25 September 2011

Takjub Dengan Keindahan Air Terjun Sipiso-Piso

Air Terjun Sipiso-Piso

Air Terjun Sipiso-Piso adalah air terjun yang terletak di tepi Danau Toba. Saya kurang tahu persis air terjun ini masuk daerah mana, apakah Merek Situnggaling atau Tongging. Yah pokoknya antara kedua daerah itu, kalau nggak Merek ya Tongging. Pergi ke Sumatera Utara untuk pertama kali sangat disayangkan kalau nggak mampir ke Air Terjun Sipiso-Piso. Kenapa? Keindahan alamnya yang mempesona membuat siapapun akan terkagum-kagum melihatnya. Berada pada daerah pegunungan membuat udara di sekitarnya sangat sejuk. Apalagi lokasi ini sudah sangat dekat dengan Danau Toba di sisi barat. Selain melihat air terjun, dari lokasi ini Anda bisa melihat pemandangan menakjubkan Danau Toba dari atas bukit.

Dari atas saja Air Terjun Sipiso-Piso sudah terlihat sangat indah. Air terjun terlihat seakan-akan sejajar dengan kita namun terlihat kecil. Untuk itu tidak lengkap rasanya kalau sudah sampai di Sipiso-Piso tapi tidak turun mendekat ke air terjun. Dari area parkir sampai ke air terjun memang jaraknya agak jauh. Anda harus mempersiapkan fisik yang prima untuk sampai di air terjun karena jalan terus menurun. Lutut Anda harus cukup kuat untuk menghadapi jalan model seperti ini. Jalan menuju air terjun sudah dibuat cukup baik namun Anda harus tetap berhati-hati karena beberapa bagian jalan setapak ini sudah banyak yang longsor.

Meskipun hari sudah sore, saya dengan santai berjalan kaki menuruni perbukitan menuju lokasi air terjun. Pastinya saya harus menyimpan cukup tenaga karena sedang melakukan puasa. Daripada saya paksakan jalan cepat tapi nanti malah lemes di tengah jalan. Sepanjang jalan hanya ada semak-semak di kanan dan kiri saya. Terkadang saya harus cukup berhati-hati untuk melewati jalan yang sudah agak rusak dan licin karena banyaknya butiran pasir yang berhamburan di jalan. Kalau Anda perhatikan di foto, ada garis-garis kecil yang membelah di antara rimbunnya rerumputan ya itulah jalan turun menuju air terjun. Suara-suara binatang seperti burung, jangkrik, maupun suara sejenis ular terus menemani perjalanan saya. Hari ini Air Terjun Sipiso-Piso tidak cukup ramai, hanya ada beberapa orang turun menuju air terjun. Sementara beberapa turis asing baik dari Eropa maupun China lebih banyak menghabiskan waktu dengan foto-foto dari atas. Mereka tidak ikut turun ke bawah mungkin dengan berbagai pertimbangan.

Air Terjun Sipiso-Piso

Beberapa kali saya harus berhenti untuk istirahat karena nafas sudah mulai tidak teratur lagi dan tenggorokan mulai mongering. Kalau saya tidak salah ingat ada dua pos yang bisa digunakan untuk beristirahat maupun berteduh dari teriknya matahari saat dalam perjalan ke air terjun. Dari pos ini saya sempat menahan nafas karena takjub melihat keindahan Danau Toba yang benar-benar luar biasa. Terlihat di tepi danau terdapat rumah-rumah yang berkumpul namun tidak banyak.

Setelah kurang lebih 30 menit berjalan akhirnya saya sampai juga di Air Terjun Sipiso-Piso. Air terjunnya cukup tinggi dengan debit air yang lumayan deras. Kalau di Jawa mungkin bisa dibandingkan dengan Air Terjun Grojogan Sewu yang berada di Tawangmangu-Jawa Tengah. Beberapa orang sedang asyik mendekati air terjun untuk berbasah-basahan. Memang airnya terasa dingin dan sangat segar. Sepertinya sangat enak untuk mandi di sore hari yang panas ini. Tapi karena takut sepatu dan pakaian saya basah terkena hembusan air terjun jadi saya memilih tidak terlalu mendekat. Saya cukup berada di sungai tempat air terjun ini mengalir untuk sekedar membasuh muka. Rasanya luar biasa, kelelahan menuruni bukit tadi terbayar dengan sempurna.

Air Terjun Sipiso-Piso

Saya tidak terlalu lama berada di bawah karena hari sudah sore. Saya hanya duduk-duduk sebentar saja, mengambil beberapa foto untuk kenang-kenangan terus cabut kembali ke atas. Nah waktu naik ini yang perlu perjuangan sangat ekstra. Jalannya nanjak amit-amit dan nggak habis-habis. Kali ini saya hampir menyerah, berkali-kali harus berhenti untuk istirahat. Tenggorokan kering banget, perut juga rasanya udah mulai mual-mual nggak jelas. Hohoho.. Ya udah santai aja untuk ke atasnya. Jalan beberapa meter berhenti istirahat 10 menit, begitu seterusnya. Jadi waktu naik ini saya butuh waktu yang agak lama, bisa sekitar 1 jam kali yah karena banyak berhentinya. Tapi nggak apa-apa sih daripada jackpot karena perut udah mual-mual. Haha.. Terlebih lagi ada backpack dengan berat kurang lebih 10 kg yang membebani punggung saya. Alhamdulillah yah *Syahrini mode* saya sampai juga di atas. Langsung deh istirahat untuk meregangkan otot-otot kaki yang udah lama banget nggak dipakai jalan jauh dan berat seperti ini. Dan yang paling penting sih masih kuat untuk puasa. Lagian kalau mau batalin juga pakai apa lha wong sepanjang perjalanan naik dan turun nggak ada yang jualan kok. Tapi kalau udah sampai di atas banyak tuh warung-warung yang jual makanan dan minuman. Tapi sayang aja kalau mesti batalin karena buka puasa tinggal beberapa jam lagi.

Pesen saya sih kalau Anda mau kesini persiapkan fisik Anda baik-baik. Kemudian kalau kesini sebaiknya jangan saat puasa. Tenaga bener-bener terkuras habis, rasanya seperti mau pingsan. Haha.. Kalau sudah siap turun ke air terjun sebaiknya bawa air minum yang cukup karena nggak ada yang jualan sepanjang perjalanan naik dan turun. Menurut saya sih untuk ke Air Terjun Sipiso-Piso jauh lebih berat daripada ke Coban Talun di Kota Batu yang saya datangi beberapa waktu yang lalu. Selamat menikmati!


9 komentar:

  1. nurhasty natalina sari26 September, 2011 15:50

    Komen pertama: Ya ampuuun Mas nekat banget jalan2 pas puasa, untung gak sampe batal. hehehe..Btw dari pertama liat air terjun ini di tv, udah ngiler bgt pengen kesana, keren!!

    BalasHapus
  2. ya dapet liburnya pas puasa sih mbak.. lagian sekalian jalan pulang kampung.. hehe..  kalau keindahannya sih nggak perlu diragukan lagi mbak..

    BalasHapus
  3. hihihi...selamat Oom Tri! anda sudah berhasil turun dan naik ke air terjun tertinggi di Indonesia. hohohoho *kasih piagam* hohohoho

    mm...skrg lumayan rame yah? waktu saya pergi, yang turun nggak ada sama sekali. makanya agak agak ngeri gitu Mas. hehehe. untung ada temen saya, makanya nggak sendirian. Kalau saya nekad sendirian sampai dasar sih wiii...ngebayanginnya aja nggak berani. hiiiii

    soal naik yg amit2, saya setuju banged. temen saya sampe kelelahan dan terserang sengatan matahari dan butuh istirahat lama dan sampai dipapah supaya bisa berjalan. kasihan.

    fisik prima, air minum, suasana fun, dan teman yang banyak memang penting banget buat nurunin air terjun ini.

    BalasHapus
  4. baru tau kalo ini air terjun tertinggi di indonesia.. *tepuk tangan* hohhoho..

    waktu saya kesana kemaren sih yah lumayan lah, banyak turis asing yang datang dengan bus.. yang turun ke dasar air terjun sih cuma bisa dihitung dengan jari..

    BalasHapus
  5. he eh...tertinggi nich : 120 meter. Jadinya Coban Talun, Grojogan Sewu, Coban Rondo bukan pesaing terdekatnya. hehehehe

    BalasHapus
  6. Subhanallah ...salut bin keren jalan2 sambil puasa :D ... pasti ngos2an tuch mas tri... buy the way bus way ... itu air tejunnya asliii kuereeenn bangeett ya

    BalasHapus
  7. yah mungkin ini salah satu air terjun paling bagus yang pernah saya datangi mbak.. :D

    nggak cuma ngos-ngosan mbak.... tengorokan juga kering.. hahaha

    BalasHapus
  8. Meutia Halida Khairani28 September, 2011 20:55

    sesak napas baca postingan ini. gile ya, curug cimahi aja yg nanjak bgt tapi pendek jaraknya saya udah sesak napas. itu lagi ngga puasa. apalagi ini yah...? makanya tu bule' pada ngga turun mungkin tau berat bgt kesananya...

    BalasHapus
  9. kalo kesini tanpa fisik yang kuat mending cari aman aja, ngeliat air terjun dari atas.. kalo bule2 sih pada ikut paket tour jadi sepertinya juga nggak diijinkan untuk turun sama tour leadernya.. biasa lah kalo paket tour itu waktunya cuma sebentar2 di tempat wisata..

    BalasHapus