12 Oktober 2011

Kesibukan Pelabuhan Tomok Di Pagi Hari

pelabuhan tomok

Museum Batak sudah.. Melihat patung Sigale-Gale sudah.. Ke makam Raja Sidabutar juga sudah.. Paling tidak objek-objek wisata utama di Tomok sudah saya datangi semua. Mau ke Tuk Tuk Siadong atau Ambarita kok ya aras-arasen. Mikirnya sih paling di Tuk Tuk maupun Ambarita objeknya juga mirip-mirip dengan yang ada di Tomok. Apa dugaan saya ini salah? Hehe..

Daripada lontang-lantung nggak jelas mendingan saya jalan-jalan ke Pelabuhan Tomok saja. Tidak seperti di beberapa objek wisata yang saya datangi sebelumnya, suasana Pelabuhan Tomok di pagi hari benar-benar hidup. Orang-orang riuh ramai dengan kesibukannya masing-masing. Ada yang nongkrong sambil ngopi dan makan di warung (maklum banyak yang nggak puasa di bulan ramadhan), ada yang sibuk berjualan di sekitar pelabuhan, ada yang baru turun dari kapal, dan ada pula yang baru mau naik kapal ke Parapat. Suasananya memang jadi lebih mirip pasar kagetan.

pelabuhan tomok

Yah Pelabuhan Tomok sepertinya memang menjadi jantung kehidupan masyarakat di Desa Tomok. Para pedagang berjejer menjajakan dagangannya di halaman pelabuhan yang menjadi pasar kaget. Ada pedagang sayuran, bumbu-bumbu dapur, dan juga ikan hasil keramba Danau Toba. Ikannya lumayan gede-gede loh, jenisnya juga macam-macam. Ikan mas, gurami, ikan nila, dan sejenis ikan gabus juga ada kok. Saya sempat ditawari ikan oleh pedagang. Tentu saya tolak, buat apa coba traveling gini beli ikan. Kalau yang udah mateng sih boleh.. Hehe.. Kalau Anda mau beli oleh-oleh, disini banyak yang jual mangga kecil-kecil khas Sumatera Utara itu loh.

Kenapa kok Pelabuhan Tomok seolah-olah menjadi sebuah pasar? Ya mungkin karena bnayaknya orang hilir-mudik dari Parapat ke Tomok dan sebaliknya. Kebanyakan pembelinya memang orang-orang yang baru turun maupun akan naik dari kapal. Efeknya karena banyak pedagang sayuran dan ikan yang ada di pelabuhan, Pelabuhan Tomok terkesan kumuh dan kotor. Yah ini menurut pandangan saya loh ya.

pelabuhan tomok

pelabuhan tomok

Selain kesibukan para pedagang, saya juga melihat kesibukan kapal-kapal kayu yang datang dan pergi dari Pelabuhan Tomok. Beberapa kapal sedang bersandar dan crew-crew kapal terlihat sedang sibuk mencuci kapalnya. Sekedar info, kapal dari Pelabuhan Tomok ini hanya berlabuh dengan tujuan Pelabuhan Ajibata di Parapat. Untuk kapal penumpang frekuensinya cukup tinggi, hampir 30 menit sampai 1 jam sekali ada kapal yang berangkat. Mulai dari pagi hingga malam hari sekitar jam 8 malam. Untuk kapal ferry yang bisa memuat kendaraan besar seperti mobil dalam sehari hanya ada lima trip saja. Kapal akan berangkat setiap tiga jam sekali. Dari Pelabuhan Tomok, trip ferry yang pertama berangkat pukul 07.00 dan yang terakhir pukul 19.30. Kalau Anda akan ke Pulau Samosir menggunakan mobil sewaan sebaiknya harus dilihat betul jadwal ferry ini agar perjalanan Anda menjadi lebih nyaman, tidak tertinggal kapal maupun tidak terlalu lama menunggu kapal datang dan diberangkatkan lagi..


2 komentar:

  1. iya sih Mas, agak mirip mirip. Bedanya, setiap desa itu dikepalai oleh seorang Raja yang khas dalam memerintah suatu daerah (sejenis KaDesnya kali yach?). Yang unik di Ambarita adalah adanya Batu Parsidangan dan Pohon Hariara besar yang masih hidup dan berada di tengah-tengah Huta. Budaya Orang Batak makan orang ini hadir di Ambarita. Kalau Simanindo, Museum Bataknya komplit dan terbaik di seluruh Pulau Samosir (tapi kalah jauh kalau dibandingkan dengan Museum Batak di Balige).hehehe. sisanya sih yah mirip mirip aja sih :D

    BalasHapus
  2. berarti ya nggak terlalu rugi juga lah ya melewatkan ambarita dan simanindo.. hihihi.. lain kali kesana lah kalo ke sumut lagi.. :D

    BalasHapus