17 November 2011

Aneka Pernak-Pernik Cinderamata Di Tangkuban Perahu

tangkuban perahu

Berbicara mengenai objek wisata tentu tidak bisa lepas dari yang namanya cinderamata. Dimanapun tempatnya, sangat umum ditemui penjual aneka macam kerajinan ini. Begitu juga kalau Anda berkunjung ke objek wisata Gunung Tangkuban Perahu, berbagai macam kios yang jumlahnya cukup banyak berderet memperjualbelikan pernak-pernik khas Jawa Barat. Bagi Anda yang doyan belanja perna-pernik untuk hiasan di rumah maupun oleh-oleh mungkin Anda akan kalap. Bisa dibilang jenis cinderamata yang dijual cukup lengkap.

Rata-rata dari banyak kios ini menjual pernak-pernik yang mirip-mirip. Hiasan-hiasan tersebut seperti replika gitar, bass drum, gamelan, replika angklung, hiasan yang terbuat dari batok kelapa, dan gantungan kunci yang rata-rata terbuat dengan rapi. Kalau Anda mau membeli barang yang lebih fungsional, disana juga terdapat aneka macam sandal yang lucu-lucu, syal, topi, dan kaos. Berbagai pernak-pernik untuk anak juga banyak loh. Jadi jangan kaget kalau bawa anak terus anaknya minta beli ini itu.. Hehe..

tangkuban perahu

Beberapa item yang saya sebutkan di atas sepertinya juga banyak tersedia di tempat lain di luar Jawa Barat. Namun ada satu benda yang khas dari Jawa Barat, apalagi kalau bukan angklung. Yang dijual disini tidak hanya angklung replika yang ukurannya kecil untuk hiasan, namun juga angklung beneran dengan ukuran yang sangat variatif. Mulai dari yang kecil, sedang, hingga yang besar. Suara angklung yang merdu ini jauh lebih membuat saya tertarik. Pengen beli juga sih, tapi gimana bawanya. Lagipula saya nggak bisa juga main angklung. Saya cukup kagum dengan beberapa pengunjung disana yang ternyata jago main angklung. Mereka mencoba memainkan angklungnya terlebih dahulu sebelum membeli. Mainnya juga nggak asal-asalan loh, tapi memang benar-benar bisa. Bagi Anda yang tertarik, angklung dengan ukkuran kecil bisa ditebus dengan harga sekitar 80.000. Sedangkan untuk yang ukuran sedang dan besar dihargai sekitar 150.000-300.000. Seperti biasalah, harganya masih bisa ditawar.

tangkuban perahu

Selain cinderamata, di antara kios-kios ini juga banyak yang menjajakan makanan. Nggak perlu khawatir kelaparan lah kalau di Tangkuban Perahu. Mungkin yang jadi pertimbangan adalah harganya yang tergolong mahal. Sudah menjadi hal umumlah kalau harga makanan dan minuman di tempat wisata harganya bisa dua kali lipat dari harga normal. Kalau hanya untuk snack dan minum, ada baiknya Anda membawa sendiri yang dibeli dari mini market. Tentu harganya jauh lebih murah dibandingkan beli disini. Beberapa pedagang keliling juga cukup gencar menawarkan barang dagangannya. Pedagang keliling seperti ini biasanya menjual kacamata dan beberapa pernak-pernik lainnya. Ya hampir mirip seperti yang di kios sih. Tapi ada juga yang jual strawberry. Tentu buah yang satu ini sudah nggak asing lagi di area pegunungan seperti ini. Mau beli? Tawar aja harganya. Mereka cenderung memberikan harga yang cukup tinggi loh. Selamat berbelanja!


6 komentar:

  1. yup emang musti nawar banting dah :D kalau gg bisa nawar mending pulang dulu ajak temen yang bisa nawar :P

    satu2nya yang aku pengenin di Tangkuban Perahu cuma angklung, keren gitu suaranya :D cuma ya itu buat apa juga :D

    BalasHapus
  2. *toss*

    sama kitaa.. suaranya bagus bangeet.. *kalo bisa mainnya*

    BalasHapus
  3. Meutia Halida Khairani24 November, 2011 10:24

    itu ya kalo di tawar, harus lebih setengahnya... ada orang nawar tu angklung dari 150rb bisa jadi 70rb

    BalasHapus
  4. kayaknya udah jadi hal umum ya, di objek2 wisata harganya di-mark up cukup tinggi bahkan 2 kali lipatnya..

    BalasHapus
  5. itu bukannya sejenis orgen atau pianika kan Mas? mainnya cukup digoyang2in aja...hihihi....kalau main lagu Ibu Kita Kartini sih saya masih bisa. hahahaha. kan cukup main pake nada diatonik aja : do re mi fa sol mi do la do si la sol *terngiang ngiang perlajaran SD* :))

    BalasHapus
  6. ho'oh cuma digoyangin aja.. tapi tetep gak bisa.. *gak punya jiwa seni*

    BalasHapus