13 Oktober 2011

Tugu Selamat Datang Tomok

tugu selamat datang tomok

Saat Anda menyeberang dari Parapat ke Pulau Samosir (Tomok) biasanya Anda akan melihat sebuah tugu berwarna putih berbentuk melingkar, ya itu adalah Tugu Selamat Datang Tomok. Kalau sudah melihat tugu itu berarti kapal Anda sesaat lagi akan bersandar di Pelabuhan Tomok. Ada kapal yang bersandar tepat di depan tugu, tapi ada juga yang bersandar beberapa puluh meter di sebelah kanan mapun kiri tugu. Dermaga di Pelabuhan Tomok memang nggak berkumpul menjadi satu. Mungkin ada beberapa orang yang mempunyai kapal dan ingin menyandarkan kapalnya di dermaga masing-masing jadi ya agak menyebar walaupun jarak antar dermaga nggak terlalu jauh.

Kalau diperhatikan Tugu Selamat Datang Di Tomok ini cukup menarik juga loh. Warna aslinya seperti bangunan khas batak lainnya yaitu kombinasi antara putih, merah, dan hitam. Tapi karena warna merah dan hitamnya sudah luntur, jadi warna putihnya begitu mendominasi. Pada bagian puncak tugu terdapat pahatan seperti wajah, kurang tahu sih maksudnya apa. Untuk menyangga pahatan wajah itu terdapat tiga buah pilar dengan ornamen yang mirip dengan pahatan wajah di atasnya. Ornamen cicak juga nggak ketinggalan ada disini. Sementara itu untuk bagian bawahnya berbentuk lingkaran. Pada dinding bawah ini terdapat pahatan-pahatan berbagai macam marga suku batak antara lain Batak Karo, Batak Pakpak-Dairi, Batak Simalungun, Batak Angkola, Batak Mandailing, dan Batak Toba lengkap dengan pakaian adatnya masing-masing.

tugu selamat datang tomok

Jika Anda beruntung kapal Anda bersandar tepat di depan tugu ini Anda bisa langsung melihat peta wisata Kabupaten Toba Samosir yang ada tepat di sebelah tugu. Lumayan kan buat pengetahuan Anda sebelum jalan-jalan berkeliling Pulau Samosir. Pagi itu tidak ada sama sekali kapal yang bersandar di depan tugu. Kebanyakan kapal bersandar di dermaga yang ada pasarnya tadi. Dengan begini saya malah bisa bersantai-santai di dermaga menikmati indahnya Danau Toba. Yang bikin agak risih pemandangan tentu saja kebiasaan warga Tomok yang mencuci pakaian di tepi danau. Selain itu keramba-keramba apung yang dipasang sedikit banyak mengurangi indahnya Danau Toba. Tapi ya mau bagaimana lagi, masyarakat Toba Samosir sudah sangat menggantungkan diri kepada Danau Toba untuk kehidupan sehari-harinya termasuk mandi, mencuci, sampai mencari uang. Hampir sebagian besar sangat tergantung dengan Danau Toba...


3 komentar:

  1. tugunya bagus ya :D
    kepikiran sama setting di LOTR loh aku :P

    BalasHapus
  2. maksudnyeee Lord Of The Ring? setting yang pas dimana yak.. hihihi.. :p

    BalasHapus
  3. Minas Tirith, pan sama2 putih tuh LOL
    pan namanya juga kepikiran bukan berarti mirip :D

    BalasHapus