20 Desember 2011

Backpacker Juga Pengen Naik Garuda Indonesia

garuda indonesia

Nggak bisa dipungkiri, saat musim mudik maupun arus balik lebaran harga tiket semua moda transportasi meningkat. Termasuk juga harga tiket pesawat. Sebagai penumpang kita harus jeli dalam membeli tiket ini. Memang agak tricky, tapi kalau beruntung bisa dapet harga yang murah loh. Tiket untuk kembali ke Surabaya ini nggak saya beli jauh-jauh hari karena pertimbangannya waktu itu harganya mahal-mahal, di atas 700.000 semua maskapai. Seminggu sebelum pulang ke Surabaya coba cek website masing-masing maskapai mulai dari Batavia, Sriwijaya, Lion, dan Citilink harganya masih sama, di atas 700.000. Bahkan Citilink yang notabene maskapai Low Cost Carrier yang biasa memberi harga murah malah mematok harga paling tinggi yaitu 900.000 sekali jalan. Gila nggak tuh? Keberuntungan datang saat saya membuka website Garuda. Harga yang tertera untuk tanggal 4 September 2011 adalah 395.000. Tanpa pikir panjang langsung booking, ambil token Klik BCA, dan langsung bayar. Selamat sudah, akhirnya bisa dapet tiket kembali ke Surabaya dengan harga yang bisa dibilang murah. Apalagi maskapainya Garuda Indonesia. Backpacker juga pengen naik Garuda loh. Bosen juga kalau harus naik AirAsia terus. Hihihii..

Sehari sebelum keberangkatan saya kembali membuka website Garuda untuk melakukan web check in dengan harapan bisa menempati tempat duduk yang saya inginkan. Setelah melakukan proses step by step sampai akhir, ternyata web check in saya ditolak. Di layar hanya tertulis “error”. Nggak dijelaskan errornya kenapa. Kecewa? Pasti dong. Gimana bisa maskapai kebanggaan Indonesia yang satu ini sistem webnya masih jadul. Kalah jauh dibandingkan dengan AirAsia. Nggak usah AirAsia deh, dibanding Lion aja masih bagusan Lion kok. Jadi ya sudah, dengan terpaksa harus check in lagi di counter.

garuda indonesia

garuda indonesia

garuda indonesia

garuda indonesia

Pagi itu Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta sudah cukup ramai meskipun masih gelap sekitar jam setengah lima. Penerbangan pagi hari di bandara ini memang padat luar biasa. Banyak sekali pesawat yang berangkat antara jam 5 sampai jam 7 pagi. Antrian di check in counter juga mengular. Tapi jangan bayangkan seperti di Terminal 1A ya, Terminal 2F nggak separah itu. Terminal 2F hanya diisi oleh dua maskapai saja yaitu Garuda dan Merpati. Yang paling banyak tentu penerbangan Garuda, sedangkan penerbangan Merpati hanya ada beberapa saja. Check in counter antara penumpang yang membawa bagasi dan tidak membawa bagasi juga dibedakan. Sebagian besar penumpang memang membawa bagasi jadi antrian counter sana cukup panjang. Sedangkan saya yang tidak membawa bagasi bisa langsung check in ke counter khusus untuk penumpang tanpa bagasi yang sangat lengang. Tidak ada antrian sama sekali. Bahkan terkadang petugas terlihat nganggur menunggu penumpang yang akan check in. Saat check in ini ternyata web check in saya kemaren sudah masuk ke dalam sistem, hanya saja tidak bisa tercetak. Hasilnya petugas tinggal mencetak boarding pass saya saja. Check in selesai, waktunya keliling-keliling dulu di Terminal 2F. Walaupun ini bukan penerbangan pertama saya dengan Garuda, tapi saya memang sangat jarang menggunakan jasa Garuda. Factor utama tentu adalah pertimbangan harga. Untuk ukuran mahasiswa harga tiket maskapai ini cukup mencekik meskipun saat promo sekalipun.

Subuh-subuh begini toko-toko yang ada masih banyak yang belum buka. Karena agak lapar, untuk mengisi perut saya membeli dua potong Roti Boy. Penerbangan yang masih kurang dua jam lagi membuat saya santai. Tidak perlu buru-buru masuk ke ruang tunggu. Toh di sepanjang jalan ke ruang tunggu juga banyak tempat duduk yang bisa digunakan. Satu jam sebelum keberangkatan barulah saya berjalan ke ruang tunggu. Oh ya, Bandara Soekarno-Hatta Terminal 1 dan 2 ini memang berdesain tradisional seperti rumah Joglo. Jadi kalau dibandingkan dengan bandara-bandara modern seperti KLIA, HKIA, atau Changi ya sangat jomplang. Atapnya pendek-pendek serta pencahayaan yang kurang membuat suasanannya agak gelap dan terkesan angker. Hehe..

garuda indonesia

garuda indonesia

garuda indonesia

garuda indonesia

Baru 30 menit di ruang tunggu penumpang Garuda Indonesia GA304 tujuan Surabaya sudah dipersilakan naik ke pesawat. Karena pesawatnya parkir di Terminal 2E jadi untuk kesana harus naik bus terlebih dahulu. Mungkin pesawatnya baru saja dipakai untuk rute internasional. Rupanya pesawat yang akan mengantarkan saya ke Surabaya adalah Boeing 737-800 dengan registrasi PK-GMQ yang sedang parkir bersebelahan dengan Boeing 777 milik Cathay Pacific dan Airbus A330-200 China Southern. Umur PK-GMQ ini masih sangat muda, baru berusia satu tahun. Yang paling menyenangkan tentunya kali ini adalah saya naik pesawat baru yang sudah dilengkapi dengan Audio-Video On Demand (AVOD).

Saat memasuki pesawat, di pintu sudah ada dua orang flight attendant yang menyambut dan memberi salam. Nggak lupa dong ngambil koran buat bahan bacaan. Nggak mau rugi, ngambil koran yang paling mahal. Apalagi kalau bukan Wall Street Journal. Padahal nggak ngerti isinya apaan. Haha.. Yang saya suka dengan pesawat baru Garuda adalah warna interiornya yang adem di mata. Kursi kelas ekonomi warna coklat, sedangkan kelas bisnis warna merah marun. Enak banget di pandang mata. Penumpang pagi itu hanya sekitar 60 persen dari kapasitas pesawat. Cukup banyak bangku yang masih kosong kalau mau pindah tempat duduk. Saya tetap duduk di kursi yang sudah saya pilih yaitu nomor 27F. Memang berada agak di belakang namun tempat ini cukup pas untuk mengambil foto. Proses boarding berlangsung cukup cepat. Kemudian pintu pesawat ditutup. Safety demo mulai diputar di layar monitor yang ada di setiap kursi. Sayangnya video yang digunakan masih versi lama. Masih sama seperti saat saya naik Garuda beberapa tahun yang lalu. Pesawat lalu didorong mundur dan selanjutnya menuju runway. Pagi itu runway yang digunakan adalah 25R. Sepertinya tidak ada antrian yang berarti saat akan take off. Pesawatpun take off dengan mulus menuju Bandara Juanda di Surabaya.

garuda indonesia

garuda indonesia

garuda indonesia

garuda indonesia

garuda indonesia

garuda indonesia

garuda indonesia

garuda indonesia

Setelah tanda sabuk pengaman dipadamkan, waktunya mengeksplor apa yang ada di dalam pesawat ini. Yang pertama diutak-atik pasti adalah IFE AVOD yang ada di depan mata. Tinggal colok headset yang sudah disediakan di kantong kursi masing-masing kemudian buka menu IFE dan pencet layar sana-sini. Walaupun pesawatnya baru, tapi IFE yang ada di pesawat Garuda ini agak ribet terutama untuk layar sentuhnya. Perlu kesabaran ekstra karena layar sentuhnya nggak sensitif. Hiburan yang ada ya standar aja ya seperti maskapai-maskapai lain yang sudah menggunakan AVOD. Ada musik, film, dan games yang bisa dinikmati. Di kantong kursi ada katalog film-film baru yang bisa diputar di sistem IFE garuda ini. Sambil nonton video paling enak kalau sambil makan. Kebetulan flight attendant mulai membagikan snack kepada para penumpang. Untuk penerbangan kurang dari 1,5 jam memang hanya diberikan snack box saja yang isinya dua potong roti dan orang juice. Setelah itu flight attendant tadi akan kembali menawarkan minuman yang disediakan. Mulai dari teh, kopi, susu, atau juice. Rasanya kok agak mubazir ya, di snack box sudah diberi minuman tapi kembali diberi minuman tambahan. Mungkin lebih pas kalau snack box nggak perlu diberi orang juice. Nanti penumpang bisa memilih minuman sendiri yang disediakan.

Makan snack sudah, sekarang waktunya inspeksi toilet. Nah disini nih saya begitu merasakan bedanya Garuda dengan maskapai lain. Sebelum masuk ke toilet, pramugara meminta ijin untuk mengeringkan toilet terlebih dahulu sebelum saya gunakan. Maskapai lain mana ada yang begini. Tissue berserakan dimana-mana juga dibiarin aja. Salut deh untuk Garuda, hal kecil seperti ini sangat diperhatikan. Selama penerbangan ini pramugara dan pramugarinya juga ramah-ramah loh. Kebanyakan juga cantik-cantik dan masih muda.

garuda indonesia

garuda indonesia

garuda indonesia

garuda indonesia

garuda indonesia

Penerbangan pagi seperti ini sudah umum kalau cuaca begitu cerah, bahkan tidak ada awan yang menutupi pandangan. Pemandangan di bawah jadi terlihat sangat jelas dan cantik. Gunung-gunung yang menjulang tinggai di daratan Pulau Jawa menampakkan keanggunannya. Hmm.. Benar-benar perjalanan yang luar biasa. Tapi herannya panas dan cerah seperti ini lumayan sering kena turbulent. Pesawat goyang dombret kesana-kemari. Nggak terasa AVOD sudah dimatikan pertanda sesaat lagi akan mendarat di Bandara Juanda. Saat akan mendarat juga tidak ada antrian. Pesawat tidak perlu berputar-putar terlebih dahulu. Flaps dan landing gear sudah diturunkan. Tidak lama kemudian mendarat juga dengan mulus di Bandara Juanda. Eh lagi-lagi ketemu Boeing 777 Cathay Pacific yang akan berangkat ke Hongkong. Alhamdulillah selesai sudah serangkaian perjalanan yang melelahkan namun juga menyenangkan ini. Terima kasih untuk Garuda atas pelayanannya yang cukup memuaskan.


8 komentar:

  1. kadang suka begitu yah...yang laen2 harganya nggak kebayang deh, eh si Garuda bisa murah sendiri. kejadian juga neh baru baru ini, tiket CGK - PNK di maskapai lain 600.000 - 1,2juta, eh di Garuda cuma 577...hiihihihi....worthed banged deh.

    ngomong-ngomong soal AA, AA udah nggak murah lagi Mas. dulu sih iya, AA identik sama backpacker. tapi skrg banyak koq maskapai setara AA, bahkan bisa lebih murah. *nggak mau lagi heboh2in AA* hahahaha

    gunungnya cuantiiiiikkk buanget Mas hehehehe

    BalasHapus
  2. iya apalagi tiket murahnya airasia terbangnya masih setahun lagi.. sekarang kayaknya mending berburu tiket maskapai lain yang promonya untuk penerbangan 1-3 bulan ke depan.. nggak sabar kalau harus nunggu setahun. hoho.. bahkan garuda aja sering kok ngasih harga promo 300rb-an.. saya rela ngambil ini deh daripada terbang dengan airasia 200rb tapi setahun lagi..

    BalasHapus
  3. Great! It's nice someone share his experience with GIA (symbol of pride for I'sia airlines)

    Kindly let me share my Garuda Experience Mataram(AMI)-Jakarta(CGK) sector with B737-800NG 60's-80's paint

    http://hijjazone91.blogspot.com/2011/09/sumbawa-trip-end-garuda-experience.html

    BalasHapus
  4. Oh God! You got beautiful bird 737-800 retro livery.. Lucky you bro!


    Sent from my BlackBerry®
    powered by Sinyal Kuat INDOSAT

    BalasHapus
  5. sekali-sekali di foto dong pramugari yg cantik2, jd sambil liat pesawatnya jg liat FA juga :D

    BalasHapus
  6. bolak balik numpak GA kok oleh PK-GE* truss,dasar nasib2!!!!!hihihihi

    BalasHapus
  7. kalopun ada, nggak semua pramugari mau fotonya ditampilin di internet seperti ini.. cukup buat koleksi pribadi aja.. :)

    BalasHapus
  8.  Jogja & Solo sering kebagian GE*, makane lewat Surabaya wae trus lanjut numpak Sancaka.. Pasti dapet GM* atau GF* :p

    BalasHapus