24 September 2011

Menuju Sipiso-Piso Dari Kabanjahe

Menuju Sipiso-Piso

Terminal Kabanjahe merupakan terminal kecil yang terletak di Kabupaten Kabanjahe (Brastagi). Jaraknya masih agak jauh dari Kota Brastagi. Turun di Terminal Kabanjahe menurut saya tidak seperti halnya jika turun di terminal-terminal yang ada di Pulau Jawa. Biasanya kalau turun di terminal yang ada di Jawa kita langsung dikerumuni oleh para calo, tukang ojek, maupun sopir taksi yang menawarkan jasanya dengan setengah memaksa. Kalau disini malah nggak kelihatan kesibukan seperti itu. Semuanya biasa saja, tidak ada calo yang mendekati saya. Hanya ada angkot yang mendekati mobil Sumatera Transport yang baru datang ini.

Saya mencari-cari angkutan Sinar Sepadan untuk menuju ke Merek namun tidak saya dapatkan. Setelah bertanya kepada seseorang ternyata Sinar Sepadan ngetemnya di terminal yang ada di seberang jalan sana. Saya baru tahu kalau terminalnya nggak jadi satu melainkan terpisah oleh jalan raya. Lagi-lagi saya beruntung mendapatkan angkutan yang sudah siap berangkat, jadi nggak perlu menunggu lama.

Menuju Sipiso-Piso

Angkutan Sinar Sepadan ini bentuknya sama dengan Sumatera Transport yang tadi saya naiki dari Medan sampai Kabanjahe yaitu berupa mini bus/elf. Warnanya didominasi oleh warna hitam dengan tulisan “CV. Sinar Sepadan” yang sangat jelas di bagian depan dan samping. Trayek angkutan ini adalah dari Kabanjahe menuju Pematang Siantar. Tentu saja saya nggak akan naik sampai di Pematang Siantar, tapi nantinya turun di perempatan Merek Situnggaling. Ongkosnya untuk jarak yang cukup dekat ini agak mahal, saya disuruh bayar 6.000. Nggak tahu deh ongkos yang sebenarnya berapa.

Mungkin memang sudah tabiatnya sopir Medan suka ngebut-ngebut kali yah.. Walaupun jalannya super jelek tetep aja sepertinya sopir segan untuk mengurangi kecepatan. Terbukti walaupun jalan dari Kabanjahe menuju Merek cukup jelek dan banyak lubang tapi tetep aja ngebut sampai penumpang di dalamnya terpental-pental. Saya sih ngerinya cuma kalau terjadi patah as roda. Hohoho.. Selain sopirnya yang bisa dibilang sinting, jangan kaget juga kalau melihat para penumpang naik angkutan sampai memenuhi atap mobil maupun bergelantungan di pintu belakang. Sudah menjadi hal yang umum melihat pemandangan tersebut di Sumatera Utara.

Menuju Sipiso-Piso

Dalam perjalanan yang penuh dengan debu ini Anda akan disuguhi oleh hamparan luas kebun jeruk sepanjang jalan. Bahkan kalau Anda berniat membeli jeruk, Anda bisa memetiknya langsung dari pohonnya. Kalau nggak mau metik langsung yang sudah dipetik juga ada. Ini berlaku kalau Anda membawa kendaraan pribadi ataupun menyewa. Kalau naik angkutan umum seperti saya ini ya bakalan repot. Selain jeruk, hasil pertanian disini juga berupa sayur-sayuran seperti kol. Letaknya yang berada di dataran tinggi membuat Brastagi sangat cocok untuk bertani sayuran dan buah-buahan.

Perjalanan dari Kabanjahe sampai Merek membutuhkan waktu tidak sampai satu jam. Saya sudah sampai di Merek tapi saya tidak turun di persimpangan Merek. Persimpangan Merek merupakan persimpangan yang cukup besar. Dari arah Kabanjahe kalau belok kiri berarti menuju ke arah Pematang Siantar, sementara kalau belok kanan menuju ke arah Sidikalang. Sekitar 300 meter dari persimpangan Merek ada persimpangan yang menuju ke Tongging/Air Terjun Sipiso-Piso. Saya turun di persimpangan tersebut karena tujuan saya adalah ke Air Terjun Sipiso-Piso. Dari persimpangan ke air terjun masih cukup jauh, kurang lebih sekitar 3 km. Kalau Anda kuat jalan sih nggak masalah karena udaranya juga cukup sejuk. Untuk ke air terjun saya lebih memilih untuk naik becak motor yang banyak ngetem di persimpangan tadi. Becak motor memang menjadi alat transportasi andalan di Sumatera Utara. Anda nggak akan menemui becak kayuh disini. Mungkin karena kontur tanah disini yang berbukit-bukit sehingga agak kerepotan juga kalau harus menggunakan becak kayuh. Udaranya sangat sejuk, di samping kiri saya juga terlihat pemandangan bukit yang sangat hijau. Unik, bukitnya hanya ditumbuhi rerumputan dan sedikit pohon yang berukuran pendek. Tidak ada pohon-pohon yang menjulang tinggi di bukit ini. Ongkos becak motor nggak terlalu mahal, hanya 5.000 saja saya sudah di antar sampai di lokasi Air Terjun Sipiso-Piso. Kemudian retribusi masuk ke Air Terjun Sipiso-Piso juga murah cuma 2.000. Penasaran dengan keindahan Air Terjun Sipiso-Piso? Tunggu postingan berikutnya! :D


5 komentar:

  1. mungkin maksudnya Terminal Kabanjahe itu adalah terminal kecil yang terletak di Kabupaten Karo kali yah Oom Tri :D walau kecil, Kabanjahe itu ibukota kabupaten loh. tapi sayang, pamornya kalah sama Brastagi yang cuma beberapa belas menit dari Kabanjahe.

    soal tarif Rp. 6.000 itu, memang bener koq Mas. Angkot Kabanjahe - Merek - Seribu Dolok - Pematang Purba - Pematang Raya - Pematang Siantar emang termasuk jalur yang miskin angkutan namun tarifnya mahal (pluas jalannya ruarrr biasa puaruaaaah -terutama di sekitar Pematang Raya-) >_< Ibu Anita Carolina Ginting yang kasih tahu saya. hehehe

    BalasHapus
  2. sepertinya sih iya mas.. karena banyak angkutan baik dari medan, siantar, sidikalang, maupun pangururan dengan tujuan kabanjahe.. tarifnya sih saya kira dari kabanjahe ke merek cuma 3.000 ternyata dua kali lipaat. hahaa.. kalo dibilang jalur miskin angkutan sebenernya nggak juga sih mas, banyak kok angkutan dari kabanjahe-siantar meskipun nggak sebanyak yang ke sidikalang ataupun pangururan.. kabanjahe-siantar kalo nggak salah ongkosnya 24.000 :D

    BalasHapus
  3. iya...hiks...mahal >.<

    padahal Kabanjahe - Medan cuma RP. 10.000. Saya sampai nggak percaya loch. hahaahaha

    BalasHapus
  4. Meutia Halida Khairani28 September, 2011 17:07

    saya belum pernah kesini.. jadi pengen deh menikmati kebun jeruk. kan medan terkenal dengan jeruk. kalo kebun teh dan kebun strawberry sih udah biasa ya..

    aceh jg ngga ada becak kayuh, semua motor

    BalasHapus
  5. iya mut.. kalo kebun teh sama strawberry di bandung atau bogor juga banyaak.. hmm.. baru tau juga kalo aceh juga nggak ada becak kayuh.. kalo di lampung sih becaknya masih kayuh semua..

    BalasHapus