15 Desember 2011

Ini Dia Bandara Asli Jakarta, Halim Perdanakusuma

bandara halim perdanakusuma

Selama ini kita mengenal bandaranya Jakarta adalah Soekarno-Hatta. Padahal Bandara Soekarno-Hatta atau yang biasa disebut Cengkareng itu sesungguhnya masuk ke wilayah Kota Tangerang, Banten. Bukan Jakarta. Bandaranya Jakarta ya tentu saja Halim Perdanakusuma (HLP). Maklum saja sih, karena semenjak tahun 1985 penerbangan di Jakarta dipindahkan dari Halim ke Cengkareng. Sejak saat itu Halim hanya digunakan sebagai bandara untuk penerbangan VIP, charter, dan militer sampai sekarang. Kalaupun ada maskapai yang akan membuka penerbangan regular berjadwal itupun aturannya sangat ketat dan rumit. Misalnya saja kapasitas pesawat maksimal hanya 100 penumpang. Ditambah lagi durasi penerbangan maksimal 1 jam saja. Kebetulan tahun 2011 ada maskapai yang membuka penerbangan regular berjadwal yaitu Merpati dengan pesawat MA60 berkapasitas 56 penumpang. Tentu rutenya juga sangat terbatas karena disyaratkan hanya berdurasi maksimal 1 jam yaitu meliputi Bandung, Jogja, Semarang, dan Lampung.

bandara halim perdanakusuma

bandara halim perdanakusuma

bandara halim perdanakusuma

Merasakan mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma tentu saja menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Jarang-jarang lah saya bisa masuk ke bandara yang satu ini. Lha sehari-harinya hanya untuk penerbangan militer, VIP, charter, dan sedikit penerbangan regular dari Merpati. Maskapai-maskapai yang beroperasi di Halim juga rata-rata kurang familiar oleh kita. Sebut saja Travira, Gatari, Pelita, Susi Air, Transwisata, Pegasus Aviation, dan lain-lain yang kebanyakan memang maskapai charter yang sudah dikontrak oleh perusahaan pertambangan. Belum lagi berbagai business jet milik para pengusaha Indonesia. Orang-orang Indonesia banyak loh yang punya pesawat pribadi. Sebut saja Boeing BBJ (737-700) milik salah satu pengusaha sekaligus ketua partai kuning (you know who), BAe 146 milik ketua partai yang baru saja berdiri sekaligus pemilik stasiun televisi berita, ada lagi Bombardier Legacy 600 yang katanya dimiliki oleh salah satu cawapres partai merah pada pemilu 2009 lalu. Traffic di bandara ini tentu saja sangat padat meskipun hanya sedikit penerbangan regular. Selain diramaikan oleh pesawat charter, jet pribadi, dan penerbangan militer, Halim juga disibukkan oleh beberapa sekolah penerbangan. Belum lagi kalau ada tamu negara yang datang, pasti bandara ini semakin padat. Jadi jangan pernah beranggapan kalau bandara ini sepi-sepi aja ya..

bandara halim perdanakusuma

bandara halim perdanakusuma

bandara halim perdanakusuma

bandara halim perdanakusuma

Hal yang paling mengasyikkan saat berada di Halim bagi para pecinta aviasi adalah banyaknya pesawat aneh-aneh yang ada disini. Di bandara lain akan sangat sulit menemui pesawat seperti Piaggio Avanti P180, Bombardier Legacy 600, Bombardier BD-700 Global Express, Gulfstream, dan Boeing BBJ. Pesawatnya berukuran kecil-kecil baik jet maupun propeller, tapi jumlahnya banyaaak dan bentuknya unik-unik. Saat saya landing disana memang tidak ada aktifitas yang cukup berarti. Beberapa pesawat nongkrong di apron sudah menyelesaikan tugasnya. Terminal juga terlihat sepi, bahkan sepertinya tidak ada calon penumpang yang akan pergi. Mungkin karena memang sudah sore apalagi menjelang maghrib, aktifitas penerbangan sudah berkurang. Malah saat saat saya berada di terminal kedatangan, salah seorang porter mengakatakan kalau hari ini memang agak sepi. Sehari sebelumnya Halim sangat padat karena ada tamu KPK yang baru saja didatangkan dari Kolombia. Siapa lagi kalau bukan M. Nazaruddin yang juga sempat menikmati mewahnya pesawat Gulfstream G550 selama perjalanan dari Bogota sampai Jakarta. Bagi Anda yang ingin terbang lewat Halim silahkan pesan tiket Merpati tujuan Bandung/Jogja/Semarang/Lampung atau bisa juga menggunakan Susi Air bagi Anda yang akan ke Bandung/Pangandaran/Cilacap. Selain maskapai itu sepertinya Anda harus charter deh. Hehe.. Akhirnya, selamat datang di ibukota!


9 komentar:

  1. Mas Tri mungkin tahu ada apa di balik aturan yang superketat untuk penyelenggaraan penerbangan komersil di HLP? btw, HLP ini kan kesannya sangar dan militer yah. nggak apa apa tuh Mas untuk berfoto-foto? hehehe. pengen sih kapan-kapan mencobai bandara ini :D

    BalasHapus
  2. yang jelas aturannya sangat ketat karena memang bandara ini cukup padat dengan pergerakan pesawat VIP. yah tau sendirilah kalau ada VIP yang masuk pasti pesawat lain dibuang ke ujung dunia untuk berputar-putar dan kadang nggak jelas juga kapan selesainya.. selain padat VIP, juga padat penerbangan militer dan sekolah penerbangan.. tempat parkir pesawatpun sudah nggak cukup lagi kalau mau dibuat penerbangan sipil.. itu pesawat-pesawatnya para juragan mau ditaruh mana kalau misalnya lion, batavia, dan lain-lain mau buka disana.. hehe..

    untuk yang militer kan terpisah mas dengan yang sipil, jadi nggak masalah dong kalau cuma foto-foto sebentar..

    BalasHapus
  3. Meutia Halida Khairani16 Desember, 2011 08:27

    dulu pernah turun disini pake Pelita Air di pesenin tiketnya. sampe sekarang saya ngga tau cara pesan tiket Pelita Air gmn yaaa?
    kalo mau liat pesawat macam2, dulu pas tsunami di bandara Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, wahhh, abis deh tu pesawat aneh2. mau militer amerika, australia, pesawat kayak kecebong, jet, tauk deh pokoknya aneh2..

    BalasHapus
  4. naik pelita dari mana mut? mungkin yang mesenin kerja di perusahaan tambang (chevron atau yang lainnya)? soalnya sekarang sih pesawat pelita ada yang disewa chevron untuk mengangkut karyawannya dari jakarta ke pekanbaru dan dumai. selain itu juga disewa perusahaan tambang di kalimantan (bontang)..

    BalasHapus
  5. terima kasih mas, perbendaharaan pesawat saya jadi bertambah dan semoga bermanfaat.

    BalasHapus
  6.  mas tri abis dari mana nih???pasti naik merpati..

    BalasHapus
  7. Mas, kalau fasilitas lounge di bandara halim apa aja ya? :D

    BalasHapus