10 Juli 2011

Makan Malam Di Kota 1001 Goa

Makan Malam Di Kota 1001 Goa

Setelah menempuh perjalanan yang sangat melelahkan pukul 20.15 saya sampai juga di Pacitan. Sebuah kota kecil di sisi barat Jawa Timur bagian selatan yang berbatasan langsung dengan Jawa Tengah. Kota yang juga mendapatkan sebutan Kota 1001 Goa karena saking banyaknya goa-goa yang terdapat di Pacitan dan rata-rata goa-goa tersebut masih alami. Bagi Anda pecinta telusur goa rasanya sangat disayangkan bila Anda belum melihat keindahan goa-goa di Pacitan. Selain goa, Pacitan juga terkenal dengan pantai indahnya seperti Pantai Klayar.

Perut saya yang belum diisi semenjak pagi sudah terasa bergolak. Yah terakhir kali saya makan tadi pagi di Surabaya sebelum berangkat touring ini. Mampirlah saya ke sebuah warung lesehan yang ada di pinggir jalan dekat alun-alun. Menunya yang ada ya standar aja, ayam goreng, bebek goreng, lele goreng, dan tempe penyet. Saya pesen ayam goreng untuk mengisi perut saya malam ini. Sudah telat makan malah nggak terlalu berselera untuk menghabiskan makan malam ini. Harga seporsi ayam goreng ditambah minum es jeruk adalah 14.000. Kok ya lumayan mahal juga untuk ukuran kota kecil seperti Pacitan. Apa memang penduduknya sudah cukup makmur ya? Nggak tau deh...

Pacitan di malam hari sudah cukup sepi. Jangan bandingkan dengan Surabaya lah, mungkin dibanding kota kecil seperti Kediri saja masih lebih hidup Kediri. Kotanya hanya berupa segaris jalan raya yang di sepanjang jalan tersebut terdapat toko-toko yang nggak banyak, kantor, bank, dan mini market. Masih di sepanjang jalan tersebut terdapat alun-alun yang digunakan untuk wisata keluarga di malam hari. Ada berbagai permainan untuk anak-anak yang bisa disewa di alun-alun tersebut.

Saya istirahat agak lama di warung lesehan tersebut. Paling nggak biar pegel-pegel di badan sedikit hilang. Jam 9 malam saya mencoba berkeliling kota, tapi sudah nggak ada apa-apa. Udah sepi bangett. Mungkin seperti Surabaya pada dini hari yang terlihat lengang. Sekarang saya nggak tau mesti kemana, mau bermalam di Pacitan atau meneruskan perjalanan ke Jogja.


8 komentar:

  1. bukannya tu harga standar mas? ungaran jg kota kecil, tp lalapan ayam goreng + es teh, bs 16 ribu per porsi, apalagi klo menunya bebek goreng, lebih mahal pati :D

    BalasHapus
  2. nggak juga kok.. di surabaya banyak yang jual ayam goreng 10rb udah termasuk minum es teh.. di jogja malah bisa dapet lebih murah lagi.. tempat makan lesehan di pinggir jalan rata-rata pake ayam goreng cuma 6rb, sedangkan es teh 2rb..

    kalo ungaran sih mungkin udah deket semarang kali yah.. coba deh maka di daerah tembalang (kampus undip), murah-murah disana..
    bebek goreng kalo di luar surabaya memang agak mahal, tapi kalo di surabaya harganya sama aja kayak ayam goreng. nggak ada bedanya...

    BalasHapus
  3. waaaa...mau foto Pacitan :D mungkin itu kali yah nasib kota-kota di selatan Jawa. Sepi dan gelap *jadi inget perjalanan saya melewati Gombong dengan bus reyot, hujan badai dan di luar sana terdapat deretan rumah namun tidak ada listrik sama sekali*

    di deket rumah saya ada ayam goreng enak seharga Rp. 5.500 dan nasi Rp. 1.500. Kalau tambah es jeruk hangat, tambah RP. 3.000 hihihi...tapi ini bukan warung, tapi kedai pinggir jalan sich Mas...:p

    BalasHapus
  4. foto pacitan? sayangnya nggak saya ambil mas, udah sepi, gelap, dan nggak ada apa2..

    ini juga cuma kedai pinggir jalan loh.. yang buka cuma malem hari..

    BalasHapus
  5. Meutia Halida Khairani12 Juli, 2011 09:18

    maunya standar ayam goreng dan es jeruk 10rb kali yah. hehehe. klo di jkt, 14rb masi murah sih..

    BalasHapus
  6. ya menurut saya sih standarnya 10rb.. kalo di jakarta jangan ditanya deh, segitu juga udah murah :D

    BalasHapus
  7. mungkin krn liat pnampilan mas tri...makanya dimahalin ^_^

    BalasHapus
  8. ya nggak tau sih mbak, tapi ya mungkin saja

    BalasHapus