21 Oktober 2011

Jalan-Jalan Di Kota Pematang Siantar, Cukup Jalan Kaki!

kota pematang siantar

Pematang Siantar memang menjadi kota terbesar kedua di Sumatera Utara setelah Medan. Pematang Siantar sekaligus menjadi kota penghubung menuju utara (Medan dan Banda Aceh), ke selatan (Sibolga), ke barat (Kabanjahe dan Kutacane), serta ke timur (Tanjung Balai dan Kisaran). Bisa dibilang posisi Pematang Siantar berada di tengah-tengah Sumatera Utara. Bahkan sering kali kota ini menjadi kota transit untuk bepergian ke kota lain di Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Meskipun Pematang Siantar menjadi kota terbesar kedua di Sumatera Utara, Anda jangan mengira kota ini cukup besar. Bahkan kota ini menurut saya lebih kecil dari kota-kota kecil yang ada di Jawa. Sebagai pusat kota, hanya ada dua ruas jalan yaitu Jalan Dr. Sutomo dan Jalan Merdeka. Kedua ruas jalan tersebut bahkan bersebelahan. Disanalah pusat keramaian di Pematang Siantar. Walaupun kecil tapi Pematang Siantar cukup bersih dan rapi loh. Bangunan-bangunan tinggipun masih bisa dihitung dengan jari. Trotoar untuk pejalan kaki juga lumayan berfungsi, nggak terlalu penuh dengan pedagang kaki lima.

kota pematang siantar

Untuk objek wisata, rasanya nggak ada lagi yang lebih terkenal selain Museum Simalungun dan Patung Dewi Kwan Im. Setahu saya ada juga kebun binatang. Tapi saya nggak berkunjung ke kebun binatang ini. Toh di Jawa juga banyak kebun binatang yang lebih besar walaupun mungkin sama-sama kurang terawat. Hehe.. Untuk fasilitas seperti bank ataupun ATM Anda nggak usah khawatir. Cukup banyak kok bank dengan ATM-nya yang berjejer di Jalan Dr. Sutomo dan Jalan Merdeka. Jadi nggak perlu khawatir kehabisan uang cash saat berada di Pematang Siantar.

Saat berkeliling kota saya hanya berjalan kaki saja. Mulai dari Patung Dewi Kwan Im berjalan ke arah pusat kota yang akhirnya ketemu Museum Simalungun kemudian jalan-jalan di dua ruas jalan, Jalan Dr. Sutomo dan Jalan Merdeka. Lumayan bisa berhemat beberapa ribu rupiah. Kalau Anda nggak mau capek-capek jalan kaki, Anda bisa memanfaatkan becak motor yang sudah tersohor itu atau angkot. Ya angkot cukup banyak di Pematang Siantar, nggak kalah deh sama Medan.

kota pematang siantar

Dibandingkan dengan objek-objek wisatanya, mungkin Pematang Siantar lebih terkenal dengan wisata kulinernya. Di sepanjang Jalan Merdeka maupun Jalan Dr. Sutomo banyak tempat-tempat makan yang layak untuk dicoba. Salah satunya yang cukup ternama adalah Toko Roti Ganda yang sudah berdiri sejak jaman Belanda. Toko roti ini terletak di Jalan Dr. Sutomo yang terkenal dengan roti tawar srikayanya. Karena mayoritas penduduk di Pematang Siantar adalah non muslim jadi meskipun di bulan ramadhan rata-rata restoran banyak yang buka. Tapi jangan khawatir, di Pematang Siantar jauh lebih mudah mendapatkan makanan halal dibandingkan dengan kota-kota kecil lain di Sumatera Utara. Sayangnya saya sedang puasa jadi masih belum bisa icip-icip berbagai makanan yang ada disana.

Kalau Anda tipe orang yang suka berbelanja di mall, Pematang Siantar rasanya bukanlah tempat yang tepat. Di kota ini hanya ada dua department store yaitu Ramayana di Jalan Sutomo dan Siantar Plaza di Jalan Merdeka. Selebihnya hanya berupa toko-toko saja yang berderet sepanjang jalan. Di pusat kota ini saya hanya pergi ke salah satu ATM untuk mengambil uang. Maklum persediaan uang cash sudah semakin menipis karena cuma bawa beberapa ratus ribu sejak dari Surabaya beberapa hari yang lalu. Setelah mengambil uang dan berkeliling di pusat kota, hari sudah semakin sore. Nggak mau ambil pusing, saya bersiap mencari makanan untuk berbuka puasa sore itu. Hmm.. Enaknya berbuka pakai apa ya? :D


6 komentar:

  1. eh :O itu jalannya sepi banget :D padahal pusat kota ya

    BalasHapus
  2. iya tir, jalanan memang nggak terlalu ramai kok.. angkot lumayan mendominasi sih..

    BalasHapus
  3. Hmmm....apa saya berada di Pinggiran Pematang Siantar yach? saya berada di Jalan SM Raja yang mengarah ke Raya dan Purba. Di bagian ini, Siantar sih menurut saya cukup besar loch Mas. Jalan-jalan kecil dan gang-nya juga banyak, soalnya saya sampai masuk ke dalam gang-gang karena ngikutin angkot. hehehehe. Ada Bakmi enak di Jalan Pane, deket Patung Kwan Im :D

    BalasHapus
  4. Nah kalo Jalan SM Raja saya rasa termasuk di pinggiran kota mas.. Tempat bus-bus besar melintas dari Parapat ke Medan dan sebaliknya ya melalui jalan ini. Wajar dong, karena bus nggak diijinkan melalui jalan dalam kota.. dari Jalan SM Raja ke pusat kota saya rasa masih butuh waktu 30 menit naik angkot atau 15 menit naik becak motor.. :D

    BalasHapus
  5. th 93,sy pernah antar teman kesana,pematang siantar. sy amat suka dng suasana kotanya yg kecil,tenang dan,bersih. udaranya pun sangat sejuk,beda dng jakarta yg sangat panas. kemacetan menyeluruh dan,berisik. cm,sayangnya setibanya disana. mungkin,krn sepanjang perjalanan di dlm bus bnyk penumpang merokok. dan,sy memang anti asap rokok. badan jd kurang fit,kena flu. akhirnya,sy kurang semangat untuk menjelajahi kotanya. seminggu hny di rmh dan,hingga kembali kejakarta...dan,tulisan serta pengalaman mas,tri ini. mengingatkan sy kembali akan kota. terimakasih ya,mas...

    BalasHapus
  6. Castellobram08 Mei, 2012 21:28

    the of chity

    BalasHapus