1 Desember 2011

Berwisata Ke Bandung Selatan Yuk!!

wisata ciwidey

Memang bener sih kata orang, liburan alias jalan-jalan itu nggak kerasa. Paling nggak saya sudah meninggalkan Surabaya yang menjadi base camp saya selama beberapa hari untuk jalan-jalan ke Sumatera Utara dan Bandung. Tanggal 13 Agustus 2011 merupakan hari kedelapan saya jalan-jalan sekaligus hari keempat berada di Bandung. Setelah dua hari sebelumnya berkutat dengan Bandung Utara, kali ini saya mengarahkan tujuan saya berikutnya ke Bandung Selatan. Bisa dibilang wisata di Bandung ini sangat komplit. Ada wisata alam di Bandung Utara dan Bandung Selatan. Ada wisata sejarah, wisata belanja, dan wisata kuliner di pusat kota. Tinggal pilih aja sih mau yang mana. Mau semuanya juga boleh kalau waktu dan duitnya cukup. Oh ya, baik Bandung Utara dan Selatan itu sama-sama dataran tinggi ya. Jadi bisa dibilang Kota Bandung ini dihimpit berbagai pegunungan.

Untuk saya sendiri cenderung lebih suka wisata alam terutama di tempat-tempat yang sejuk seperti pegunungan. Karena itu setelah dua hari menjelajah Bandung Utara, kali ini saya akan menuju ke sebelah selatan Kota Bandung tepatnya Ciwidey, sebuah kecamatan di Kabupaten Bandung. Ada apa saja disana? Sebenarnya cukup banyak juga objek wisata di Ciwidey yang bisa Anda kunjungi. Beberapa yang bisa saya sebutkan antara lain Kawah Putih dan Situ Patenggang (dua objek yang paling terkenal), kolam pemandian air panas Cimanggu, Rancabali sebuah perkebunan teh yang juga terdapat pemandian air panasnya, serta Rancaupas yang merupakan bumi perkemahan dan tempat penangkaran rusa. Nggak lupa, Ciwidey merupakan gudangnya kebun strawberry. Bahkan Anda bisa memetik langsung strawberry dari pohonnya. Tertarik?

wisata ciwidey

Jarak dari Bandung menuju Ciwidey ini cukup jauh, lebih dari 40 km. Jadi sebaiknya pagi-pagi sekali kalau mau berangkat kesana. Apalagi jalanan menuju objek wisata ini bisa macet parah terutama pada akhir pekan. Nah gimana untuk kesana dengan angkutan umum? Saya dari penginapan di International Catellya Guest House tentu harus jalan kaki dulu ke jalan raya depan Istana Plaza yang jaraknya cuma sekitar 100 meter. Dari depan Istana Plaza saya kemudian naik Damri ke Terminal Leuwi Panjang. Terminal ini merupakan terminal terbesar di Bandung dan digunakan untuk bus-bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Dimanapun Anda menginap, Terminal Leuwi Panjang akan menjadi titik awal. Disinilah tersedia bus yang akan membawa Anda ke Ciwidey. Salah satu bus yang mempunyai rute Leuwi Panjang (Bandung)-Ciwidey adalah Bus Putra Setia. Bus ini berukuran sedang, bukan bus besar. Ada yang AC dan ada juga yang NON-AC. Anda nggak usah pilih-pilih busnya, yang penting yang berangkat duluan aja yang dinaiki karena ongkosnya pun nggak beda jauh. Ongkos bus NON-AC 6.000, sedangkan untuk yang AC 7.000. Bisa dibilang cukup murah jika melihat jaraknya yang lumayan jauh. Alternatif lain juga ada kok angkutan kecil sejenis L300 dengan rute yang sama. Bahkan sepertinya dengan frekuensi yang lebih sering. Untuk yang satu ini saya kurang tahu lebih banyak info mengenai ongkosnya. Tapi yang jelas angkutan sejenis ini saya lihat cukup banyak keluar-masuk Terminal Ciwidey.

Perjalanan saya dengan Bus Putra Setia menuju ke Ciwidey ditempuh dalam waktu sekitar 2 jam. Lama ya? Karena bus sempat ngetem juga di Pasar Soreang bersama dengan belasan angkot disana. Hal seperti inilah yang terkadang nggak bisa diprediksi. Waktu yang sudah diperhitungkan tiba-tiba bisa molor cukup banyak. Apalagi saya juga sudah berangkat terlalu siang. Dari Terminal Leuwi Panjang tadi bus berangkat sekitar jam 08.30 kurang. Berarti nanti tiba di Ciwidey sudah hampir tengah hari. Perjalanan bus ini cukup santai kok. Seperti biasalah sepanjang jalan bus menaikkan dan menurunkan penumpang. Semakin mendekati Ciwidey jalan berkelok-kelok mulai terasa. Kalau udaranya sih saya nggak ngerasain sejuknya, karena saya di dalam bus AC. Hehe..

wisata ciwidey

Setelah menempuh perjalanan dua jam tersebut sampailah bus di Terminal Ciwidey. Terminalnya kecil kok, jadi seharusnya Anda nggak akan bingung berada di terminal ini. Sementara itu jarak antara Terminal Ciwidey dengan objek-objek wisata seperti Kawah Putih, Cimanggu, Rancaupas, Rancabali, dan Situ Patenggang masih cukup jauh. Begitu tiba disana akan banyak sekali tukang ojek dan calo yang menyambut. Santai saja, ini adalah hal yang umum terjadi di terminal-terminal di Indonesia. Turun dari bus langsung cari saja angkot warna kuning jurusan Patenggang. Sebenarnya angkutan pedesaan sih, bukan angkutan kota *grin*. Kenapa angkot? Tentu pertimbangannya adalah ongkos yang lebih murah. Untung saja waktu itu saya langsung mendapatkan angkot yang sudah penuh penumpang, malah cenderung dipaksakan. Angkotnya benar-benar penuh padattt.. Angkot warna kuning ini akan melewati semua objek wisata yang saya sebutkan tadi. Tinggal pilih deh mana yang akan menjadi tujuan Anda. Tujuan saya yang pertama pastinya adalah Kawah Putih. Dari terminal ke Kawah Putih membutuhkan waktu 30 menit lah kira-kira. Nah untuk ongkosnya ini yang agak tricky. Saya diminta membayar 6.000 untuk jarak yang tidak terlalu jauh dari Terminal Ciwidey sampai depan pintu gerbang Kawah Putih. Padahal dari Bandung ke Ciwidey saja cuma 7.000 dengan bus AC. Ya sudah lah relakan saja.. -__-


8 komentar:

  1. pernah ke ciwidey sekali, ke rumah strawberry. hawanya emang sejuk, karena naik di pegunungan. cuman dulu naik motor sih, nggak pake kendaraan umum.

    gak mampir ke yoghurt cisangkuy kah? deket sama taman lalu lintas Bandung?..

     

    BalasHapus
  2. kalo untuk daerah bandung mustinya ada banyak alternatif buat memilih tempat mana saja untuk dikunjungi sbg lokasi wisata dan kuliner apalagi yg berkenaan dgn alam asri nan hijau hehehe... Kaya sibolang ya jalan jalan terus :D

    BalasHapus
  3. sayangnya nggak.. nggak tau kenapa kok agak males keliling kota malahan.. :D

    BalasHapus
  4. betul mas, untuk tempat2 yang ijo dan adem cukup banyak.. kalo di tengah kota sih sama aja panasnya.. :D

    BalasHapus
  5. Mas Tri, dari Luewipanjang ke Ciwidey dalam waktu dua jam sih sebenernya masuk dalam hitungan cepat loh. Biasanya, begitu lewat daerah Baleendah, itu suka terjadi yang namanya muacuet....bener kata Mas Tri, apalagi hari hari akhir pekan. 3 jam udah bagus banged deh.

    soal angdes....ya emang gitu lha ya. mereka menjadi monopoli angkutan di lintas Ciwidey - Patenggang (urang lokal bilangnya Patengan), maka daripada itu, nggak heran, harganya jadi nggak masuk akal kalau dibandingkan dengan rute Leuwipanjang - Ciwidey yang berjam-jam. hehehehe

    BalasHapus
  6. makanya kan agak sulit dilogika kalau 2 jam dengan bus ac cuma 7.000 sedangkan angkutan desa 30 menit 6.000.. nggak tau sih ini karena memang karena melihat tampang turis atau penduduk lokal juga membayar nilai yang sama..

    BalasHapus
  7. Mas, mau tanya. kalo ke daerah wisata gitu pake motor bisa, kan?? ga harus naek angkot??

    BalasHapus
  8. ya tentu bisa dong mas.. saya naik angkutan umum karena memang nggak ada motornya, mau sewa juga rasanya lebih mahal dibanding naik angkutan umum..

    BalasHapus