7 Oktober 2011

Menengok Museum Batak Tomok

museum batak tomok

Yak pagi ini saya sudah siap berkeliling Tomok, sebuah desa kecil di Pulau Samosir yang penuh dengan budaya dan sejarah di Tanah Batak. Tomok sekaligus menjadi tujuan utama tempat wisata di Pulau Samosir selain Tuk Tuk Siadong. Objek-objek wisata di Tomok ini berada dalam satu komplek yang berjejer saling bersebelahan. Kompleknya juga nggak luas, Anda nggak akan sampai kecapekan berjalan kaki mengelilingi objek wisata di Tomok. Bahkan lokasinya juga tidak jauh dari Penginapan Roganda yang saya tempati untuk tidur tadi malam.

Perjalanan pagi ini saya mulai dari objek yang berada paling ujung di dalam baru nanti saat keluar saya mampir ke objek-objek lainnya. Objek yang paling ujung adalah Museum Batak Tomok. Museum Batak berbentuk rumah adat Batak yang sangat cantik dan menarik dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Begitu masuk halaman museum, suasana peninggalan megalitikum begitu terasa. Terdapat patung-patung dan meja dari batu dengan ukuran kecil yang terletak di pojok.

museum batak tomok

museum batak tomok

museum batak tomok

Bangunan Museum Batak juga memiliki ornament-ornamen yang cantik. Pada dinding bangunan didominasi ukiran-ukiran yang berwarna merah, hitam, dan putih. Konon warna ini menjadi simbol spiritual orang batak. Sepertinya hampir semua bangunan tradisional memiliki ketiga warna ini. Yang cukup menarik, pada dinding terdapat ukiran cicak dan empat buah payudara. Ya, nggak cuma dua tapi empat! Hoho.. Konon simbol cicak ini melambangkan kalau orang batak harus bisa hidup seperti cicak yang bisa menyesuaikan diri dan menempel dimanapun dia berada. Sedangkan empat payudara menjadi simbol kalau orang batak harus punya banyak anak. Sepertinya slogan banyak anak banyak rejeki masih berlaku disini. Hehe.. lalu kenapa simbolnya cicak digabung dengan empat payudara? Ini karena kemanapun si cicak pergi, dia harus ingat kepada ibu dan juga tanah kelahirannya.. Hanya simbol saja dan mungkin menjadi filosofi. *Actually cicak nggak melahirkan dan juga nggak menyusu*

museum batak tomok

museum batak tomok

museum batak tomok

Karena saya ke Museum Batak masih pagi sekali, sekitar pukul 07.30 jadi belum ada wisatawan yang datang. Mungkin dikiranya saya maling kali ya jadi anjing yang ada disana terus-menerus menggonggong. Untung anjingnya dirantai, kalau nggak sih saya udah kabur dari tadi. Oke, daripada terus diluar dan anjingnya terus menggonggong mendingan masuk saja ke dalam museum. Museumnya nggak dikunci kok walaupun nggak ada penjaganya juga, jadi langsung masuk aja. Mungkin yang jaga juga belum bangun. Hehe..

Dengan ruangan yang cukup sempit ini, Musuem Batak menyimpan berbagai macam koleksi. Kain ulos, patung-patung dari kayu, pedang, peralatan pertanian, dan peralatan rumah tangga merupakan beberapa koleksi peninggalan batak kuno. Meskipun kecil dan koleksinya tidak terlalu banyak, tapi benda-benda koleksi museum ini menurut saya unik-unik dan sangat menarik. Museum ini juga terlihat cukup terawat kok. Apalagi untuk masuk ke museum ini tidak dipungut tiket masuk. Anda bisa memberikan sumbangan seikhlasnya yang dimasukkan pada kotak sumbangan.

museum batak tomok

museum batak tomok

museum batak tomok

Anda ingin membawa pulang pernak-pernik yang mirip dengan koleksi museum? Ada kok. Anda bisa membelinya di bagian souvenir di ruang yang agak belakang. Disana terdapat kerajinan-kerajinan tangan seperti patung dan topeng dari kayu untuk dijual. Pengen sih beli, tapi belum ada orang yang berjaga berarti nggak ada juga yang bisa ditanya tentang harganya.. Selanjutnya meluncur ke makam tua Raja Sidabutar


8 komentar:

  1. eeeh rumahnya unik banget itu :D
    setiap suku punya filosofi kedaerahan yang unik ya kearifan lokal ya namanya ?

    BalasHapus
  2. Pas saya pergi ke sini hampir tengah hari, museumnya pun nggak dijaga sama sekali. saya bahkan iseng iseng mencoba berpakaian ala Orang Batak dengan Ulos, tongkat dan ikat kepala yang ada disana. hahahaha. Mungkin saking amannya, museum ini nggak perlu dijaga yach :D

    BalasHapus
  3. betul tir, masing2 suku punya budaya tersendiri.. kapan ngeblog lagi? nggak pernah update tuh..

    BalasHapus
  4. sepertinya sih gitu mas.. tapi ngeri juga kalo pas di dalem tiba2 diteriakin maling.. wkwkwkkw

    BalasHapus
  5. ahahahahaha mas Lomar beneran jahil itu mah :D tapi kalau saya juga keknya bakal kayak begitu sekalian foto-foto juga :P

    BalasHapus
  6. kalo ada temennya paling ya berani usil.. berhubung sendirian jadi ya udah cuma liat2 aja.. :D

    BalasHapus
  7. Seru banget jalan2 di tomok.
    Pokok ny saya gak nyesal sdikitpun jalan2 di sana.
    Apalagi waktu di museum to.
    Ktemu sama ULI ARTA NATALIA
    yang slalu memberikan senyuman terindahnya untuk saya.

    BalasHapus
  8. saya lagi cari topeng kubur yg berasal dar batak

    BalasHapus