11 Oktober 2011

Ada Makam Raja Sidabutar Lagi??

makam raja sidabutar

Perjalanan saya mengeliling objek-objek menarik sepertinya sudah akan berakhir setelah melihat patung Sigale-Gale tadi. Namun saat dalam perjalanan ke arah jalan raya melewati kios-kios pedagang souvenir saya melihat petunjuk arah menuju Makam Raja Sidabutar. Loh udah deket tepi jalan raya tapi kok ada Makam Raja Sidabutar lagi? Bukannya yang tadi saya kunjungi juga Makam Raja Sidabutar? Lha terus ini Makam Raja Sidabutar yang mana lagi? Daripada penasaran saya langsung saja mengikuti petunjuk arah tersebut.

Dengan mengikuti petunjuk arah tadi saya digiring ke sebuah komplek pemakaman. Kali ini kompleknya nggak sebagus seperti komplek Makam Raja Sidabutar yang saya kunjungi tadi. Komplek yang dekat dengan jalan raya ini berada di bawah rimbunnya pohon. Seperti sebelum-sebelumnya, nggak ada orang disini. Saya adalah pengunjung pertama yang datang pada hari tersebut. Di komplek pemakaman ini saya melihat sebuah makam batu yang mirip dengan makam Raja Sidabutar kedua di komplek makam sebelumnya. Makamnya berupa batu besar utuh berwarna merah kusam, kemudian di bagian depan terdapat pahatan wajah raja. Di bagian bawah pahatan wajah raja terdapat pahatan seorang laki-laki yang mungkin adalah panglima. Sedangkan pada bagian belakang ada pahatan seorang wanita. Lha kok mirip sekali sama makam Raja Sidabutar kedua pada komplek sebelumnya yah? Bedanya di sebelah kanan dan kiri makam ini terdapat patung dua ekor gajah yang seolah-olah sedang menjaga rajanya. Yang saya bingungkan, makam ini punya Raja Sidabutar yang mana lagi? Gini nih kalau nggak ada guidennya, nggak tahu apa-apa.. :D

makam raja sidabutar

makam raja sidabutar

Masih di dalam komplek yang sama, disana terdapat patung-patung yang berdiri melingkar berjumlah 18 buah. Ada juga satu set kursi dan meja batu. Selain itu juga ada beberapa makam yang berornamen salib. Tentu saja orang yang dimakamkan dengan ornamen salib tersebut sudah menganut agama nasrani. Kalau Anda mau menyaksikan pertunjukan patung menari Sigale-Gale juga ada loh di dekat komplek makam ini. Sayang juga yah datang kepagian jadi nggak bisa dapat informasi yang lengkap dari guide yang ada disana. Kalau ada yang tau informasi yang lebih akurat dan benar tolong dilengkapin ya. Overall komplek makam ini cukup terawatt kok walaupun tidak lebih bagus dari komplek makam yang sebelumnya.


7 komentar:

  1. Entah ya Mas. tahun 2007 saya kesini, dan saya juga kebingungan karena ada dua makam Raja Sidabutar. Saya sampai berpikir bahwa salah satu makam ini nggak autentik lho. Kenapa saya sampai mikir begitu? yah, saya sih nggak sampai niat cari berdasar fakta, tapi sederhana aja :

    1. Makam Raja Sidabutar asli sudah diresmikan oleh PemProv SumUt, bahkan sampai dibuatkan hall dan papan plang nama resmi. Yang ini apa donk?

    2. Ada miniatur Batu Parsidangan atau yang dikenal dengan Batukursi. Sementara itu, Batu Parsidangan yang asli itu adanya di Ambarita. Maaf-maaf aja yah, meja yang ada di tempat ini koq kursinya cuma 4 dan ukurannya kecil yah? *tapi coba deh Mas Tri buka raja-sidabutar.blogspot.com. Mereka menggunakan gambar di lokasi ini sebagai profile picture-nya, bukan di makam yang resminya*

    3. Waktu tahun 2007, ada guide yang dengan semangat membiarkan kami mengeksplorasi tempat ini bahkan mengijinkan kami berpose dengan Tungkot, katanya biar mirip Raja Batak jaman dulu. Ujung-ujungnya, kami diminta untuk berdonasi, bedanya, yang ini agak maksa.

    Nah, Mas Tri ke tempat ini pada tahun 2011 dan kondisinya tampaknya nggak jauh berubah yach? Jadi, Siapakah Raja Sidabutar yang dimakamkan di tempat ini?

    Sebagai info tambahan, di jalan raya Tomok - Tuk-Tuk Siadong, ada satu lagi makam Raja Sidabutar yang bergelar Ompu Raja Matio Sidabutar dengan kubur batu dan ukiran di atas tutup kubur yang sama persis seperti yang kita lihat sebelumnya. Saya nggak tahu deh, apakah ini merupakan keturunan dari Raja Sidabutar pertama atau bagaimana.

    mungkin juga saya salah sich, soalnya nggak ada penjelasan memuaskan sich mengenai dua makam lainnya di seputaran Tomok ini. *siapa tahu, wilayah Tomok pada jaman dahulu dibagi-bagi dan dikuasai oleh keturunan dan klan Raja Sidabutar? Bisa jadi kan?*

    BalasHapus
  2. Kok kita sepemikiran ya mas.. Waktu browsing-browsing saya dapat info kalau makam ini adalah makam Raja Ompu Tolu Sidabutar. Disana disebutkan kalau Raja Ompu Tolu Sidabutar merupakan Raja Sidabutar ketiga. Nah anehnya, Raja Sidabutar ketiga berdasarkan makam satunya yang lebih besar adalah Raja Solompoan Sidabutar yang sudah beragama kristen dengan makam berornamen salib. Bukan seperti makam ini yang masih menyerupai makam Raja Sidabutar pertama dan kedua  dengan corak penganut parmalim..

    Bisa jadi makam ini tidak autentik.. Tapi bisa juga seperti yang dikatanya mas lomar, ada beberapa kerajaan milik sidabutar yang berkuasa disini.. dan masing-masing kerajaan memiliki keturunan sendiri-sendiri.. mumet kalau dipikir.. ahahaha...

    BalasHapus
  3. Oh ya, kalau mau tau asli atau nggak.. Kalau berani suruh buka aja tuh mas tutup peti batunya.. Hohohoho.. :p

    BalasHapus
  4. hahahaha....tu tutup batu kayaknya nggak akan bisa dipindahkan oleh beberapa orang deh Mas. Plus, saya nggak mau terkena kutuk dan tulah lantaran membuka makam sembarangan. Ntar seluruh Mesir berair darah lagi *lochhhhh*

    BalasHapus
  5. kayaknya sih gitu mas, berat banget kayaknya itu tutup batu.. katanya tutup batu ini dibuka rutin untuk membersihkan  tulang-tulang di dalamnya.. nggak tau setiap berapa tahun.. yang jelas ada upacara adatnya..

    BalasHapus
  6. Jauhari Pangaribuan26 Juni, 2012 11:53

     hati-hati kau laeku Tri nanti kau kena kutuk orang batak bahaya karena di daerah kami,  tanah batak belum ada yang berani ngusulin membuka peti raja kami

    BalasHapus
  7. Aku tak akan senekat itu lah lae. Itu cuma gurauan, tak usah kau ambil hati.. :)

    BalasHapus