10 Oktober 2011

Belum Bisa Menyaksikan Pertunjukan Patung Menari Sigale-Gale

patung sigale-gale

Hanya selemparan batu dari Makam Raja Sidabutar ke arah luar terdapat objek lainnya yaitu Patung Sigale-Gale. Kalau Anda dari arah Pelabuhan Tomok urutan objeknya adalah Patung Sigale-Gale, Makam Raja Sidabutar, dan yang terakhir adalah Museum Batak. Karena Museum Batak saya kunjungi terlebih dahulu jadi urutannya terbalik. Hehe.. Patung Sigale-Gale terdapat persis di depan rumah adat Bolon. Di rumah tersebut terdapat tulisan pemiliknya yaitu T. Sidabutar. Apakah masih keturunan Raja Sidabutar? Nggak tau deh, mungkin iya. Menurut info, yang disebut rumah Bolon itu adalah rumah adat yang berukuran cukup besar dan biasanya dihuni oleh para raja dan keluarganya. Sementara rumah yang lebih kecil disebut Siamporik yang dihuni oleh para bangsawan. Kalau dilihat dari bentuk sepertinya memang nggak ada bedanya sih.

Nah, kalau patung Sigale-Gale adalah nama sebuah boneka dari kayu yang bisa menari. Agak penasaran juga ya, mana ada yang namanya patung bisa menari. Awalnya saya kira patung tersebut bisa menari karena ada hal yang mistis. Ternyata patung ini bisa bergerak dan menari karena digerakkan secara mekanis oleh manusia. Saat melakukan tarian, Sigale-Gale diiringi oleh alunan musik khas Batak Toba yaitu Gondang Mula-Mula, Gondang Somba, dan Gondang Mangaliat.

patung sigale-gale

Anda jangan heran kalau pertunjukan patung menari Sigale-Gale terdapat di beberapa tempat di Tomok. Yah memang patung Sigale-Gale nggak cuma ada satu, tapi ada beberapa. Tapi semuanya adalah patung replika. Sementara patung yang asli adalah patung yang bisa menari sendiri tanpa digerakkan secara mekanis oleh manusia alias bergerak secara mistis. Konon dulu Sigale-Gale yang merupakan anak raja ini sakit keras dan kemudian meninggal dunia. Sang raja stress ditinggal anak semata wayangnya ini. Tabib kerajaan mengatakan kalau raja sangat rindu kepada anaknya. Kemudian dibuatlah patung kayu yang menyerupai wajah Sigale-Gale. Tabib selanjutnya memanggil arwah Sigale-Gale dan dimasukkan ke dalam patung tersebut. Patung Sigale-Gale akhirnya menari dengan iringan musik batak. Namun tarian itu tidak berlangsung lama. Sigale-Gale hanya menari selama 7 hari 7 malam. Pada hari ke-8 patung Sigale-Gale berhenti menari. Nggak tau sekarang patung yang asli ini ada dimana karena yang ada saat ini hanyalah patung replikanya saja.

patung sigale-gale

Untuk bisa menikmati pertunjukan patung menari Sigale-Gale Anda harus membayar uang yang nggak sedikit, 80.000 per show. Memang murah kalau Anda datang beramai-ramai jadi bisa patungan bayarnya. Kalau sendiri sih lumayan bikin senut-senut. Lha harga penginapan saya per malam aja juga segitu kok. Kebetulan pula saya datangnya kepagian, jadi mana ada yang bisa diajak patungan untuk menonton pertunjukan ini. Lebih murah lagi kalau Anda bareng sama rombongan bule. Mereka yang bayar, Anda tinggal ikutan nonton aja gratis *cara licik*. Hoho.. Lagipula yang punya rumah dan juga Sigale-Gale ini sepertinya masih pada tidur. Belum ada tuh yang keluar rumah. Sebaiknya Anda datang kesini agak siang saja agar tidak melewatkan pertunjukan ini. Pastinya akan menarik dong, apalagi kalau Anda mau ikut menari dengan menggunakan kain ulos yang sudah disediakan. Sementara saya sepertinya harus melewatkannya. Cuma bisa ambil beberapa foto saja dengan Sigale-Gale. Bagi yang berfoto bersama Sigale-Gale tidak dipungut biaya, tapi disarankan untuk mengisi kotak sumbangan yang sudah disediakan. Lagi-lagi seikhlasnya dong ya.. :D


8 komentar:

  1. Serem gitu deh :O jadi inget permainan jelangkung

    hhihhi gpp gitu nebeng nonton sama orang bule ? ketauan banget ya kita gg mau ngemodal LOL

    BalasHapus
  2. gpp dong ya... nggak harus bule sih.. kalo ada rombongan tour lokal bisa juga nebeng nonton.. hhihi.. :D

    BalasHapus
  3. nurhasty natalina sari10 Oktober, 2011 14:33

    Untung yg ada tinggal patung replikanya, kalo yg asli agak menyeramkan ya.

    BalasHapus
  4. Paling seneng kalau kesini pas barengan rombongan turis, terutama Ibu-Ibu. Kenapa? Gampang, biasanya tur leader tuh paling seneng ajak ibu-ibu ini ikut manortor sambil menggunakan Ulos. Hihihi. Rombongannya segitu banyak, semuanya akan mengikuti gerakan sang tour leader yang menari sambil bercerita akan Patung SIgale-Gale. Di akhir tarian, akhirnya semua dipersilahkan menyawer ke tangan Sigale-gale ini. Lumayan, mulai dari Rp. 5.000 sampai beberapa puluh ribu, rame deh tangannya. hehehehe

    BalasHapus
  5. nggak tau deh mbak.. tapi mungkin ya biasa aja, cuma patung kayu gitu.. hehehe

    BalasHapus
  6. iya yang lebih penting gratis nontonnya.. hihihihi... *licik*

    BalasHapus
  7. kemaren saya nonton dong mas,kebetulan banyk rombongn keluarga yg lagi pada wisata,,, jd nontonnya gratisss....heheh

    BalasHapus
  8. sepertinya saya yang agak kurang beruntung :(

    BalasHapus