8 Desember 2011

Mencharter Pesawat Merpati Nusantara MA60 Ke Jakarta (Halim)

merpati ma60 bandung-jakarta

Dalam sebuah perjalanan sebenarnya yang paling saya sukai adalah terbang, terbang, dan terbang. Maklum saja sih, selain suka jalan-jalan saya juga suka pesawat dan dunia aviasi. Pengennya setiap kali jalan-jalan kalau harga tiketnya cocok ya naik pesawat. Bisa nyobain macam-macam maskapai sebanyak mungkin dan juga tipe pesawat yang beragam memberikan kepuasan tersendiri. Mungkin sebagian orang juga akan mengernyitkan dahi jika ada orang yang naik pesawat dari Bandung ke Jakarta atau sebaliknya. Bayangkan saja, dua kota ini jika ditarik garis lurus hanya berjarak 56 nautical miles atau setara dengan 103 km. Perjalanan lewat daratpun bisa ditempuh dalam waktu dua jam lewat Tol Cipularang. Lalu kenapa harus naik pesawat? Untuk saya pribadi karena seperti yang sudah saya bilang, saya suka pesawat dan saya suka terbang. Mungkin bagi sebagian orang yang lain memang karena butuh waktu yang cepat dan tidak mau terjebak macet.

Untuk penerbangan dari Bandung ke Jakarta ini saya menggunakan jasa maskapai BUMN yang terus-menerus berdarah-darah, apalagi kalau bukan Merpati Nusantara. Harapan saya cuma satu kok, saya ingin mencoba pesawat AVIC MA60 yang dioperasikan Merpati. Ada yang tahu tentang jenis pesawat ini? Modern Ark 60 atau yang lebih dikenal dengan nama MA60 merupakan pesawat buatan perusahaan China Xi’an Aircraft Industrial Corporation di bawah China Aviation Industry Corporation (AVIC). Makanya sering kali pesawat ini disebut Xian MA60 atau AVIC MA60, toh sama saja kan? Kalau masih belum ada gambaran juga, Anda mungkin masih ingat kecelakaan pesawat Merpati pada tanggal 7 Mei 2011 di Kaimana yang jatuh ke laut saat mendarat. Ya jenis pesawat yang sama dengan itulah yang akan saya naiki nantinya. Tapi saya nggak berharap kejadian yang sama loh. *Astaghfirullah*

merpati ma60 bandung-jakarta

merpati ma60 bandung-jakarta

merpati ma60 bandung-jakarta

Xian MA60 kalau saya bilang versi klonengan pesawat asal Rusia, Antonov An-24. Bentuknya sama persis, pesawat turboprop dengan dua mesin. Hanya saja sudah dimodifikasi beberapa bagian ala pesawat buatan barat seperti flightdeck yang lebih modern dibanding An-24, interior kabin, dan mesinnya. Sesuai dengan namanya (MA60), pesawat ini mempunyai kapasitas maksimum 60 penumpang. Namun, pada pesawat yang dioperasikan Merpati memiliki kapasitas 56 penumpang ditopang dua mesin turboprop Pratt and Whitney Canada PW127J dengan power masing-masing mesin 2.051 kW. Dengan mesin tersebut pesawat ini memiliki kecepatan maksimum 514 km/jam dan bisa terbang dengan ketinggian maksimum 25.000 kaki di atas permukaan laut. Kalau dari kapasitas penumpangnya, pesawat ini berada di antara ATR 42-500 dan ATR 72-500. Baik ATR 42/72 dan MA60 menggunakan mesin dari perusahaan yang sama kok (Pratt & Whitney Canada), hanya tipenya yang berbeda. ATR 42/72 menggunakan mesin PW127E/PW127M sedangkan MA60 bermesin PW127J. Kalau orang awam mungkin nggak bisa membedakannya. Namun kalau diperhatikan ada perbedaan yang sangat mencolok pada mesin kedua tipe pesawat tersebut. Mesin pesawat ATR mempunyai enam bilah baling-baling, sedangkan mesin MA60 mempunyai empat bilah baling-baling.

merpati ma60 bandung-jakarta

merpati ma60 bandung-jakarta

merpati ma60 bandung-jakarta

merpati ma60 bandung-jakarta

Pada hari keberangkatan ini saya check in 30 menit sebelum jadwal. Proses check ini berjalan cukup lancar, nggak perlu antri, malah udah ditungguin sama stafnya. Namanya juga charter, iya nggak? Hehe.. Setelah check in saya dipersilakan menunggu di ruang tunggu karena sebentar lagi pesawat yang menjemput saya akan datang dari Halim Perdanakusuma. Di ruang tunggu saat itu sudah cukup ramai. Penerbangan saya jadwalnya hampir bersamaan dengan penerbangan Indonesia AirAsia ke Denpasar. Baru sekitar 20 menit menunggu, staff yang membantu saat saya check in tadi mendatangi saya di ruang tunggu, memberikan sekotak kue yang sudah dibungkus plastik untuk berbuka puasa, menyobek boarding pass, dan kemudian mempersilakan saya masuk ke pesawat. Sementara penumpang Indonesia AirAsia yang sudah antri bersiap boarding belum masuk juga ke dalam pesawat, saya udah bisa nyelonong nerobos antrian karena pesawat saya berangkat duluan rupanya. Gini nih enaknya, serasa punya pesawat pribadi. Hihihi..

Sore itu rupanya hanya ada dua pesawat saja di apron Bandara Husein Sastranegara. Satu pesawat Merpati dengan tipe MA60 dan yang satu lagi pesawat Indonesia AirAsia tipe Boeing 737-300 yang akan mengantar penumpangnya ke Denpasar. Pesawat yang akan mengantar saya ke Jakarta (Halim) sore itu beregistrasi PK-MZD. Saya tidak tahu ini pesawat MA60 Merpati yang keberapa. Sepertinya sih pesawat yang ketiga. Total Merpati mengoperasikan pesawat jenis ini sebanyak 14 unit. Semula 15 unit, tapi yang 1 unit loss karena kecelakaan di Kaimana beberapa bulan yang lalu. Beberapa orang ground crew sudah menunggu. Saya berjalan menuju pintu masuk pesawat yang terletak di belakang. Konsepnya sama seperti ATR, pintu ada di belakang sementara di bagian depan adalah cargo. Bedanya kalau pintu cargo ATR ada di sebelah kiri, kalau pesawat ini di sebelah kanan.

merpati ma60 bandung-jakarta

merpati ma60 bandung-jakarta

merpati ma60 bandung-jakarta

merpati ma60 bandung-jakarta

Di pintu pesawat sudah ada mbak mugari yang menyambut. Karena backpack saya cukup besar dan sepertinya tidak muat ditaruh pada overhead bin, maka lebih baik backpack saya titipkan di galley belakang saja. Kesan pertama, kabinnya cukup mirip dengan ATR 72. Kursi-kursinya juga serupa, terbuat dari bahan kulit berwarna biru tua. Jarak antar kursi juga 11-12 dengan ATR 72-500 Wings Air yang sudah beberapa kali saya naiki. Pada penerbangan ini terdapat dua orang pramugari yang siap membantu selama penerbangan. Setelah semua beres, pintu pesawat ditutup dan pesawat sudah siap berangkat ke Jakarta. Pilot segera mengarahkan pesawat ke ujung landasan pacu untuk bersiap take off. Setelah mendapat ijin dari ATC, dua mesin PW127J meraung keras, badan pesawat bergetar, kemudian pesawat meluncur dengan kecepatan tinggi. Akhirnya terbang jugaa…

Perbedaan yang mendasar antara pesawat ini dengan ATR 72-500 adalah suaranya lebih bising. Ntah karena memang desain badan pesawat yang kurang kedap suara atau memang mesin PW127J dengan empat bilah baling-baling yang membuat lebih bising. Saya kurang paham masalah yang satu ini. Kenapa harus selalu dibandingkan dengan ATR 72-500? Yang pertama jelas karena saya baru pernah naik pesawat baling-baling jenis itu. Kedua, pesawat jenis ATR 72-500 banyak dan mudah dijumpai menerbangi rute-rute kota besar seperti Bandung-Jogja-Surabaya-Denpasar/Semarang. Nggak melulu harus ke tempat pelosok untuk mencicipi terbang dengan ATR 72-500. Dari sini bisa saya simpulkan, saya merasa lebih nyaman terbang dengan ATR 72-500. Saya kurang tahu apakah ini hanya sugesti semata karena ATR 72-500 buatan Perancis sedangkan MA60 buatan China, atau memang kenyataannya seperti itu?

merpati ma60 bandung-jakarta

merpati ma60 bandung-jakarta

Penerbangan dari Bandung ke Jakarta hanya ditempuh dalam waktu 25 menit dengan ketinggian jelajah cukup rendah. Saya nggak begitu ingat, namun yang pasti ketinggiannya kurang dari 10.000 kaki di atas permukaan laut. Keadaan di bawah terlihat cukup jelas dimana kepadatan bangunan baik di Bandung maupun Jakarta sudah sedemikan luar biasanya. Beberapa kali pesawat harus menerjang awan gelap dan terjadi turbulent beberapa saat. Sesering-seringnya naik pesawat kalau kena turbulent ya tetep keluar keringet dingin juga. Wong kodratnya manusia hidup di darat, wajarlah kalau takut ketinggian. Hehe..

Terbang hanya 25 menit tentu terasa sangat singkat. Baru naik sebentar, seat belt sign pun hanya dimatikan selama 5 menit kemudian dihidupkan lagi dan pesawat sudah mulai masuk ke wilayah Jakarta. Ketinggian jelajah diturunkan hingga mendekati Bandara Halim Perdanakusuma. Nggak biasa-biasanya waktu approach gini saya merasa takut. Ngeliat luar serasa kecepatannya masih tinggi banget gitu. Sampai disini saya feeling landingnya bakal lumayan gabruk (keras). Semakin mendekati runway rasanya nggak tambah pelan. Tepat di atas landasan.. Bruuukkk… Jaaan kayak dibanting nyentuh landasannya. Tapi yang penting landing dengan selamat. Alhamdulillah…

merpati ma60 bandung-jakarta

merpati ma60 bandung-jakarta

merpati ma60 bandung-jakarta

Sekedar info, saya nggak mencharter pesawat kok. Judulnya hanya bercanda aja. Tiket Bandung-Jakarta (Halim) saya beli dua hari sebelum keberangkatan via website Merpati dengan harga 98.500 sekali jalan. Kebetulan penerbangan saya ini sepi sekali penumpangnya. Kalau saya nggak salah hanya ada sekitar 5 penumpang. Sisanya adalah crew dan staff Merpati. Dari total kapasitas pesawat sebanyak 56 penumpang hanya terisi 11 orang saja. Jadi serasa naik pesawat pribadi. Dengan harga yang hampir sama dengan travel, tentu saya akan memilih naik pesawat. Ini juga salah satu opsi bagi Anda yang tinggal di sekitar Halim atau tujuan Anda di sekitar Halim. Lumayan kan kalau dapat harga promo 98.500 sekali jalan? Finally… Selamat datang di Bandara Halim Perdanakusuma-Jakarta!


18 komentar:

  1. aku bisa bebas komen2. asiikk *dapet pinjeman modem*.

    hahaha.. lucu baca ekspresinya mas Tri pas landing. 'jowone metu e mass' :D

    itu pesawat beneran kecil banget ya. dan penumpangnya cuma lima. gak rugi emang ya???
    belum pernah nyobak naik merpati aku mas. selama ini baru pernah lion air, wings air, batavia, sama citylink. dan sejauh ini yg paling nyaman ya citylink :)

    BalasHapus
  2. ya nggak kecil-kecil banget lah ar, kapasitas 50an kursi.. kalo dibandingin sama pesawat Citilink, Batavia, atau Lion yang biasa kamu naikin ya cuma sepertiganya.. :D

    rugi atau nggak ya pasti rugi lahh.. mungkin bisa disubsidi dengan rute lain yang lebih untung.. tapi aku salut kok walaupun cuma ada 5 penumpang tetep berangkat..

    BalasHapus
  3. manteb cak postingane, oiya, gimana sih carane pesen ticket IW, di web JT kah?


    kok ada temen blg pelayanan IW 180 degrees bedanya sm JT.......:D

    BalasHapus
  4. iya mas sama kok pesennya di web JT. nanti di flight number juga pakai JT, hanya saja menggunakan angka 4 digit. misal JT-1848, nah ini flightnya IW sebenernya.. aku juga lebih suka naik IW dibanding JT.. :D

    BalasHapus
  5. whooooaaa menarik ya. 98500 doank? murah banged ya. apa ini usaha mereka untuk bersaing dengan Travel yang harganya ngga beda jauh? *contoh : XTrans aja 70rb* untuk rute ini ada airport tax-nya juga kah, Mas?

    saya sih suka naik pesawat., tapi entah kenapa take off dan landing adalah bagian yang paling nggak saya suka. makanya, saya menghindari banged pesawat transit yang artinya harus take off dan landing berkali-kali. rasanya, take off dan landing serta berada di ketinggian adalah dua hal berbeda yang ada di dalam dunia aviasi deh. *fiuh*

    BalasHapus
  6. iya mas murah banget makanya saya mau nyobain.. airport tax tetep ada dong.. untuk bandung kemaren kalau nggak salah 25.000.. seru juga yah kalau pesawat sudah mulai berani bersaing dengan kereta bahkan bus atau travel.. :D

    BalasHapus
  7. yang ke bali kemarin blm diposting pak? :D
    kemarin ada merpati di Bima baling-balingnya terbakar, shingga harus kembali landing di bandara tersebut, jadi ngeri naik merpati air :D

    BalasHapus
  8. belum mas broo.. belum sempet ngedit foto.. eh bener loh katamu, blue point emang josss... sayang belum bisa ketemu kita :p

    BalasHapus
  9. saya sudah lama sekali tidak naik pesawat merpati

    BalasHapus
  10. mas tri salam kenal yah.saya suka baca trip report mas.hehehe :D.mas saya mau tanya kpn sih mas pertama kalinya pesawat lion air 737-900er PK-LHY digunakan.karna beberapa waktu lalu saya ke surabaya dan mendapatkan registrasi pesawat PK-LHY.thanks

    BalasHapus
  11. PK-LHY? Wah udah sekitar 4 bulan yg lalu.. Kurang lebih beroperasi akhir Agustus atau awal September 2011..




    Sent from my BlackBerry®
    powered by Sinyal Kuat INDOSAT

    BalasHapus
  12. thanks mas.hehehe.:D

    BalasHapus
  13. sih ngeri aku yen numpak odong2 bozz,,,,kok aku sih mrasa lbh comfort ATR nya singa angop ya???hahahha

    BalasHapus
  14.  enak2 aja kok brur berkali2 naik ini :)

    BalasHapus
  15. sekalinya naek MA90 BDO-HLP bulan maret kemaren..cuma 3 pax dan dapet seat no 4 pas sebelah baling2 :))

    untunglah sempet nyicip penerbangan pendek yg cuma stgh jam (lbh lama nunggu boardingnya drpd terbangnya) sebelum akhirnya rute ini ditutup *cry*

    BalasHapus
  16. Tapi sayang, saya belum mencoba trayek ini keburu ditutup karena salah satu trayek yang merugi terus.
    http://winduhadi.com

    BalasHapus
  17. iya mas, sekarang tutup karena merugi nggak ada penumpangnya

    BalasHapus
  18. sepi broo.. tiket 90rb aja kagak ada yang naik.. untuk gw juga udah coba :p

    BalasHapus