20 Desember 2011

Kembali Melalui Jalur Darat Dan Laut Dari Lampung Ke Jakarta

perjalanan darat lampung-jakarta

Lebaran telah usai, waktunya kembali ke Surabaya. Seperti sebelum-sebelumnya, untuk kembali ke Surabaya saya kembali menempuh perjalanan lewat darat dan laut sampai Jakarta sebelum dilanjutkan dengan perjalanan udara dari Jakarta ke Surabaya. Memang benar di Lampung terdapat bandara yang melayani penerbangan Lampung-Jakarta setiap hari dengan frekuensi yang bisa dibilang cukup banyak untuk sebuah bandara kecil. Namun lokasi Bandara Radin Intan II itu bisa dibilang cukup jauh dari kampung saya yang berada di Lampung Timur. Perlu perjalanan selama tiga jam untuk sampai kesana. Sementara itu dari rumah ke Pelabuhan Bakauheni cukup dekat, hanya satu jam perjalanan. Pertimbangan lainnya, musim mudik atau arus balik seperti ini tiket dari Lampung ke Jakarta cukup mahal. Jadi perjalanan darat ke Jakarta terlebih dahulu ini bisa dibilang alternative yang cukup murah tapi juga tidak terlalu melelahkan.

Jadwal penerbangan saya dari Jakarta ke Surabaya adalah jam 7 pagi. Sekitar jam 8 malam saya sudah diantar ke Pelabuhan Bakauheni. Sampai disana antrian kendaraan baik roda dua maupun roda empat cukup padat bahkan mengular sangat panjang di loket pembelian tiket. Yah namanya juga arus balik, wajar dong seperti ini. Hal yang lumrah terjadi setiap tahun. Tapi kan saya nggak akan menyeberang dengan kendaraan jadi tidak ikut terjebak dalam kemacetan tersebut. Begitu tiba di Pelabuhan Bakauheni agak aneh juga, loket pembelian tiket untuk pejalan kaki kosong melompng. Owh jadi tadi itu yang ramai hanya yang mudik/balik membawa kendaraan saja. Di loket pembelian tiket untuk pejalan kaki tidak ada antrian yang berarti. Ya sudah langsung beli tiket yang harganya masih sama 11.500 langsung menuju ke kapal. Kapalnya baru akan bersandar di dermaga jadi menunggu dulu sebentar. Nah dari tangga masuk ke kapal ini terlihat pemandangan yang sangat luar biasa. Mobil dan motor antri sangat panjang menunggu masuk ke kapal. Nggak kebayang deh betapa lelahnya mereka ini. Padahal mungkin di Pelabuhan Bakauheni ini belum sampai setengah dari perjalanan mereka.

perjalanan darat lampung-jakarta

perjalanan darat lampung-jakarta

Malam itu kapal ferry yang saya naiki bernama kapal Nusa Agung. Begitu naik kapal saya langsung masuk ke ruang kelas I. Niatnya sih pengen istirahat, tidur, biar nggak terlalu capek nantinya dalam perjalanan. Eh ternyata ruang kelas I di kapal Nusa Agung ini sangat bapuk sekali. Lebih mirip seperti ruangan kelas II yang diberi AC. Ruangannya sangat sumpek, kursinya jelek, AC juga nggak begitu dingin. Terlebih lagi pada penyeberangan ini penumpang sangat padat, membuat suasana begitu tidak nyaman. Sangat berbeda dengan kapal Jatra II yang saya naiki beberapa minggu sebelumnya. Dan tambahan biaya untuk masuk ruangan ini juga lumayan 8.000. Niat istirahat dengan tenang seperti yang sudah direncanakan sebelumnya juga harus dibatalkan. Betapa tidak, di ruangan ini terdapat hiburan organ tuggal dengan lagu-lagu dangdut yang diputar sangat keras. Nggak bisa tidur, jadi ya sudah nikmati saja goyangan-goyangan kapal serta goyangan penyanyi dangdut yang ada di dalam ruangan ini. Haha..

Selama penyeberangan ombak Selat Sunda cukup tenang. Penyeberangan ditempuh dalam waktu kurang lebih tiga jam. Waktu yang normal lah. Biasanya memang waktu yang diperlukan antara dua sampai tiga jam. Tergantung kapalnya lelet atau nggak, dan juga traffic kapal lagi padat atau nggak. Kali ini sepertinya memang harus antri saat masuk ke dermaga Pelabuhan Merak jadi ya bisa sampai tiga jam. Turun dari kapal sangat berdesak-desakan. Sampah di kapal juga sangat menumpuk. Antrian kendaraan baik roda dua dan empat juga nggak karuan ramainya. Sampai di Merak saat itu sudah tengah malam sekitar jam 12. Karena lapar jadi saya makan dulu di rumah makan cepat saji CFC yang ada di Pelabuhan Merak. Ya itung-itung istirahat dulu, lagian ini masih tengah malam. Kalau buru-buru naik bus ke Jakarta nanti malah sampai sana masih terlalu malam. Nggak nyaman juga kan? Padahal penerbangan saya masih jam 7 pagi.

perjalanan darat lampung-jakarta

perjalanan darat lampung-jakarta

Sekitar jam 1 saya baru berjalan ke Terminal Merak. Tidak seperti saat saya datang, Terminal Merak kali ini lebih hidup. Beberapa orang lalu-lalang akan naik ke kapal maupun turun dari kapal. Beberapa orang yang baru turun dari kapal juga ada yang bersantai di tepi pelabuhan. Mungkin juga seperti saya, menunggu agak pagi untuk berangkat ke kota tujuannya. Di Terminal Merak malam itu sudah ngetem beberapa bus yang bisa membawa saya ke Jakarta. Karena tujuan saya ke Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng jadi saya akan naik bus jurusan Merak-Kalideres. Yang ngetem saat itu sudah ada Bus Arimbi AC dan Non AC serta Bus Asli Prima Non AC. Tentu pilihan saya adalah Bus Arimbi AC. Apalagi bus ini sudah hampir penuh. Tidak lama setelah saya naik, Bus Arimbi ini langsung berangkat ke Kalideres. Saat mudik seperti ini ongkosnya naik sedikit. Kalau saya nggak salah ingat sih 18.000. Sepanjang perjalanan saya hanya tidur saja. Maklum memang waktunya tidur jam segitu. Saya hanya berpesan kepada kondektur untuk membangunkan saya kalau sudah sampai di Cikokol-Tangerang. Rasanya belum lama tidur, kondektur sudah menepuk pundak saya. Sudah mau sampai Cikokol katanya. Nggak terasa saya sudah tidur lebih dari dua jam. Jam sudah menunjukkan pukul 03.30.

perjalanan darat lampung-jakarta

perjalanan darat lampung-jakarta

Saya turun saat bus melintasi Mall Metropolis di Tangerang. Tempat ini bukan tempat yang asing buat saya sih, karena saya dulu sangat sering kesini. Pernah juga sampai tinggal di sekitar sini selama 1,5 bulan. Walaupun masih pagi seperti ini disana itu masih rame. Banyak orang-orang yang sedang menunggu angkutan juga. Mungkin akan berangkat kerja atau kemana saya kurang tau. Turun dari bus pasti sudah banyak tukang ojek yang mendekat menawarkan jasanya. Tapi harus saya tolak karena saya lebih memilih naik taksi saja sampai bandara. Dengan taksi burung biru cukup membayar 40.000. Sedangkan dengan ojek mereka menawarkan harga 35.000. Siapa yang mau coba kalau harganya beda tipis gitu. Cuma nunggu taksinya yang agak lama. Sering kali taksi sudah ada penumpangnya. Mendekati subuh seperti ini memang ramai-ramainya orang ke bandara. Untungnya saya tidak perlu menunggu terlalu lama. Sudah ada taksi burung biru yang menghampiri saya kemudian mengantarkan saya sampai ke Bandara Soekarno-Hatta. Pukul 04.15 saya sudah tiba di bandara. Jadwal penerbangan masih lama, dua jam lebih. Enaknya ngapain yak? :D


0 komentar:

Poskan Komentar