12 Juli 2011

Karnaval Budaya 62 Tahun Jogja Kembali

Karnaval Budaya 62 Tahun Jogja Kembali

Mencoba mengingat sejarah, pada tanggal 29 Juni 1949 terjadi pertempuran yang sangat penting bagi Jogja. Pertempuran rakyat Indonesia yang hanya bermodalkan bambu runcing untuk mengusir para penjajah asal Belanda. Tokoh yang berperan besar dalam kesuksesan perang tersebut salah satunya adalah Jenderal Sudirman. Peristiwa ini diperingati sebagai peristiwa "Jogja Kembali" karena merupakan awal keberhasilan mengusir Belanda keluar dari Indonesia selama-lamanya sehingga NKRI kembali menjadi negara yang berdaulat. Karena hal itu pula di Jogja terdapat monumen yang bernama Monumen Jogja Kembali.

Untuk memperingati peristiwa "Jogja Kembali" yang ke-62, pada tanggal 29 Juni 2011 masyarakat Jogja mengadakan karnaval budaya. Sebenarnya ada serangkaian acara, namun karnaval budaya ini merupakan acara puncak. Kebetulan pula saat ada karnaval ini saya sedang berada di Jogja jadi sayang sekali jika harus dilewatkan.

Seperti karnaval-karnaval sejenis yang dilakukan di Jogja, karnaval ini dilakukan mulai dari Jalan Malioboro dan berakhir di alun-alun utara Keraton Yogyakarta. Karnaval diikuti oleh berbagai kecamatan yang ada di Kota Jogja, mahasiswa, TNI-AD, TNI-AL, TNI-AU, siswa SMA, dan berbagai macam club sepeda. Acaranya yang diadakan pada sore hari ini sungguh meriah dengan diawali aksi marching band dari AAU yang masih lengkap menggunakan G-Suit seperti layaknya akan terbang dengan pesawat tempur. Aksi-aksi mereka benar-benar mengundang decak kagum.

Berbagai kecamatan di Kota Jogja juga berlomba-lomba menjadi yang terbaik pada karnaval ini. Ada yang berseragam seperti prajurit keraton, ada kelompok ibu-ibu yang menampilkan tari tek-tek, dan ada pula yang meneriakkan yel-yel seperti sedang berdemo. Dari mahasiswa tidak mau ketinggalan. Dengan berseragam seperti tentara, berbadan tegap, dan bersenjatakan bambu runcing mereka dengan semangat menyanyikan yel-yel persis sekali kalau Anda pernah melihat para anggota TNI yang sedang lari pagi ataupun latihan. Semangatnya benar-benar patut diacungi jempol. Kelompok pecinta sepeda juga nggak mau kalah tuh. Dengan menggunakan sepeda-sepeda jadul mereka mengkampanyekan supaya Kota Jogja kembali menjadi kota sepeda. Momen yang pas menurut saya karena sekarang Jogja sudah mulai penuh dengan kendaraan bermotor.

Karnaval budaya seperti ini memang bukan hal yang asing lagi untuk Kota Jogja. Karnaval budaya sudah sangat sering dilakukan dalam memperingati berbagai event. Walau sudah sering namun tetap saja acara seperti ini menyedot banyak perhatian dari warga, turis domestik, maupun turis mancanegara. Tapi yang paling penting sih kita bisa memaknai apa yang menjadi tujuan karnval budaya seperti ini. Maju terus Jogjaku, maju terus Indonesiaku!!

Karnaval Budaya 62 Tahun Jogja Kembali

Karnaval Budaya 62 Tahun Jogja Kembali

Karnaval Budaya 62 Tahun Jogja Kembali

Karnaval Budaya 62 Tahun Jogja Kembali

Karnaval Budaya 62 Tahun Jogja Kembali

Karnaval Budaya 62 Tahun Jogja Kembali

Karnaval Budaya 62 Tahun Jogja Kembali

Karnaval Budaya 62 Tahun Jogja Kembali

Karnaval Budaya 62 Tahun Jogja Kembali


13 komentar:

  1. Meutia Halida Khairani12 Juli, 2011 09:46

    kalo nggak salah, ada baca jg postingan kayak gini di blog Gaphe deh. hehe.. udah lama ga ke karnaval.. pengen ke jogja jg..

    BalasHapus
  2. Meutia Halida Khairani12 Juli, 2011 09:48

    itu di foto, bambu runcing atau tebu runcing yah? hahaha

    BalasHapus
  3. nggak tau sih mut, tapi emang jogja sering ada karnaval.. mungkin yang di postingan gaphe itu jogja java carnival? kalo itu biasanya malem.. hayukk berangkat ke jogja mut, tiketnya murah kok.. :D

    BalasHapus
  4. bambu runcing lah ya, masa' iya tebu segede itu. haha.. lagian di jogja nggak ada tebu mut, harus nyari ke bantul.. hehe

    BalasHapus
  5. Rumputilalang12 Juli, 2011 11:11

    foto-fotonya mantap jaya mas, saya kemarin gak sempat motret karena sesuatu hal yg gak bisa ditinggalkan

    BalasHapus
  6. budaya bangsa ini demikian kayanya... luar biasa dari sabang sampai meroke.. tidakkah ini jadi pemersatu para pemimpin kita di depe er sana ?!?!?!?

    BalasHapus
  7. budaya bangsa ini demikian kayanya... luar biasa dari sabang sampai meroke.. tidakkah jadi pemersatu para pemimpin kita di depe er sana ?!?!?!?

    BalasHapus
  8. Oom Tri, itu pengkhianat bangsa maksudnya apa yach?

    kemaren di tipi sempet ada tuh ruwata yah kalau ga salah, jadi semacam proses pentahbisan *haha...ga tau bahasanya* anaknya Mbah Maridjan untuk jadi Juru Kunci Merapi yang baru. acaranya sih sederhana, cuma ada puluhan deretan abdi dalem yang berjalan naik ke atas puncak Merapi. Tapi rombongannya doooonk...buset, orang2, turis sampai bule pada penasaran dan ikutan berarak :D

    Oh yah, Mas Tri di karnaval tsb ikutan sebagai apa nich? :D

    BalasHapus
  9. Ria Nurhayati12 Juli, 2011 19:26

    selama saya tinggal di Jogja dulu, saya lom pernah liat karnaval2 kyk gini, ga ngerti info2nya #hadeehh

    BalasHapus
  10. penghianat bangsa? ya tau sendiri lah jogja sedang berpolemik tentang keistimewaannya.. banyak spanduk2 yang mengatakan "bergabung tidak berarti melebur", kemudian dipajang juga perjanjian antara Sri Sultan HB IX dengan pemerintah Indonesia saat Jogja menyatakan bergabung dengan Indonesia, dan lain sebagainya.. mungkin untuk menyindir si anu yang udah mengusik keistimewaan jogja..

    saya ikut jadi penonton aja.. hahaha

    BalasHapus
  11. padahal kalo ada acara kayak gini selalu terdapat di papan2 besar yang ada di perempatan kantor pos besar mbak.. sayang banget kalo belum pernah liat.. :D

    BalasHapus