20 Desember 2011

Melihat Dari Dekat Menara Siger, Titik Nol Sumatera Bagian Selatan

menara siger

Nggak tau kenapa, saat berada di Lampung saya selalu malas buat jalan-jalan. Padahal orang-orang dari Jawa banyak banget yang datang ke Lampung untuk melihat dan mendaki Gunung Krakatau misalnya. Atau ke Teluk Kiluan melihat lumba-lumba. Dan masih banyak lagi keindahan alam lainnya di Lampung. Tapi begitu saya sampai disana ya gitu deh, males kemana-mana. Keluar rumah aja males. Nggak ada gairah sama sekali buat jalan-jalan. Beruntung juga sih akhirnya saya keluar juga dari rumah karena menjemput seseorang di Pelabuhan Bakauheni. Nah dengan begini ada sedikit waktu yang bisa saya manfaatkan untuk melihat Menara Siger yang terletak di dekat Pelabuhan Bakauheni. Kalau Anda naik kapal ferry dari Merak ke Bakauheni kemungkinan besar akan melihat menara yang satu ini. Menara ini akan menyambut Anda sebelum kapal mendarat di dermaga.

Berbicara mengenai Menara Siger, menara ini terletak di ujung selatan Pulau Sumatera. Menara Siger juga sekaligus digunakan sebagai titik nol Pulau Sumatera di bagian selatan. Sebelum kapal bersandar di dermaga, menara terlihat sangat mencolok di tempat yang tinggi dengan warna dominan kuning berbentuk tiga dimensional lancip-lancip, serta ada beberapa corak dengan warna merah. Kalau saya tidak salah ingat, Siger ini sebenarnya seperti halnya mahkota atau hiasan kepala yang digunakan oleh perempuan dalam pakaian adat Lampung. Siger sekaligus menjadi lambang provinsi Lampung. Sebenarnya cukup unik juga loh, jarang-jarang kan ada hal-hal yang berbau feminim menjadi simbol sebuah tempat? Biasanya maskulin lebih mendominasi. Alasannya kenapa menggunakan simbol mahkota milik perempuan? Saya sih nggak ngerti jawabannya. Hehe..

menara siger

menara siger

menara siger

menara siger

Balik lagi ke Menara Siger, saat puasa kemaren menara ini selain menjadi objek wisata juga disulap menjadi rest area. Ya sudah dapat dipahami, saat musim mudik lebaran arus kendaraan dari Jawa ke Sumatera dan sebaliknya sangat padat. Tempat ini dijadikan alternative untuk beristirahat dengan nyaman. Selain itu juga ada panggung hiburan yang diisi oleh penyanyi-penyanyi dangdut. Namanya juga masih keturunan Melayu, musik dangdut sangat digemari di Lampung. Untuk masuk ke area Menara Siger saya kemaren sih nggak bayar. Mungkin karena lagi musim mudik kali ya jadi digratiskan. Nah di dalam ruangan Menara Siger sebenarnya nggak ada yang istimewa. Tempat ini lebih mirip seperti sebuah museum tapi dengan koleksi yang amat sangat minim. Ruangan yang begitu lebar lebih banyak kosong melompong. Di salah satu sudut ruangan terdapat Tourist Information Center dan juga tempat penjualan souvenir seperti kaos, dompet tapis, gantungan kunci, dan hiasan-hiasan lainnya. Tapiii.. Nggak ada yang jaga sama sekali. Masih di ruangan yang sama saya meihat beberapa foto keindahan Lampung yang dipamerkan seperti Teluk Kiluan dan beberapa tempat lain yang belum banyak terekspos. Di sudut lain ada koleksi beberapa gamelan yang teronggok begitu saja.

Nah kalau masih penasaran, Anda bisa naik ke lantai dua. Sayangnya disana juga nggak ada apa-apa. Tapi hebatnya di ruangan lantai dua ini kalau saya nggak salah terdapat beberapa komputer yang sudah terhubung dengan internet dan bisa digunakan secara gratis. Masih belum puas? Silahkan naik ke lantai 3, 4, 5, dan seterusnya. Saya nggak tau Menara Siger ini ada berapa lantai. Nggak ngitung juga sih. Semakin ke atas yang jelas semakin sepi dan semakin nggak ada apa-apa.

menara siger

menara siger

menara siger

Hal yang paling menarik di Menara Siger menurut saya adalah pemandangan yang bisa dilihat dari sana. Tau kan menara ini memiliki dua sisi. Paling asyik melihat pemandangan dari sisi yang menghadap ke laut. Hilir-mudik kapal ferry dari Merak ke Bakauheni dan sebaliknya terlihat sangat jelas dan sangat menarik. Terlebih pemandangan pulau dan laut yang nampak begitu indah. Paling nggak masih ada sesuatu hal menarik yang bisa dilihat di Menara Siger. Mungkin Anda tertarik ke Menara Siger begitu turun dari kapal? Lokasi Menara Siger nggak jauh kok dari pelabuhan. Satu kilometer rasanya juga tidak sampai. Keasyikan memandangi traffic kapal yang datang dan pergi nggak terasa kalau yang saya jemput sudah turun dari kapal yang sejak tadi saya pandangi. Jadi ya langsung turun ke pelabuhan terus pulang deh.


0 komentar:

Posting Komentar