11 Januari 2012

Terbang Ke Banyuwangi, Kedua Kalinya Naik Xian MA60

merpati surabaya-banyuwangi

Naik pesawat ke Banyuwangi? Emang ada? Mungkin sebagian dari Anda bertanya-tanya seperti itu. Nggak heran sih, siapa yang kenal dengan Bandara Blimbingsari? Saya yakin nggak banyak yang tau tentang bandara kebanggaan Banyuwangi ini. Penerbangan rutin ke Banyuwangi kalau saya nggak salah baru ada sekitar setahun ini. Rasanya malah belum ada setahun juga, saya nggak tau pasti. Yang jelas setau saya penerbangan rutin berjadwal ke Banyuwangi belum lama ini dimulai dengan masuknya Sky Aviation. Ada yang kenal? Maskapai ini memang bukan maskapai besar. Kebanyakan hanya melayani rute-rute perintis di Sumatera, sebagian Jawa, dan Bali. Untuk Jawa, salah satunya Sky Aviation melayani rute ke Banyuwangi dari Surabaya dan Denpasar dengan pesawat kecil tipe Cessna Grand Caravan berkapasitas 12 kursi yang diterbangi tiga kali seminggu. Seiring berjalannya waktu, kemungkinan demand meningkat, pesawat diganti dengan Fokker 50 berkapasitas 50 kursi. Dulu saya bersama dengan teman-teman penggemar aviasi di Surabaya berencana terbang jama’ah ke Banyuwangi terus balik lagi ke Surabaya. Sayangnya apa? Untuk rute yang jaraknya cukup dekat ini harga tiketnya 700.000 sekali jalan dari Surabaya dan 400.000 sekali jalan dari Denpasar. Rencana hanyalah rencana yang tidak pernah terealisasi sampai akhirnya Sky Aviation menutup rute ini dan beberapa rute lainnya dikarenakan ijin operasi di rute-rute tersebut yang hanya berlaku enam bulan sudah habis.

merpati surabaya-banyuwangi

merpati surabaya-banyuwangi

merpati surabaya-banyuwangi

Tahun 2011 sepertinya menjadi tahun yang cukup berpihak dengan saya. Berkali-kali dapat tiket murah bahkan gratis. Tiket gratis yang saya dapatkan salah satunya adalah hadiah pemenang program kuis Kicau Merpati yang diadakan dalam rangka ulang tahun ke-49 PT Merpati Nusantara. Kok ya beruntungnya, Merpati baru saja membuka rute baru Surabaya-Banyuwangi. Rute yang sebelumnya pernah saya idam-idamkan bersama teman-teman Indoflyer PK-SUB. Jadilah saya ambil hadiahnya untuk rute Surabaya-Banyuwangi pergi pulang. Berangkat tanggal 20 November 2011 dan pulang tanggal 21 November 2011. Bisa dibilang cuma sehari ya? Tapi cukup lah karena saya ke Banyuwangi ini sebenarnya nggak ada rencana buat traveling. Sebagai penggemar aviasi saya hanya ingin terbang dan melihat bagaimana Bandara Blimbingsari di Banyuwangi meskipun hanya sendiri saja, tidak bersama teman-teman PK-SUB. Hehe..

Sepertinya penerbangan Merpati ke Banyuwangi memang untuk menggantikan Sky Aviation yang sudah menutup rute ini. Frekuensi penerbangan dari Surabaya ke Banyuwangi hanya sedikit. Dalam seminggu hanya ada empat kali penerbangan saja menggunakan pesawat XIAN MA60 dengan harga rata-rata lima ratus ribuan. Kenapa mahal? Nggak ada saingan, frekuensi rendah, dan penumpangnya rata-rata adalah pejabat daerah dan pebisnis. Kalau tiket seharga ini nggak akan deh saya beli sendiri untuk penerbangan sependek Surabaya-Banyuwangi. Gilaa, setengah juta itu saya bisa terbang ke Makassar, Balikpapan, Banjarmasin, atau Denpasar pergi-pulang. Kalau gratis sih ya ayo aja. Hoho.. Sebaiknya Anda memesan tiket jauh-jauh hari jika ingin ke Banyuwangi dengan pesawat. Seringkali penerbangan rute ini penuh lho. Pesan lewat web Merpati juga cukup mudah kok dengan alternative pembayaran yang juga tidak rumit.

merpati surabaya-banyuwangi

merpati surabaya-banyuwangi

merpati surabaya-banyuwangi

Di hari keberangkatan seperti biasa aja sih, berangkat ke Bandara Juanda agak siangan. Saya ke bandara bawa motor, biarlah motor saya nginep di parkiran bandara kepanasan/kehujanan semaleman. Lagian bawa motor juga biar irit, nggak perlu bayar ongkos Damri atau taksi. Maklum udah akhir bulan dompet udah menipis. Dari parkiran saya bergegas ke konter check in Merpati yang kosong melompong. Saya sempet deg-degan sih karena status tiket saya yang WAITLISTED itu. Takutnya kalau penerbangan penuh dan saya nggak bisa ikut ke Banyuwangi. Ya beginilah resiko tiket gratisan, harus ngalah sama yang bayar. Haha.. Sampai konter check in langsung disambut seorang staff wanita yang ramah. Check in seperti biasa berlangsung lancar. Kekhawatiran saya tidak terbukti, masih ada kok seat yang tersedia untuk penerbangan hari itu. Intinya sih saya bisa berangkat ke Banyuwangi. Staff check in juga mengatakan bahwa dalam penerbangan ke Banyuwangi ini akan ada 36 penumpang dari total 56 kursi yang tersedia. Konter Merpati sangat sepi siang itu. Konter maskapai-maskapai lain juga sepi selain maskapai terbesar di Indonesia yang selalu ramai dan mengular di bandara manapun, siapa lagi kalau bukan Lion Air.

merpati surabaya-banyuwangi

merpati surabaya-banyuwangi

merpati surabaya-banyuwangi

Seperti biasa, penerbangan siang hari di Bandara Juanda itu nggak ramai. Paling-paling yang sering mondar-madir ya Lion lagi Lion lagi.. Sementara maskapai lainnya hanya satu dua dengan frekuensi yang agak jarang. Penerbangan saya ke Banyuwangi ini kalau tidak salah dua hari setelah berlangsungnya KTT ASEAN 2011 di Bali. Namun efek domino kekacauan penerbangan masih sangat terasa. Beberapa penerbangan delay mulai dari Garuda, Lion, Batavia, Wings, termasuk juga penerbangan Merpati ke Banyuwangi. Meskipun KTT ASEAN telah usai, namun beberapa kepala negara belum meninggalkan Bali. Ada juga yang baru meninggalkan Bali bertepatan dengan hari keberangkatan saya itu. Hasilnya, pesawat yang akan membawa saya ke Banyuwangi masih tertahan di Denpasar karena belum mendapat clearance terbang ke Surabaya. Yes, my flight delayed due to VVIP movement at DPS. Dengan terpaksa penerbangan delay satu jam, dari yang semula dijadwalkan berangkat jam 12.10 menjadi jam 13.00. Itupun masih mungkin molor lagi karena belum ada kepastian pesawat dari Denpasar berangkat jam berapa. Ya sudahlah diterima saja, duduk di ruang tunggu sambil makan Roti Boy yang saya beli sebelum masuk ruang tunggu tadi, melihat beberapa pesawat yang hilir-mudik sambil mata udah sepet agak ngantuk.

merpati surabaya-banyuwangi

merpati surabaya-banyuwangi

Sekitar jam 13.15 barulah terdengar panggilan boarding untuk penumpang Merpati tujuan Banyuwangi. Akhirnya berangkat juga. Pesawat yang akan digunakan pada penerbangan ini adalah jenis MA60 buatan Xian Aircraft seperti yang sudah pernah saya naiki sebelumnya di rute Bandung-Jakarta (Halim). Biasanya pesawat tipe baling-baling seperti ini parkir di remote apron paling ujung di Bandara Juanda, dekat dengan tower bersama dengan pesawat ATR 72-500 milik Wings Air. Karena jarak tempat parkir dengan terminal yang cukup jauh maka untuk kesana menggunakan bus. Dengan total jumlah penumpang yang hanya 36, satu kali angkut dengan bus ukuran besar juga sudah cukup.

Benar saja, tempat parkir pesawat di ujung sendiri. Pesawat MA60 dengan registrasi PK-MZI terlihat sudah siap mengangkut kami ke Banyuwangi. Rupanya tidak hanya penumpang saja yang mengisi pesawat ini. Beberapa staff Merpati juga ikut terbang ke Banyuwangi termasuk engineer dan FOO. Ntahlah, mungkin sedang ditugaskan di kantor yang ada disana. Boarding yang diiringi lagu-lagu pop Indonesia ini berlangsung cukup cepat. Ya wajar juga lah pesawatnya kecil, penumpangnya juga tidak penuh. Otomatis proses boarding cukup efisien. Sama seperti penerbangan saya dengan MA60 sebelumnya, di dalam pesawat akan dipandu oleh dua orang pramugari. Satu orang pramugari terlihat cukup senior, sementara satu lagi sepertinya adalah juniornya.

merpati surabaya-banyuwangi

merpati surabaya-banyuwangi

merpati surabaya-banyuwangi

Tidak membutuhkan waktu lama, pintu pesawat sudah ditutup. Kemudian pesawat di dorong mundur yang selanjutnya taxi menuju runway 10. Sambil push back dan taxi tadi mbak mugari memperagakan safety demo tapi sepertinya tidak banyak penumpang yang memperhatikan. Sebagai penumpang yang baik seharusnya selalu memperhatikan safety demo yang dilakukan oleh pramugari meskipun sudah sering naik pesawat karena bisa saja Anda menaiki tipe pesawat yang berbeda dengan cara penyelamatan darurat yang berbeda pula. Sampai di ujung runway 10 Bandara Juanda, pesawat dengan nomor penerbangan MZ-3510 ini masih harus mengantri karena ada beberapa pesawat yang akan landing. Setelah mendapat clearance untuk take off, pesawat langsung masuk ke runway dan melesat dengan dorongan dua mesin baling-baling Pratt and Whitney Canada PW127J berkekuatan 2.051 kW. Akhirnya terbanglah saya ke Banyuwangi meskipun sempat terlambat lebih dari satu jam.

Penerbangan dari Surabaya ke Banyuwangi akan ditempuh dalam waktu kurang lebih satu jam dengan ketinggian 15.000 kaki di atas permukaan laut. Ketinggian yang bisa dibilang cukup tinggi untuk pesawat baling-baling dengan penerbangan yang cukup singkat ini. Hanya 7 menit setelah take off mbak mugari yang bertugas mulai membagikan ransum. Pada penerbangan Merpati, meskipun jaraknya cukup dekat tetap mendapatkan snack box yang kali ini isinya dua potong roti dan segelas air mineral. Cuaca yang cukup cerah membuat penerbangan ini tanpa goncangan sama sekali. Bahkan sebagian besar penumpang sudah terlihat tidur dengan nyenyak. Kalau saya perhatikan memang sebagian besar penumpang yang ke Banyuwangi ini merupakan pejabat-pejabat daerah dan pebisnis. Sepertinya saya adalah satu-satunya gembel pada penerbangan tersebut. Haha..

merpati surabaya-banyuwangi

merpati surabaya-banyuwangi

merpati surabaya-banyuwangi

merpati surabaya-banyuwangi

Sekitar jam 14.14 pesawat sudah berada di atas Kota Banyuwangi. Terlihat kepadatan kota di ujung timur Jawa Timur ini dari atas. Kepadatan membentuk blok-blok tertentu yang tidak merata. Kepadatan rumah-rumah penduduk ini kebanyakan bergerombol di pinggir jalan raya. Sementara di tempat lainnya masih banyak sekali lahan-lahan kosong yang dijadikan kebun kelapa maupun persawahan. Tentunya masih banyak sekali tempat-tempat hijau di Banyuwangi. Setelah melintas di atas kota, pesawat terbang terus ke selatan sambil mengeluarkan roda yang terlihat sangat jelas di samping tempat duduk saya. Wah sepertinya bandaranya lumayan jauh dari kota karena setelah itu yang terlihat hanya persawahan saja. Semakin mendekati Bandara Blimbingsari flaps pesawat diset diangka 30 derajat. Semakin turun.. Semakin turun.. Akhirnya pesawat landing dengan selamat di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi. Seperti apa Bandara Blimbingsari? Ikuti terus perjalanan saya yah. :D


10 komentar:

  1. klo saya yg jarang terbang ini sich selalu memperhatikan safety demo, krn walopun saya suka naik pesawat, ttp aja parno hahaha

    BalasHapus
  2. hmm.. emang parno kenapa mbak? hhehe

    BalasHapus
  3. waaah TR nya mantabs om..

    BalasHapus
  4. kalo aku cuma bisa menghayal bisa naik pesawat. gak bisa beli tiketnya sih cukup mahal buat kantong Ku. hehehe tapi kalo gratis mau lah...

    BalasHapus
  5. saya sering kok naik pesawat yang harga tiketnya cuma setara dengan kereta bisnis surabaya-jogja bahkan gratis... selama ada keinginan pasti ada jalan kok ;)

    BalasHapus
  6. Niluhayudamayanti11 April, 2012 11:07

    pas denger Banyuwangi ada Bandaranya... yippiii seneng gitu..karena Ortuku tinggal di sana dan aku jg berasal dr sana,
    tp pas tahu harga tiketnya... :-( mahal banget untuk ukuran rute ini...

    BalasHapus
  7.  kalau naik merpati sih sekitar 350rb mbak.. *paling murah*

    BalasHapus
  8. saya pernah pulang kampung ke Rogajampi saat lebaran tahun lalu, masih menggunakan Sky Aviation started from Solo via Sby kemudian Banyuwangi menggunakan Fokker 50, ada pemandangan sangat menarik melintas di atas Situbondo trus menyusur selat Bali, seiring pesawat menurunkan ketinggian, akan banyak pemandangan gunung yang menakjubkan Gunung Raung dan Ijin puncaknya sangat jelas saat cuaca terang, sayang tidak direcord fotonya, anyway ulasannya sangat detail dan apa adanya, nice post.

    BalasHapus
  9. Beruntung mas masih bisa nyobain Sky Aviation dengan F-50. Sekarang kalau mau naik itu harus ke daerah NTT atau Sumatera..

    BalasHapus