25 Oktober 2011

Dari Pematang Siantar Kembali Ke Medan

pematang siantar-medan

Pada hari keempat di Sumatera Utara saya sudah harus meninggalkan Pematang Siantar kembali ke Medan. Saya memang sengaja berangkat ke Medan pagi-pagi sekitar jam 07.30 karena tragedi tidak menyenangkan di penginapan semalam. Hehe.. Jalur Pematang Siantar-Medan merupakan jalur yang cukup ramai. Ada beberapa pilihan transportasi umum yang menghubungkan dua kota terbesar di Sumatera Utara ini. Transportasi yang pertama adalah kereta api dengan frekuensi yang sepertinya tidak terlalu banyak. Transportasi yang kedua adalah bus. Jalur Pematang Siantar-Medan dan sebaliknya yang terkenal cukup padat membuat frekuensi bus di kedua kota ini sangat sering. Jika Anda membutuhkan sarana transportasi yang cukup fleksibel, saya rasa bus adalah pilihan yang tepat. Apalagi untuk rute ini hanya cukup membayar 15.000 saja. Tentunya ini harga yang cukup murah.

Berbagai perusahaan otobus membuka jalur antara Pematang Siantar dan Medan. Yang saya tahu diantaranya adalah PO Sejahtera dan PO Intra (Indah Transport). Rata-rata bus ini memiliki rute Parapat (Ajibata)-Pematang Siantar-Medan dan sebaliknya. Dari Pematang Siantar, Anda bisa mencari bus-bus ini di Terminal Parluasan (Jalan SM Raja), sebuah terminal yang menjadi tempat transit berbagai angkutan baik dalam kota maupun luar kota.

Pagi itu dari penginapan saya berjalan ke jalan raya yang ada di depan Terminal Parluasan. Kebetulan sudah ada bus yang ngetem. Lagi-lagi saya berkesempatan naik Bus Sejahtera, bus yang sama saya naiki pada hari sebelumnya dengan rute Ajibata-Pematang Siantar. Seperti layaknya bus yang sedang ngetem di terminal, saat menunggu bus berangkat banyak sekali pedagang-pedagang yang menjajakan makanan. Kebetulan lagi, bus sudah hampir penuh, jadi tidak perlu menunggu lama lagi bus sudah berangkat menuju Medan.

Jarak antara Pematang Siantar ke Medan kurang lebih 130 km yang bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih tiga jam. Perjalanan akan melewati Dolok Merawan, Kota Tebing Tinggi, kemudian menuju Lubuk Pakam dan Tanjung Morawa baru deh sampai di Medan. Bus besar ini lagi-lagi melaju dengan santai saja. Tidak seperti angkutan-angkutan yang lebih kecil yang terkenal ugal-ugalan. Jujur saja saya cukup mengantuk dalam perjalanan ini, efek nggak bisa tidur semalam. Otomatis sepanjang perjalanan yang saya lakukan hanyalah tidur. Saya baru bangun tidur setelah bus sampai di Tanjung Morawa kemudian masuk Tol Belmera. Selanjutnya bus masuk ke Terminal Amplas. Mungkin terminal ini adalah terminal terbesar di Medan dimana banyak sekali bus-bus luar kota dan AKAP banyak singgah disini. Terminal Amplas lokasinya masih agak jauh dari pusat kota. Untuk sampai di kota Anda bisa menggunakan jasa angkot yang banyak sekali terdapat di Medan. Begitu turun dari bus sudah ada angkot warna kuning yang menyambut saya. Saya tidak hafal dengan jurusan angkot-angkot disini. Saya hanya bertanya apakah angkot ini lewat Masjid Raya Medan yang ada di Jalan Sisingamangaraja? Karena rencananya saya akan menginap di penginapan yang terletak di dekat Masjid Raya. Tapi saya juga belum tahu mau menginap di penginapan apa. Setelah dijawab iya oleh sopir angkot, saya baru deh naik dan diturunkan persis di depan Masjid Raya Medan dengan membayar 3.000. Selamat datang kembali di Medan!


4 komentar:

  1. Saat sudah sampai di Siantar dan akan kembali ke Medan, saya sudah merasa sedih deh, Mas. soalnya, hawanya sudah nggak dingin, trus hawa-hawa pulang sudah semakin besar. huhuhuhuhu.....

    BalasHapus
  2. iya mas, bener bangett... kayaknya lain kali harus siapin waktu setengah bulan deh buat keliling sumut.. biar semua tempat bisa dijelajahi dengan leluasa :D

    BalasHapus
  3. ada rencana mau ngirim barang ke siantar,saya bingung pulangnya nanti utk balik lgi ke medan,tapi alhamdullilah ada juga petunjuknye,naik bis po.sejahtera dri trmnal parluasan siantar ke medan,yg saya mau tanya,kira2 aman ga nih naek bis tersebut?

    BalasHapus