7 September 2011

Dieng Culture Festival 2011: Potong Rambut Gimbal

Dieng Culture Festival 2011: Potong Rambut Gimbal

Arak-arakan kereta yang beserta tarian-tarian yang mengiringi tujuh anak berambut gimbal sudah sampai di Komplek Candi Arjuna. Tujuna anak gimbal ini dibawa ke semacam pendopo yang terletak tidak jauh dari Candi Arjuna untuk dimandikan. Para wartawan, fotografer, dan pengunjung yang mempunyai kartu pass berlarian menuju lokasi untuk mendapatkan foto-foto terbaik. Suasana tampak sangat hening, yang terdengar hanyalah shutter kamera dari para fotografer dan pengunjung. Sesepuh adat terlihat berdoa sementara itu beberapa ibu-ibu paruh baya memercikkan air dengan menggunakan daun kepada tujuh anak gimbal yang akan dipotong rambutnya ini. Cara memandikannya memang tidak diguyur dengan banyak air, tapi cukup dengan memercikkan air dengan daun.

Selesai dimandikan, anak-anak ini dibawa ke Candi Arjuna. Suasana sudah sangat riuh ramai. Para penonton sudah berjubel di luar pagar Candi Arjuna. Bahan pagarnya bukan dari kayu atau besi, tapi hanya berupa kain putih yang dipasang melingkari candi. Sementara itu para jurnalis dan pengunjung yang sudah membeli kartu pass berbondong-bondong masuk ke dalam area pemotongan rambut gimbal ini termasuk saya. Beruntung sekali saya membeli kartu pass ini karena kalau nggak beli dijamin nggak keliatan. Pengunjung yang datang itu jumlahnya ribuan, sedangkan para jurnalis yang meliput di dalam juga sangat banyak. Saya yang sudah punya kartu pass saja harus rela berdesak-desakan dengan para jurnalis lainnya untuk mendapatkan posisi yang pas.

Dieng Culture Festival 2011: Potong Rambut Gimbal

Dieng Culture Festival 2011: Potong Rambut Gimbal

Dieng Culture Festival 2011: Potong Rambut Gimbal

Sesajen sudah lengkap tersedia di depan Candi Arjuna. Beberapa barang yang diminta oleh si anak gembel juga sudah ada. Para tamu undangan juga sudah masuk ke lokasi pemotongan rambut gimbal. Seperti biasa, sebelum acara inti dimulai selalu ada sambutan-sambutan dari para tokoh dan pejabat yang diundang dalam acara ini. Namun itu tidak lama.

Matahari sudah benar-benar di atas kepala, terasa panas sekali. Dieng siang itu sangat cerah, tanpa kabut sama sekali. Satu per satu anak dipanggil naik ke atas Candi Arjuna untuk dipotong rambutnya. Pemangku adat terus berdoa sementara itu pejabat yang diundang dipersilahkan untuk memotong rambut dari anak-anak gimbal ini. Ada empat orang lelaki berdiri dengan payung disisi kiri dan kanan candi untuk memayungi saat ritual dilaksanakan dan ada seorang yang terus-menerus melemparkan beras kuning ke atas. Sementara itu dua orang gadis dengan pakaian kemben khas Jawa membawa wadah yang sudah dipersiapkan untuk menaruh rambut hasil pemotongan. Selama proses pemotongan rambut gimbal, ada anak yang terlihat diam saja dan menurut tapi ada juga yang menangis histeris.

Tipe rambut gimbal anak-anak ini berbeda-beda jenisnya. Ada yang rambutnya lurus tapi saling lengket antar rambut, tapi ada juga yang memang benar-benar sangat gimbal seperti layaknya rambut almarhum Mbah Surip. Sayangnya pada ritual kali ini tidak ada anak yang rambutnya sangat gimbal yang mau dipotong. Ketujuh anak yang dipotong rambutnya ini gimbalnya tidak terlalu, hanya biasa saja.

Dieng Culture Festival 2011: Potong Rambut Gimbal

Dieng Culture Festival 2011: Potong Rambut Gimbal

Dieng Culture Festival 2011: Potong Rambut Gimbal

Lucu juga sih karena tujuan pemotongan rambut ini adalah untuk membuang rambut yang dianggap membawa kesialan. Proses pemotongan rambut gimbal hanya berlangsung kurang lebih satu jam. Para jurnalis foto yang sebelumnya berlomba-lomba dan saling dorong untuk mengambil gambar juga sepertinya sudah mulai jenuh, apalagi matahri bersinar sangat terik. Perlahan-lahan ada yang mulai mundur, ada juga yang cuma ngobrol-ngobrol sambil duduk menyaksikan prosesi acara.

Acara pemotongan rambut pun berakhir, para penonton mulai bubar. Sementara itu di lapangan yang terletak di dalam Komplek Candi Arjuna masih digelar tari-tarian yang tadi mengiringi kirab. Saya yang sudah mulai merasa lapar kemudian meninggalkan lokasi dan menuju warung untuk makan siang. Apakah ritulanya sudah berakhir? Beluum!! Karena masih ada larung rambut gimbal hasil dari pemotongan rambut tadi.


4 komentar:

  1. jadi penasaran kenapa ada anak-anak berambut gimbal di sana, dan kenapa sampai ada acara adatnya segala

    BalasHapus
  2. silahkan cek disini mbak ria http://www.wijanarko.net/2011/08/fenomena-anak-rambut-gimbal-di-dieng.html

    BalasHapus
  3. Meutia Halida Khairani18 September, 2011 04:38

    hmmm, ngga ada stylistnya ya utk potong rambut mereka? hahaha. gile ya, sebegitunya bgt tu rambut sampe acaranya aja segede itu.

    BalasHapus
  4. nggak ada mut, yang motongin malah para pejabat yang diundang.. haha..

    BalasHapus