31 Oktober 2011

Istana Maimun, Peninggalan Kesultanan Deli Di Medan

istana maimun

Sudah banyak banget rasanya yang membahas tentang Istana Maimun. Sebuah objek wisata yang harus masuk daftar kunjungan bagi para backpacker maupun traveler yang datang ke Medan. Bisa dibilang Istana Maimun merupakan salah satu ikon kota Medan.Menarik memang berkunjung ke sebuah bangunan istana yang dominan dengan warna kuning ini. Selain bangunannya sudah tua dan tetap berdiri kokoh, banyak sekali nilai sejarah yang dapat diketahui dari sisa peninggalan Kesultanan Deli ini.

Berdasarkan sejarah, Istana Maimun dibangun oleh Sultan Ma’moen Al Rasyid Perkasa Alam yang merupakan raja kesembilan Kesultanan Deli. Wah berarti istana ini dibangun oleh orang yang sama dengan yang membangun Masjid Raya Medan alias Masjid Al-Mashun. Yang menurut saya sangat menarik, bangunan Istana Maimun ini desainnya menyerupai sebuah masjid kebanyakan. Pada bagian atap bangunan depan terdapat seperti kubah yang ada tiga buah namun berukuran kecil. Memang sih dari segi desain bangunan baik eksterior maupun interior, istana ini nggak jauh-jauh dari corak Melayu, Timur Tengah, India, dan Eropa (Italia dan Spanyol).

istana maimun

Pengunjung yang datang ke Istana Maimun siang itu tidak banyak, hanya beberapa orang saja. Saya disambut oleh seorang bapak-bapak yang mungkin adalah penjaga Istana Maimun. Si bapak mempersilakan saya masuk dengan logat batak yang sangat kental. Okelah, langsung aja masuk melihat bagian dalam istana. Pada dasarnya, warna interior Istana Maimun sama dengan eksteriornya yaitu didominasi warna kuning. Nggak tau kenapa warna kuning yang ngejreng gini bisa jadi pilihan. Tapi denger-denger sih karena warna kuning merupakan warna kebesaran khas Melayu.

Pada bagian dalam Istana Maimun memang nggak banyak koleksi peninggalan-peninggalan Kesultanan Deli yang bisa dilihat. Yang ada hanya berupa singgasana yang dominan warna kuning, foto raja-raja Kesultanan Deli dan permaisuri, dan beberapa perabot. Selain itu nggak ada lagi koleksi yang bisa dilihat. Oh ya, seorang putra mahkota yang saya lihat di foto sekarang ini hidup dan tinggal di Makassar lho.. Bagian interior yang bisa saya kagumi adalah desainnya yang sangat cantik. Misalnya saja ornamen dinding yang bergaya India, sementara lampu yang menggantung indah bergaya Eropa. Lalu ornamen yang menghubungkan antar tiang penyangga mirip seperti yang ada pada Masjid Al-Mashun berupa ornamen tapal kuda khas Andalusia.

istana maimun

Kalau menurut saya kondisi Istana Maimun ini seperti kurang terawat. Koleksi yang ada juga sangat minim. Kemudian tidak semua ruangan bisa dimasuki oleh pengunjung karena masih digunakan sebagai tempat tinggal keluarga istana. Untuk yang terakhir ini sih saya maklum. Hehe.. Mungkin karena istana ini dikelola sendiri oleh keluarga istana sehingga perawatan jadi kurang. Uang perawatan juga hanya berasal dari kontibusi pengunjung yang diminta sumbangan sukarela. Yah walaupun hanya seadanya, tapi Istana Maimun tetap bisa jadi kunjungan wajib Anda saat berada di Medan.

Saat berada di Istana Maimun ini saya mengabarkan kedatangan saya di Medan kepada rekan yang sesama member Indoflyer yaitu Om Andi Wibowo. Belum tua sih masih seumuran saya, tapi kalau di Indoflyer member baik yang tua, muda, anak-anak semuanya dipanggil Om. Beruntung sekali meskipun sibuk tapi Om Andi Wibowo menyempatkan diri kabur dari kantor untuk menemui saya di Istana Maimun. Kemudian saya diajak deh jalan-jalan keliling Kota Medan naik motor. Gileee panasnya Medan saingan sama Surabaya yah.. -__-“

istana maimun


2 komentar: