalasHapus