22 Februari 2012

Mencicipi Nasu Palekko Sebelum Berangkat Ke Toraja

nasu palekko

Berada di sebuah kota yang belum pernah disinggahi sebelumnya tentu akan menarik kalau merasakan makanan-makanan yang unik asal daerah tersebut. Begitu pula ketika saya berada di Makassar, sembari menunggu keberangkatan ke Tana Toraja saya mencari makan malam. Kalaupun tidak menemukan makanan khas Makassar, setidaknya saya bisa menemukan makanan khas Sulawesi yang lain. Berjalan tidak jauh dari kantor perwakilan Bus Litha saya menemukan sebuah rumah makan yang memiliki menu unik. Namanya adalah Rumah Makan Rakyat. Tempatnya nggak begitu besar, malah tergolong kecil. Bangunan rumah makan yang satu ini sebagian besar terbuat dari anyaman bamboo. Meski tidak besar namun tempatnya cukup nyaman dan bersih.

Lalu apa uniknya rumah makan ini? Di Rumah Makan Rakyat ini hanya ada dua menu saja. Saya juga heran kenapa hanya ada dua. Menu yang pertama adalah Bebek Goreng Khas Enrekang, sedangkan menu yang kedua yaitu Nasu Palekko. Kalau bebek goreng mungkin sudah biasa ya meskipun ada embel-embel “Khas Enrekang”, sebuah daerah yang tidak jauh dari Toraja. Karena penasaran, saya lebih memilih menu yang kedua yaitu Nasu Palekko. Awalnya saya bertanya dulu dengan pemilik rumah makan mengenai apa itu Nasu Palekko. Sebagai orang yang tidak tahu bahasa lokal setempat tentu saya memastikan dulu masakan seperti apa yang akan saya pesan. Kalau ternyata isinya daging B2 repot juga kan? Hehe..

nasu palekko

nasu palekko

Seperti apa Nasu Palekko? Rupanya Nasu Palekko itu makanan khas Bugis. Makanan ini diolah dari bahan dasar bebek. Daging bebek dicincang-cincang kemudian dimasak rica-rica. Dilihat dari penampilannya memang kurang meyakinkan sih. Porsi Nasu Palekko yang dihidangkan pun cukup banyak. Agak kebanyakan juga kalau dimakan sendirian. Rasanya gimana? Sudah dapat ditebak, rasanya pedes banget. Apalagi ditambah dengan sambal super pedas yang tersedia di meja. Bikin kepala berasap dan keringat bercucuran. Sayangnya daging bebeknya kurang lunak. Terus aroma bebeknya masih sedikit tercium. Tapi karena lapar jadi tetep aja habis -__-". Seporsi Nasu Palekko plus nasi putih dan air mineral gelas dihargai 18.000. Harga yang standar lah untuk bahan olahan dari bebek. Mau coba pedasnya Nasu Palekko?


11 komentar:

  1. kelihatannya enak ya rasanya

    BalasHapus
  2.  not bad lah mbak, cuma pedess bangeettt

    BalasHapus
  3. memang kalau lapar semua makanan itu jadi lebih nikmat. hahahahaha

    BalasHapus
  4. andriansyah s putra23 Februari, 2012 22:44

    tampilannya biasa saja yaa kayaknya. tapi rasanya sepertinya enak hahahaha. nasinya banyak :D

    BalasHapus
  5. iya, malah menurut saya jauh dari kata menarik.. tapi lumayan lah rasanya.. :)

    BalasHapus
  6. jadi nasu = nasi ya Kang. Wah kalo daging bebek, saya kok belum pernah mencobanya. karena dicincang, pasti bumbunya meresap ke dalam

    BalasHapus
  7.  kayaknya bukan deh pak.. nasu palekko itu khusus nama bebek cincang yang dimasak pedas itu..

    BalasHapus
  8.  Nasu dalam bahasa bugis artinya Masak = masakan.

    BalasHapus
  9. pengen bangat aku makan_ sumpah ketagihan waktu kemaren pas makan bebek nya huftt pedas orng gorontalo suka pedis_ alamat nya dong all_

    BalasHapus