23 Januari 2012

Taman Tirta Wangi Di Persimpangan Karangente Banyuwangi

taman tirta wangi banyuwangi

Dalam perjalanan ke Banyuwangi ini benar-benar tidak ada persiapan yang cukup, tidak ada perencanaan sama sekali. Apalagi dengan waktu yang sangat singkat, hanya satu hari saja tentu tidak akan bisa melihat tempat-tempat menarik di Banyuwangi yang rata-rata berada di luar kota. Pengennya sih ke Kawah Ijen atau ke pantai-pantai eksotis di Banyuwangi, tapi mana sempat terlebih saya baru landing di Banyuwangi saat hari sudah mau sore. Keesokan harinya pun saya sudah harus berangkat lagi ke Surabaya. Di saat waktu yang sangat mepet seperti ini city tour merupakan pilihan terbaik.

Hal pertama yang saya jumpai saat memasuki Kota Banyuwangi adalah Taman Tirta Wangi. Taman ini terletak di pinggiran kota dekat dengan Terminal Bus Karangente. Saat masuk Kota Banyuwangi dari arah Jember bisa dipastikan Anda akan melewati Taman Tirta Wangi karena lokasinya berada tepat di persimpangan Jalan Adi Sucipto yang merupakan jalan masuk menuju pusat kota. Bisa dikatakan Taman Tirta Wangi merupakan kebanggaan warga Banyuwangi. Pohon-pohon rimbun menjuntai mengelilingi taman, sementara tanaman-tanaman kecil seperti bunga menghiasi bagian dalam taman. Yang paling menarik tentunya adalah adanya monument Tirta Wangi yang disimbolkan oleh patung kuda (Kereta Kencana Srikandi). Hal ini mengingatkan saya pada patung sejenis yang terdapat dekat dengan Bandara Ngurah Rai di Bali.

Meskipun namanya mengandung kata “tirta” namun saya tidak melihat sedikitpun adanya air disini. Di samping patung kereta kencana memang dibuat seperti kolam yang mengelilingi patung. Tapi saat itu kondisi air sedang kering kerontang tidak ada isinya. Mungkinkah karena sedang musim kemarau? Sayangnya saat saya datang taman ini sedang mengalami renovasi. Beberapa bagian masih terlihat berantakan, paving block juga berserakan. Sayangnya lagi, tempat-tempat duduk yang ada kurang memadai. Padahal taman bisa digunakan untuk bersantai sembari menikmati sejuknya rerimbunan pepohonan yang ada. Mungkin Pemkab Banyuwangi bisa mencontoh taman-taman yang ada di Surabaya yang sudah sukses menjadi layaknya taman yang benar-benar bermanfaat untuk warganya untuk belajar, menyalurkan hobi, bersantai, dan nongkrong bareng teman maupun keluarga.

taman tirta wangi banyuwangi


8 komentar:

  1. wah kenapa ya dinamain tirta kalo nggak ada air-airnya?.. kalo liat patung kudanya, mirip-mirip di bali yah?.. yang patung kuda di pertigaan deket bandara itu. hmm.. jadi pengen main ke ruang publik juga.. taman tirta, sederhana tapi mampu jadi ikon banyuwangi juga kayaknya?

    BalasHapus
  2. wah aku baru tau kalau tirta = air? hehehe... beda sama banyu yah...

    BalasHapus
  3. kurang tau juga sih.. iya patung kudanya mirip dengan yang ada di persimpangan menuju bandara ngurah rai..

    BalasHapus
  4. beda kata sama arti mbak thia.. :D

    BalasHapus
  5. Meutia Halida Khairani25 Januari, 2012 12:45

    tapi ngga terlalu spesial ya tempatnya 

    BalasHapus
  6. bukan nggak terlalu spesial sih mut, tapi memang nggak spesial kok.. :D

    BalasHapus
  7. makasih infonya yaa...

    BalasHapus
  8. Kalau lihat bangunan, rata2 kota2 di Indonesia ya pasti akan sama.  Rasakan donk budayanya, mgkin kekhasan makanan, atau sedikit keluar dari jalan poros utama. Masih ada bangunan2 khas negara jajahan juga.

    BalasHapus