1 Oktober 2011

Jangan Heran Melihat Kereta Naik Motor Di Sumatera Utara

Kereta Naik Motor

Angkutan umum di Sumatera Utara memang sudah membuat saya terkagum-kagum, mlongo, bahkan membuat kepala bergeleng. Sesuatu hal yang jarang bahkan tidak dijumpai di Pulau Jawa. Pertama jelas karena cara mengemudinya yang luar biasa. Mata yang semula ngantuk jadi melek lebar. Gimana nggak? Jalan yang meliuk-liuk naik-turun seperti itu aja dilibas terus tanpa ampun. Kedua, manusia yang dibawa. Kalau penumpang nggak bisa masuk seluruhnya dalam angkutan, mereka rela naik di atas angkutan ataupun bergelantungan di bagian belakang angkutan. Ketiga adalah barang yang dibawa. Saat perjalanan saya dari Medan ke Kabanjahe, angkutan yang saya naiki membawa beberapa lembar plat besi dengan ukuran yang cukup lebar, selebar badan angkutan elf tersebut. Yang lebih mencengangkan lagi, tidak sedikit dari angkutan-angkutan ini juga memuat kereta di atasnya. Ya, kereta! Orang-orang Sumut memang biasanya menyebut sepeda motor dengan kereta, dan menyebut mobil dengan nama motor. Hehe.. Pemandangan ini sangat lumrah ditemui.

Nggak kebayangkan gimana berbahayanya. Gimana kalau misalnya dikombinasikan. Angkutan membawa barang berlebihan seperti sepeda motor, penumpangnya juga berlebihan sampai naik di atas angkutan atau bergelantungan di bagian belakang, dan ditambah lagi dengan sopir yang ugal-ugalan. Pasti ini menjadi kombinasi yang sangat sempurna. Hohoho.. Tapi herannya, nggak ada polisi yang menilang tuh. Coba deh kalau di Jawa pasti udah jadi santapan empuk. Lha wong mobil pribadi dengan penumpang berjubel di dalam saja bisa ditilang kok dengan alasan melebihi kapasitas. Yah tapi inilah Sumatera Utara, hal-hal seperti ini menjadi bagian yang tak terlupakan dalam perjalanan di Sumatera Utara.


10 komentar:

  1. wah ..seru .. lebih seru lagi kalo di atas motor (kereta) nya dinaikin orang tuh .. hehehehe ...
    beda tanah beda juga cara mereka bertransportasi

    BalasHapus
  2. hahaha...ngga heran. Saya di Jakarta kalau naik angkot yg kebetulan sopirnya orang sana juga langsung melek, krn lincah sekali sopirnya meliuk-liuk diantara kemacetan

    BalasHapus
  3. udah umum deh kayaknya... sopirr medann!! *sigh*

    BalasHapus
  4. fotonya touubbb!!! hehehe

    separah2nya, saya naik motor dengan angkutan berbal-bal karung entah apa isinya, dari Tarutung, turun di Silangit. Menariknya, pintunya nggak bisa ditutup saking kusen pintu digunakan untuk jalur talit temali plastik pengikat barang

    kejadian serupa terjadi lagi di Nias. Kalau kali ini, lebih jauh. Dari Binaka sampai Teluk Dalam, berbagai barang sampai sepeda diikat di atas motor. hahaha. untungnya, kali ini pintunya bisa ditutup. nggak kebayang deh kalau 3 jam perjalanan ngga bisa nutup pintu :p

    menarik dan sayangnya, mobil yang bagu bagus itu apa nggak lecet yah kena barang2, apalagi sepeda dan dibebat dengan tali tali tersebut? kayaknya mereka udah siap baret baret deh tuh.....

    BalasHapus
  5. kalau isinya karung-karung sih saya yang dari tongging ke merek itu.. waktu dari medan ke kabanjahe itu di atas motor isinya beberapa plat yang besarnya selebar motor itu sendiri. kayaknya kalau bikin usaha angkutan disana ya sudah siap menerima kenyataan dengan kargo yang gila-gilaan itu.. :D

    BalasHapus
  6. Meutia Halida Khairani02 November, 2011 12:25

    ini gambarnya kocak. hahahaha... even di aceh nggak kayak gini deh. hehehe. baca judulnya jg saya ngakak. walaupun mereka ugal2an yah, mereka jarang kecelakaan jg loh. mantabb bener...

    BalasHapus
  7. hal-hal seperti di foto itu sudah nggak asing di sumut, awalnya saya cukup kaget melihatnya.. :D

    yup walaupun ugal-ugalan harus diakui nyopirnya jagooo.. pembalap sekelas sebastian vettel pun saya rasa nggak akan bisa ngalahin mereka di jalanan.. hahaha

    BalasHapus
  8. jangan pernah bosan ke medan...
    di sini ada air terjun 2 warna, blum pernah liat kan,,,

    promosi..

    BalasHapus