9 Juli 2011

Tidak Dianjurkan Melewati Rute Trenggalek-Pacitan Malam Hari

Trenggalek-Pacitan

Watulimo-Trenggalek sore itu cukup mendung. Saya harus segera meninggalkan Watulimo sebelum hujan datang. Yah bodohnya saya lupa tidak membawa jas hujan. Kalau saya tidak segera pergi dari Watulimo bisa-bisa saya terjebak malam disini. Tujuan saya berikutnya adalah Pacitan. Motor saya arahkan menuju Kota Trenggalek. Namun sebelum sampai di Kota Trenggalek saya melihat petunjuk arah, ke kiri Pacitan dan lurus ke Kota Trenggalek/Ponorogo. Naluri saya langsung mengatakan kalau saya harus belok kiri. Kemudian saya berhenti sebentar di sebuah mini market untuk membeli minum dan bertanya kepada warga setempat apakah jalan yang saya lewati ini memang benar arah ke Pacitan? Dan ternyata memang benar, menurut mereka ini adalah jalan terdekat untuk sampai di Pacitan.

Nggak mikir terlalu panjang saya segera kembali memacu motor saya mengikuti arahan dari warga setempat tersebut bahwa saya harus melewati daerah bernama Dongko, Panggul, dan Lorok untuk sampai di Pacitan. Kesan pertama begitu menggoda, jalan bagus dan mulus dengan kontur naik-turun layaknya jalan di perbukitan dengan pemandangan yang indah, hijau semuanya sepanjang mata memandang. Namun itu tidak lama karena perjalanan sesungguhnya baru akan dimulai.

Trenggalek-Pacitan

Jalan Trenggalek-Pacitan yang saya temui berubah menjadi jalan yang banyak lubang dan sangat jelek. Saya tidak bisa memacu motor saya dengan kencang. Saya hanya bisa berjlana 20-30 km/jam. Lubang dimana-mana, kalau lewat sini Anda harus pandai memilih jalan karena banyak lubang yang cukup dalam. Jalan yang naik-turun dan penuh tikungan akan semakin menyulitkan perjalanan Anda. Perjalanan terasa sangat lama apalagi jalan ini sangat sepi, hanya 1-2 kendaraan yang lewat. Pemukiman warga? Sangaaattt jarang.. Sepertinya saya akan terjebak malam di jalanan ini karena sebentar lagi matahari akan tenggelam.

Saya terus berjalan menikmati guncangan-guncangan dari motor yang melibas jalan yang sangat parah ini. Tidak lama kemudian matahari benar-benar tenggelam. Sekarang saya tidak tahu Dongko itu dimana, Panggul itu dimana, Lorok itu berapa kilometer lagi. Tidak ada petunjuk jalan yang tersedia. Saya hanya fokus untuk terus berjalan karena jalan ini tidak bercabang dan hanya jalan satu-satunya. Kenapa harus fokus? Selain jalannya banyak lobang dan berliku-liku, hari juga sudah gelap. Tidak ada penerangan sama sekali di jalan. Saya cuma bisa mengandalkan penerangan dari motor saya yang sialnya mati lampu jarak dekatnya padahal sudah saya ganti saat servis beberapa hari yang lalu. Sekarang lampu jarak jauh berdaya 55 watt yang bisa saya andalkan. Beberapa kali saat memacu gas agak dalam saya tiba-tiba mengerem dengan agak keras karena jalan membelok sedangkan saya mengira masih lurus. Sedangkan yang lurus itu adalah jurang tanpa penghalang. *Fiuh.. Maklum saja nggak ada marka jalan jadi semua keliatan hitam saja. Sempet frustasi juga sih lewat jalan yang hancur di malam yang gelap gulita seperti ini, sendirian pula. Rasa frustasi timbul karena settingan suspensi motor saya cukup keras, sangat nggak cocok untuk melewati jalan yang banyak lubang seperti ini. Naik kuda besi ini seperti naik kuda beneran yang melompat-lompat. :(

Trenggalek-Pacitan

Saya sudah berjalan lebih dari dua jam, tapi hutan-hutan ini tidak kunjung berganti menjadi pemukiman-pemukiman warga. Ketika jalan sudah agak bagus saya menemukan sebuah SPBU. Ini satu-satunya SPBU yang saya temui di tengah kegelapan malam itu. SPBU yang tergolong kecil dan tidak ramai. Saya berhenti tidak untuk mengisi bahan bakar karena bahan bakar saya masih cukup banyak semenjak mengisi dari Surabaya pada pagi hari tadi. Saya shalat dulu dan istirahat sebentar. Kemudian saya bertanya kepada bapak-bapak yang saat itu juga selesai shalat. Kota Pacitan masih sekitar 55 km dari situ menurut info bapak itu dan SPBU ini masih masuk Kabupaten Trenggalek. Saya harus melewati Lorok dengan kondisi jalan yang masih sama seperti yang saya lewati tadi. *shock*

Perjalanan dilanjutkan dan memang benar jalannya masih saja melewati perbukitan. Sepertinya wilayah Jawa bagian selatan memang dipenuhi oleh perbukitan kapur mulai dari Wonosari sampai dengan Trenggalek ini. Kembali saya hampir masuk jurang karena terlalu bernafsu menggeber motor padahal jalan sangat gelap. Iseng-iseng saya berhenti di tengah jalan untuk mengambil foto kegelapan malam saat itu. Saya sih berharap bakal ngeliat yang nggak-ngak, tapi ternyata nggak ketemu juga. Hehe..

Trenggalek-Pacitan

Singkat cerita saya sampai juga di Lorok. Saya kurang paham Lorok ini nama apa, tapi sepertinya sih nama kecamatan karena di Lorok sudah banyak pemukiman penduduk. Intinya sih lebih ramai dibandingkan Dongko maupun Panggul yang sebelumnya saya lewati. Hanya saja jalannya juga masih parah, banyak lubang disana-sini. Jarak dari Lorok sampai ke Kota Pacitan masih sekitar 40 km lagi. Nggak jauh dari Lorok saya melewati PLTU Sudimoro. Katanya ini PLTU yang baru beroperasi di Pacitan. Berarti saya udah deket dengan Pacitan dong..

Setelah PLTU itu jalan udah halus walaupun agak sempit. Untuk papasan dua mobil aja yang satunya harus mengalah keluar dari badan jalan. Kebetulan ada sebuah mobil Toyota Inova yang cara mengemudinya agak gila juga dengan kondisi jalan sempit dan berliku seperti ini. Mobil berplat merah dengan nomor polisi berawalan AE. Saya mengikuti terus mobil itu untuk mendapatkan racing line (halah kayak balapan aja) yang bagus. Salutnya saya ngikutin ini mobil bisa nembus lebih dari 100 km/jam. Pengemudi mobil ini termasuk nekat juga. Dari caranya mengemudi sepertinya dia sudah sangat hafal dengan jalan ini. Saya menjadi tidak ragu untuk mengikutinya. Saya mengikuti mobil ini sampai di Kota Pacitan. Wuaahhh.. Sampai juga di kota, rasa deg-degan sepanjang perjalanan yang mencekam tadi sudah hilang. Waktunya untuk rileks sejenak..

Bagi yang mau melewati jalur Trenggalek-Pacitan saya anjurkan untuk tidak melewati jalur Dongko-Panggul-Lorok yang saya lewati ini. Lebih baik sedikit memutar lewat Ponorogo tapi dengan kondisi jalan yang lebih baik dan lebih ramai. Apalagi jika sendirian saja di malam hari, sangat tidak dianjurkan. Anda akan sangat kerepotan jika terjadi pecah ban atau kehabisan bensin. SPBU kalau tidak salah cuma ada 1-2 tempat saja sepajang jalur ini dengan jarak yang cukup berjauhan. Sekitar 65 persen jalan yang dari Trenggalek ke Pacitan ini berupa tanjakan. Ada beberapa jalur tanjakan yang cukup panjang, bahkan sampai 10 km. Nah jarak dari Trenggalek ke Pacitan berdasarkan trip meter di motor saya adalah sejauh 125 km dengan waktu tempuh 4 jam. Bandingkan saja dengan Surabaya-Trenggalek dengan jarak 190 km yang bisa saya tempuh dalam waktu 3,5 jam saja. Saya bakal berpikir ratusan kali kalau sebelumnya tahu jalurnya akan seperti ini. Tidak selalu jarak terdekat memberikan waktu tempuh lebih cepat. Bijaklah dalam memilih! *loh*


34 komentar:

  1. Oalaaahhh Mas....hati-hati yah lain kali. Memangnya pas waktu nanya jalur, nggak ada angkutan umum yang melewati daerah tsb juga yah?

    haduh Mas Tri, koq berani banged sih. kalau saya, mungkin akan jiper trus puter balik aja deh, walaupun ternyata Pacitan sudah beberapa kilo di depan. hahaha....serem mas. Saya takut begal, saya juga takut hantu. amit2 deh. Kayaknya kalau di Sumatera, Mas Tri nggak boleh nekad kayak gini deh. apalagi, motornya bagus. saya juga mau *hahahaha*

    jadi, ada fitur penting apa di Dongko, Panggul dan Lorok?

    *satu pertanyaan OOT* Mas Tri punya indera lebih dari 5? 5,5? atau 6? barangkali?

    BalasHapus
  2. angkutan umum sih ada mas rute trenggalek-dongko-panggul-lorok-pacitan tapi sangat jarang, dan mulai menghilang pada jam 5 sore.. dongko, panggul, lorok nggak ada apa-apa mas.. masih penuh dengan hutan dan semak-semak, pemukiman juga sangat jarang. kalopun ada hanya beberapa rumah yang keliatan ada di atas bukit.. pokoknya nggak saya sarankan deh lewat sini, kalo siang masih bisa dipertimbangkan lah..

    indera lebih dari 5? kayaknya nggak deh mas.. cuma modal keberanian dan nekat aja, saya nggak punya feeling apa2.. saya hanya selalu berpikir kalau mempunyai niat yang baik mudah2an akan diberi jalan yang baik juga.. :D

    BalasHapus
  3. Meutia Halida Khairani12 Juli, 2011 09:15

    gile ya. saya baca postingan ini jadi deg2an. nyampe nggak sih elo ke Pacitaaaan? Alhamdulillah nyampe. duh, kalo saya sendirian, malem gitu, jalan rusak, malah berdoa aja sepanjang jalan. maunya kamu bawa temen kek seorang. at least ada temen ngobrol pas jalan bolong2...

    BalasHapus
  4. nggak apa-apa mut sendirian, kali aja nanti di jalan ada yang bonceng saya di belakang.. hihihihii..

    BalasHapus
  5. Meutia Halida Khairani24 Juli, 2011 13:08

    mau ya di bonceng gituuu? cantik2 nggak yg di bonceng?? (ˇ_ˇ'!l)

    BalasHapus
  6. mau asal jangan lama-lama dan nggak ngeberatin. hahaha

    BalasHapus
  7. wuih surabaya trenggalek 3,5 jam ? ngebut banget dong, padahal saya pernah nyetir mobil surabaya kediri aja 3 jam.

    BalasHapus
  8. nggak juga sih mas.. kecepatan jalan luar kota antara 100-120 km/jam.. sedangkan dalam kota 40-60 km/jam

    BalasHapus
  9. Achmad_fauzi1012 Maret, 2012 20:59

    motornya apa bro ... aku juga suka touring ..... 

    BalasHapus
  10. yuk bro.. kapan2 touring bareng.. :D

    BalasHapus
  11. next time ya broo, semenjak perjalanan ini belum pernah ke trenggalek lagi.. :D

    BalasHapus
  12. waaahh...seruu,,jadi inget kisah2 ane waktu perjalanan jauh,,,sendiri juga...^_^


    coba bisa ane bukukan jadi tulisan kayak masnya,,bisa ndak kalah seru ni..hee.

    yogya-tulungagung..lewat jalur "Tidak diketahui" untungnya sih siang jadi ndak begitu mencekam..hee.

    BalasHapus
  13. mungkin lain kali bisa dijadiin tulisan mas, biar inget terus nanti kalo udah tua.. hihiihi

    BalasHapus
  14. wew mantab nih nie yang ane cari... trenggalek pacitan tapi lewat jalur paling selatan... dulu ane dari kediri ke pacitan tapi lewat ponorogo, kalo jalan sih lumayan bagus tapi jauhnya  nggak ketulungan masak bisa 6 jam.. padahal kediri jogja paling banter 4.5 jam.
    btw agan nih apa Mas Wijanarko yang di KASkus itu yah ?

    BalasHapus
  15. kalo siang monggo mas, kalo malam mending jangan deh.. deket tapi jalannya ancuur bangett..

    yang di kaskus? ID-nya apa ya?

    BalasHapus
  16. kalo dari surabaya berapa kilo gan?? aku juga suka touring.. dan pengen ke pacitan..
    kira2 abis duit berapa??

    BalasHapus
  17. Oi! mas tri salam kenal,saya amri. saya tidak sengaja melihat tulisan ini yang setelah saya baca ternyata daerah saya termasuk di dalamnya haha.. ya PANGGUL adalah kec. tempat saya lahir dan tinggal sampai saat ini. SALUT buat mas tri yang pernah melewati jalur "cadas" tgalek-pacitan saat malam hari sendirian lagi.. o iya mas waktu perjalanan tgalek-panggul sebenarya banyak pemukiman penduduk mungkin krn suasana malam jadi mungkin kurang begitu kelihatan,kalau soal jalan wah.. super menjengkelkan memang,tapi ada yang keliru mas bahwa panggul itu sebenernya lebih ramai bila di banding lorok atau dongko,foto SPBU itu udah dekat sama panggul cuma 2 km saja,setelah panggul mas tri masuk hutan lagi trus ketemu sama PLTU,masuk hutan lagi baru ketemu lorok.. coba kemaren mas tri berkendara siang hari pasti waktu tempuhnya gak segitu leletnya dan bonusnya bisa mampir di beberapa objek wisata pantai konang,konservasi penyu taman kili-kili atau pantai pelang dengan air terjun fresh waternya yang alami... kalau soal keamanan gak usah takut begal atau sebagainya mas,jalur tgalek-pacitan aman jaya cuma kalau bengkel/tambal ban emang susah sebaiknya ada temanya yg lebih banyak saat touring mas biar lebih enak ngriddingnya..
    tapi bagaimanapun juga tetep saya ucapkan SALUT buat anda karena ini perjalanan anda pertama kalinya melewati jalur menjengkelkan itu. terimakasih pernah melintasi daerah saya dan menuliskanya,semoga bermanfaat. salam dari saya amri rebel.
    FB = Amri rebel
    twitter = di hack orang
    http://bunkerair.wordpress.com/

    BalasHapus
  18. jalannya bener-bener gila, mau ngebut juga nggak bisa mas. haha.. lampu motor saya yang sudah segitu terangnya aja nggak bisa nembus gelapnya jalanan sana.. thanks kunjungannya.. salam kenal :)

    BalasHapus
  19. Mas, kalo boleh tau naik motor apa (merk) ? 
    kelihatannya motor sport tuh,.... apa ga sulit ya riding positionnya di jalan yg kaya gitu.....
    plis dijawab ya..........
    maaf, makasi.........

    BalasHapus
  20. nggak apa-apa nih sebut merk? nanti dikira promosi.. heuheu.. iya memang pakai motor sport.. riding position yang agak bungkuk emang sedikit ribet sih apalagi jalannya cukup mendebarkan nggak karuan.. haha.. mending kalo buat touring pakai motor sport jenis touring, supermoto, atau street fighter biar punggung sama lengan nggak pegel :D

    BalasHapus
  21. saya udah coba lewat jalur ini yg ternyata jalanya masih rusak yg paling parah daerah dongko-panggul

    BalasHapus
  22. Rifqy Faiza Rahman12 Maret, 2013 22:35

    Perjalanan yang cukup menegangkan, karena jarang keramaian kalau malam hari. Masih terhambatnya JLS setelah Kebonagung dan Lorok (PLTU), membuat kita harus berjuang melewati jalanan seperti itu. Memang lebih baik dari Trenggalek memutar dulu ke Ponorogo, baru ketemu perempatan Dengok (ponorogo) belok arah k kiri ke Pacitan sekitar 75-80 km lagi. Pom bensin sepanjang trenggalek - pacitan cuma ada 2 mas, di lorok sm di kebonagung, hehe.

    Salam dari wong pacitan :)

    BalasHapus
  23. dan saya salah seorang yang bisa dibilang "kapok" lewat jalur trenggalek-pacitan.. badan remuk redam, apalagi malam sangat sepi nggak ada apa-apa, bahkan rumah penduduk sekalipun sangat jarang.. :))

    BalasHapus
  24. Haha Jempol Aj Buat Om ..kapan main di kec.bendungan trenggalek lwt jalur rejowinangun ...jalannya adventure bgt..hehehe

    BalasHapus
  25. Haha Jempol Aj Buat Om ..kapan main di kec.bendungan trenggalek lwt jalur rejowinangun ...jalannya adventure bgt..hehehe

    BalasHapus
  26. Hendra Susanto17 April, 2013 23:48

    hehehe... gw SALUT dg keberanian mas bro touring Surabaya-Trenggalek-Pacitan yang tentunya mas bro melewati rute Gandusari, Durenan, Pogalan, Trenggalek, Karangan, Suruh, Dongko, Panggul, Sudimoro ( PLTU ), Lorok ( Ngadirojo ), Tulakan, Kebonagung, Pacitan. Dari Trenggalek ke Panggul sekitar 57 Km, dan Panggul-Pacitan sekitar 80 Km. Kondisi jalan Trenggalek-Panggul memang memprihatinkan namun Panggul-Lorok sudah lebar dan aspal Hotmix dan Lorok-Pacitan Sempit. Dari Watulimo sampai Panggul sebetulnya mas bro bs lewat jalan alternatif Watulimo, Gandusari, Kampak, Munjungan, Panggul selisih 15 Km lbh dkt daripada lewat Kota Trenggalek dan tentunya mas bro tdk melewati Durenan, Pogalan, Trenggalek, Karangan, Suruh, Dongko. Namun kondisi jalan Watulimo, Munjungan, Panggul sangat extrim 75x lipat jalur Dongko Panggul. Dsana mas bro akan melewati jalan tanjakan tertinggi di kabupaten Trenggalek dan jalan diatas laut ngadipuro ( Munjungan ). Untuk SPBU sepanjang jalur Trenggalek-Pacitan via Panngul-Lorok ada 3 mas bro yakni Karangan ( msh masuk wilayah kota Trenggalek ), SPBU desa Nglebeng ( Panggul ), dan SPBU Ngadirojo ( Lorok ). Namun sukses slalu buat mas bro yg sdh melewati jalur tersebut.


    Salam Bikers
    ARPASS Panggul-Trenggalek

    BalasHapus
  27. Hendra Susanto17 April, 2013 23:58

    Satu lg mas bro... Jangan kapok dong... karena saya yakin selain Trenggalek ditempat lain masih banyak kondisi jalan yg lbh extrim lg, Bukankah tantangan itu hrs kita patahkan?

    BalasHapus
  28. sekarang jalur tersebut sdh bagus n mulus, naik motor sgt enjoy. tapi tetap sangat sepi di malam hari. beruntung anda gk ketemu dhemit. kemarin ak dari panggul lewat sana. selepas pltu pacitan di tengah belantara nan gelap gulita habis magrib aku sempat lihat pocong disisi kiri jln. ak lgsung berhenti bentar sambil komat kamit baca ayat kursi stlah hlg baru kugeber motor trs ke pom bensin trs ke ponorogo. Alhamdulillah sampai rmh ponorogo sikon lancar aman terkendali..hanya peristiwa mistis di hutan lorok itu saja yang sempat bikin shock..hehe..

    BalasHapus
  29. maaf mas, saya menebak.....
    kayaknya motornya H*nda CB* ya,....
    hehehe....
    maaf, trims

    BalasHapus
  30. kalau mas sekarang lewat jalan itu lagi mas bro tidak akan menemukan jalan extrim seperti mas bro critakan itu..nah tepatnya sudah 4 bulan yang lalu jalan trenggalek-pacitan sekarang jalannya sudah pelebaran mas bro.....aspal hotmik mulus layaknya paha ayam kampus.......maklum jadi jalur lintas selatan.apalagi jalan lorok-pacitan sudah selesai duluan mas bro....dijamin touring mas bro akan berbeda dengan yang lalu.....
    pesan saya hanya satu...kalau lewat jalur baru ini mas bro usahakan pada pagi-sore hari..dijamin pemandangannya sangat bagus,...jangan lupa mampir dirumah saya......saya asli trenggalek

    BalasHapus
  31. Wahyudis Satya Ahmad02 Januari, 2014 20:32

    Kalau bukan jiwa touring mendingan jagan lewat Trenggalek, Karangan, Suruh, Dongko, Panggul, Sudimoro ( PLTU ), Lorok ( Ngadirojo ), Tulakan, Kebonagung, kalau mau ke pacitan,
    mendingan lewat nganjuk, saradan, madiun, ponorogo baru pacitan,

    Salam Dari:
    Mherat Edventure Team..
    Blarrr,,,Blarrrrrr..........

    BalasHapus
  32. emang benar guys,,,,jalan trenggalek,dongko,panggul ancuur...cos dalm masa perbaikan juga,,,kapook saya lewat situh,tapi kemaren siih tujuan saya bukan ke pacitan tapi ke pantai pelang trenggalek.

    salam dari:
    whiteblack touring team
    brrrrrr

    BalasHapus
  33. Sekarang jalannya sudah bagus mas, lebih mulus dr jalan kota trenggalek.
    Saya orang bandung jawa barat mas tp saya tahu karna bapak saya kontraktornya. Saya informasikan biar banyak yg lewat sini dan supaya daerahnya lebih berkembang karna orangnya baik".

    BalasHapus