9 Oktober 2011

Berkunjung Ke Makam Tua Raja Sidabutar

makam raja sidabutar

Saat berkunjung ke Pulau Samosir khususnya Tomok, paling tidak ada tiga objek wisata di Tomok yang wajib dikunjungi antara lain Museum Batak, Makam Raja Sidabutar, dan Patung Sigale-Gale. Menariknya, semua objek ini berada pada komplek yang saling berdekatan. Setelah melihat koleksi yang ada di Museum Batak yang berada di area paling dalam alias paling ujung, saya berjalan ke arah luar melanjutkan acara keliling-keliling pagi hari ke Makam Raja Sidabutar. Sepanjang jalan di kanan-kiri akan banyak sekali toko-toko yang menjual souvenir khas Batak. Kalau Anda berminat silahkan membeli souvenir tersebut. Kalaupun nggak minat, pedagang-pedagang disini katanya cukup agresif dalam menawarkan barang dagangannya sehingga agak sedikit memaksa Anda untuk membelinya. Saya keliling objek-objek ini pada pagi hari, lebih tepatnya kepagian. Belum banya toko-toko souvenir yang buka. Malah bisa dihitung dengan jari toko yang sudah buka. Sehingga saya nggak bisa merasakan sendiri gimana nikmatnya dikejar-kejar penjual souvenir. :D

Makam Tua Raja Sidabutar sendiri berada di tengah di antara objek-objek lainnya. Pintu gerbangnya khas sekali mencerminkan budaya batak. Banyak ukiran ornamen-ornamen yang serupa dengan ornamen di Museum Batak. Simbol cicak dengan empat buah payudara juga masih ada loh. Bahkan dengan ukuran yang jauh lebih besar berada di tiang pintu gerbang sebelah kanan dan kiri. Sementara itu di bawah cicak terdapat ornamen mirip seperti manusia dalam posisi jongkok dengan kedua tangan seolah-olah sedang memegang lutut. Kurang tahu juga sih maksudnya apa. Warna merah, putih, dan hitam juga masih sangat mendominasi disini.

makam raja sidabutar

makam raja sidabutar

Sebenarnya untuk masuk ke Makam Raja Sidabutar ini diwajibkan menggunakan kain ulos. Anda tidak perlu membawa sendiri kainnya karena kain sudah disediakan oleh keturunan Raja Sidabutar dan gratis. Antara kain untuk pria dan wanita juga dibedakan loh. Penggunaan kain ulos ini tidak ada hubungannya dengan hal-hal yang mistis atau apapun itu. Hanya sebagai simbol kesopanan saja. Tapi… Karena saya berkunjungnya kepagian, jadi yang jaga juga belum datang. Otomatis kain ulosnya juga belum ada. Dengan terpaksa nyelonong masuk tanpa menggunakan kain ulos. Mudah-mudahan dimaafkan kelancangan saya ini. Hehe..

Raja Sidabutar konon merupakan orang pertama yang menginjakkan kaki di Pulau Samosir. Makamnya yang berada di Tomok ini sudah berusia ratusan tahun. Uniknya makamnya terbuat dari batu utuh tanpa sambungan yang dipahat kemudian menjadi sebuah peti batu. Jenazahnya lalu dimasukkan ke dalam peti batu tersebut. Namun peti batu ini tidak dikuburkan, melainkan berada di permukaan tanah. Pada peti batu terdapat pahatan wajah sang raja yang menurut saya menyerupai sphinx di Mesir.

makam raja sidabutar

Pada komplek makam ini terdapat makam tiga raja beserta beberapa kerabatnya. Raja pertama dan raja kedua belum memeluk agama, tapi menganut kepercayaan yang disebut Parmalim. Sementara itu raja ketiga yang bernama Solompoan Sidabutar sudah menganut agama Kristen setelah kedatangan Nomensen, seorang misionaris asal Jerman. Terbukti dengan ornamen salib yang menghiasi makam raja ketiga ini. Selebihnya makam-makam lain yang ada di komplek ini adalah makam dari kerabat-kerabat Raja Sidabutar.

Hampir semua objek wisata di Tomok tidak dipungut biaya tiket masuk, termasuk komplek Makam Raja Sidabutar ini. Biasanya di tempat-tempat tersebut terdapat sebuah kotak amal. Anda bisa memasukkan uang di kotak amal tersebut. Terserah berapa, yang penting ikhlas. Mari kita lanjutkan untuk melihat patung menari Sigale-Gale.


8 komentar:

  1. Arsitektur makamnya sedikit banyak mengingatkan saya pada arsitektur rumah Gadang. Bentuk wajah di makam itu mirip dengan sphinx... apakah dibangun dengan maksud sama? Menjaga makam raja? 

    Menarik sekali kebudayaan Indonesia, sungguh ingin mendalaminya lebih jauh... :D

    BalasHapus
  2. rie ramadhaanie09 Oktober, 2011 08:28

    makamnya unik ya,. bangunan diatasnya juga macem2, kalo gak baca penjelasannya bisa jadi itu rumah hiasan atau semacamnya.
    belum pernah ke sumatera sama sekali, apalagi ke pulau samosir -_-"

    BalasHapus
  3. mirip rumah gadang? kalo menurut saya sih tidak.. rumah gadang itu bentuknya memanjang ke samping dengan banyaknya ujung-ujung yang berbentuk lancip. sementara kalau ini ya mirip dengan rumah bolon (rumah batak) yang bentuknya memanjang kebelakang dengan sisi lancipnya hanya ada dua di depan dan belakang..

    pahatan wajah yang mirip sphinx itu adalah pahatan wajah sang raja, jadi tidak mungkin dong kalau raja menjaga makam raja.. :D

    BalasHapus
  4. yupp unik sekali.. lain kali harus nyobain kesana rie.. hohoho

    BalasHapus
  5. agak serem juga ya gg dimasukin ke dalam tanah gitu :O
    pengunjung pertama sendirian dong mas ?

    BalasHapus
  6. ya iyalah.. clingak-clinguk kayak orang ilang gitu.. *__*

    BalasHapus
  7. Wah Mas...hehehe...kayaknya semuanya serba kepagian ya di Tomok ini? hehehe. sayang ndak bisa ikut pinjem Ulos. Kan lumayan, bisa foto-foto sambil bergaya. hehehe. Kalau wisatawan bebas, biasanya ada semacam pemandu wisata yang in charge dan bertugas menjelaskan silsilah tentang Raja Sidabutar ini.

    Ngomong-ngomong Soal Raja, saya lupa saya baca dimana, tapi katanya tidak ada Raja absolut di Tano Batak ini. Jadi, semacam begini ilustrasinya : Raja Sidabutar me-raja-i wilayah Tomok, Raja Siallagan me-raja-i wilayah Ambarita, jadi konsepnya semacam Kepala Desa gitu ya....

    BalasHapus
  8. iya mas, lagian udah sekitar jam 8 tapi belum ada akitifitas yang berarti di objek wisata Tomok ini...

    thanks buat tambahannya.. :)

    BalasHapus