12 Januari 2012

Bandara Blimbingsari, Bandara Kebanggaan Banyuwangi

badara blimbingsari banyuwangi

Perjalanan dari Surabaya hingga mendarat di Banyuwangi bisa dibilang cukup menyenangkan. Cuaca sangat cerah sepanjang penerbangan, pemandangan yang ada di bawah juga bagus. Mendarat di Bandara Blimbingsari ini layaknya mendarat di bandara perintis. Bandara Blimbingsari memang bukanlah bandara besar, melainkan hanyalah bandara kecil yang memang bisa dibilang sekelas dengan bandara-bandara perintis. Tidak banyak penerbangan dari Bandara Blimbingsari. Dalam seminggu hanya ada 4 kali penerbangan ke Surabaya oleh Merpati dengan pesawat MA60. Dulu ada Sky Aviation ke Surabaya dan Denpasar. Namun sepertinya maskapai tersebut sudah tidak menerbanginya lagi. Bandara ini lebih banyak disibukkan oleh latihan terbang para siswa Bali International Flight Academy (BIFA) dengan pesawat Cessna-nya. Jadi kalau sudah tidak ada penerbangan dari Merpati, bandara ini dijamin sepi karena tidak ada penerbangan komersil lainnya.

Menurut informasi dari situs Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Bandara Blimbing sari terletak di Desa Blimbingsari, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi. Dengan panjang landasan 1.400 meter dan lebar 30 meter, bandara ini sudah cukup didarati pesawat sekelas Fokker 50, Xian MA60, maupun ATR 42. Sayangnya apron yang ada cukup kecil, hanya bisa menampung satu unit pesawat dengan tipe yang saya sebutkan tadi. Disini juga belum tersedia instrument navigasi yang cukup memadai seperti halnya di bandara-bandara besar. Jadi untuk melakukan pendaratan harus dilakukan secara visual. Fasilitas lainnya hanya berupa mobil ambulance saja yang standby saat pesawat akan mendarat. Saya nggak melihat adanya mobil pemadam kebakaran di area ini. Ntahlah, saya yang nggak teliti atau memang tidak ada. Uniknya lagi, meskipun sudah memiliki penerbangan komersil namun Bandara Blimbingsari belum memiliki ICAO code (four letter code) maupun IATA code (three letter code). Tapi lucunya di tiket saya tertulis IATA code (3-letter code) BWW. Saya kurang tau berdasarkan apa Merpati menggunakan BWW ini. Padahal di situs Dirjen Hubud tidak tertera.

badara blimbingsari banyuwangi

Bangunan Bandara Blimbingsari bisa dibilang sangat kecil yang terdiri dari dua buah bangunan. Satu bangunan dicat warna kuning dengan sebelahnya masih dilakukan penambahan ruangan, sementara bangunan satunya lagi berwarna biru muda. Bangunan yang berwarna kuning merupakan gedung terminal yang digunakan baik untuk terminal kedatangan maupun keberangkatan. Tentu saja ruangannya sangat sempit. Bahkan saya cukup kebingungan saat akan keluar dari bandara ini karena para petugas darat sudah membagikan barang bagasi para penumpang saat masih berada di luar pintu terminal kedatangan. Owh rupanya terminal kedatangannya sangat sempit yang hanya diisi oleh konter pemesanan taksi. Sementara itu untuk area keberangkatan masih lebih luas. Namun untuk menampung sebuah penerbangan dengan pesawat sekelas MA60 atau Fokker 50 saja sudah terlihat sangat sumpek. Untuk bangunan berwarna biru yang terpisah dari bangunan berwarna kuning itu merupakan terminal untuk VIP. Jadi bapak-bapak pejabat yang terhormat tidak perlu mengantri berjubel saat datang maupun berangkat dari bandara ini karena sudah ada ruangan khusus untuk para raja-raja kecil yang terhormat ini.

badara blimbingsari banyuwangi

Nah kalau Anda ingin ke pantai, dari Bandara Blimbingsari ini jaraknya cukup dekat dengan Pantai Blimbingsari. Kalau saya nggak salah jaraknya hanya sekitar 1,5-2 km saja. Sayangnya nggak ada angkutan umum yang masuk kesana. Lalu untuk ke kota? Perlu saya ingatkan, Bandara Blimbingsari ini terletak di tengah-tengah sawah yang cukup jauh dari kota. Bahkan untuk ke kota Kecamatan Rogojampi juga cukup jauh sekitar 5-6 km. Disana tidak ada angkutan umum sama sekali. Sementara itu untuk sampai ke Banyuwangi paling tidak harus menempuh perjalanan 18 km lagi. Satu-satunya alternative yang paling mudah adalah naik taksi. Ada satu perusahaan taksi yang membuka pemesanan di Bandara Blimbingsari. Jumlahnya pun tak banyak. Kebanyakan dari penumpang yang bareng saya pada penerbangan tadi kalau tidak dijemput ya pesan taksi. Kalau naik taksi pastilah tarifnya lebih mahal. Terus, bagaimana caranya keluar dari Blimbingsari dengan ongkos yang murah? Ikuti terus yak! :D


13 komentar:

  1. Arie Ardiansyah12 Januari, 2012 01:14

    informasi yang berguna... ditunggu kelanjutannya :)

    BalasHapus
  2. siip broo.. nanti segera dilanjutkan :D

    BalasHapus
  3. Blimbingsari, kayak nama kelurahan di Jogja, deket UGM, banyak kos-kosan, tapi kok ya bangunan fisik bandara Banyuwangi dari luar ya mirip seperti kos-kosan yah? :D

    BalasHapus
  4. masih bagus kost-kostan di jogja mas.. :))




    ________________________________
    Dari: Disqus <>
    Kepada: styo_rnt@yahoo.co.id
    Dikirim: Sabtu, 14 Januari 2012 18:17
    Judul: [wnet] Re: Bandara Blimbingsari, Bandara Kebanggaan Banyuwangi - Aku dan Keindahan Negeriku

    Disqus generic email template

    BalasHapus
  5. bandaranya lebih kecil daripada HKIA, Changi, KLIA, Suvarnhabhumi maupun bandara di Amerika

    BalasHapus
  6. duuh.. ini kan bandara sekelas perintis, jangan disamain sama bandara-bandara mega hub di asia tenggara itu dong ya..

    BalasHapus
  7. Bandara ini baru berumur beberapa bulan, maklum lah. Lion air sudah menjajagi u/terbang kesini setelah rencana perpanjangan landasan awal tahun ini dilaksanakan. Pacific royale dg fasilitas maksimum juga akan mengadakan rute terbang mulai Maret tahun ini. 

    BalasHapus
  8. Kalau di kost2an paling cuma ada tape compo aja!  Kalau di sini ada peralatan, pengunjung, penumpang dan nilai tambah.

    BalasHapus
  9. iya saya tau kok bro, lagipula market dari banyuwangi ke kota lainnya nggak begitu besar. dengan pesawat berkapasitas 50 kursi saja tidak bisa penuh jika diterbangi setiap hari.. saat ini saja merpati terbang 4 kali seminggu ke surabaya menggunakan pesawat MA60. itupun tidak bisa mengangkut beban maksimum. pesawat hanya bisa membawa 36 penumpang dari kapasitas maksimum 56 penumpang karena kekuatan runway yang masih kurang (panjangnya 1.400 meter sudah lebih dari cukup untuk pesawat 50 seater).. saya rasa bandara yang sekarang sudah cukup.. pemkab tidak perlu menghabiskan dana untuk membuat bandara yang besar karena pada dasarnya bandara ini juga hanya sebagai bandara pengumpan..

    BalasHapus
  10. itu kost jaman kakak saya kuliah tahun 1997.. hehe.. *just kidding bro*

    BalasHapus
  11. Waahhhh kalo sekarang sudah maju pesaattt,,,penerbangan garuda indo,dan lion air yg terbang tiap hari pagi dan sore,,,makin sip lah..

    BalasHapus