20 Februari 2012

Pantai Losari Sebagai Landmark Kota Makassar

pantai losari makassar

Pertama kali yang saya lakukan begitu tiba di Makassar sebenarnya tidak langsung jalan-jalan. Dengan Bus Damri Bandara saya menuju ke perwakilan Bus Litha untuk mengurus tiket perjalanan saya ke Tana Toraja. Setelah urusan tiket ke Toraja selesai, barulah saya mulai keliling Makassar. Tempat pertama yang saya tuju apalagi kalau bukan Pantai Losari, sebuah pantai yang sangat terkenal di Kota Makassar. Untuk kesana saya harus naik pete-pete dari depan perwakilan Bus Litha yang ada di Jalan Urip Sumoharjo. Sayangnya tidak ada pete-pete yang langsung melewati Pantai Losari. Ya sudah, saya cukup naik pete-pete sampai Jalan Kartini kalau nggak salah, yang kemudian dilanjutkan naik becak. Becak Makassar ukurannya cukup kecil. Untuk muat dua orang saja pasti akan sempit. Cukup bayar becak 10.000 saya sudah diantarkan sampai di Pantai Losari.

Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, Pantai Losari merupakan pantai yang sangat terkenal di Makassar. Bahkan ada yang bilang belum ke Makassar kalau belum ke Pantai Losari. Sampai segitunya kah? Menurut pengamatan saya, hal yang paling menarik yang ada di Pantai Losari adalah tulisan “Pantai Losari” yang ada di tepi pantai. Tulisan tersebut sepertinya cukup menjadi trademark ya? Rasanya ada yang kurang kalau nggak berfoto dengan background tulisan tersebut. Selain itu Pantai Losari lebih menyerupai sebuah taman berupa ruang publik berbentuk setengah lingkaran yang mirip seperti panggung terbuka. Di beberapa bagian terdapat tempat duduk yang terbuat dari beton untuk duduk bersantai. Alih-alih menemukan pasir putih yang indah di tepi pantai, saya malah hanya melihat tumpukan beton yang dibangun untuk membendung air laut. Mungkin lebih mirip dengan pantai di Ancol kali yah. Jadi kalau Anda mencari pasir putih di Pantai Losari, Anda salah tempat..

pantai losari makassar

pantai losari makassar

Meskipun tidak memiliki pasir putih, tetap ada yang unik lho di Pantai Losari selain dari tulisan yang sangat khas itu. Di tepi pantai dipasang pelampung-pelampung yang terbuat dari plastik, disusun sedemikian rupa sehingga para pengunjung bisa duduk-duduk dan bersantai menikmati goncangan ombak di atas pelampung plastik berwarna biru dan orange tersebut. Selain itu, disini juga ada penyewaan perahu dan bebek air. Harganya nggak mahal kok, cuma 10.000 aja. Begitu Anda mendekati area pelampung nanti akan ada pemilik perahu atau bebek air yang menawarkannya. Tapi nggak tahu juga sih durasi waktunya berapa lama. Menurut saya Pantai Losari memang cukup enak buat bersantai di sore hari sambil menikmati hidangan pisang epe yang banyak dijual disana. Selebihnya pantai ini dikeliling oleh hotel, rumah makan, dan pertokoan. Hal ini juga cukup memudahkan bagi para pengunjung yang ingin menginap atau mencari tempat makan yang berdekatan dengan Pantai Losari. Meskipun terlihat biasa saja namun Pantai Losari masih tetap menjadi kunjungan wajib bagi Anda yang traveling ke Kota Makassar.. Dari Pantai Losari yuk bergeser ke Fort Rotterdam!

pantai losari makassar


6 komentar:

  1. kmarin ke pantai Losari malah pas ada panggung musiknya mas, hehe....

    BalasHapus
  2. iya memang sering ada acara musik disana.. 

    BalasHapus
  3. ke Mkassar tanpa berfoto di tulisan Pantai Losari memang berasa kurang lengkap yah om... btw waktu saya kesana setahun lalu, beberapa hurufnya terlihat keropos.. apakah sekarang sudah diperbaiki ?

    BalasHapus
  4. kayaknya sih sekarang bagus2 aja mas broo..

    BalasHapus
  5. Tempat duduk yang biru orange itu belom ada kayaknya waktu terakhir saya ke sana...

    BalasHapus
  6. mungkin memang masih baru bu is.. saya juga kurang tau kapan persisnya itu dipasang..

    BalasHapus