4 Februari 2012

Pengalaman Terbang Tak Terlupakan Dengan Merpati MA60 Ke Bali

merpati ma60

Alhamdulillah pengurusan tiket hadiah pemenang Program Kicau Merpati ke Bali berjalan dengan lancar. Bahkan lebih lancar daripada saat saya mendapatkan tiket hadiah ke Banyuwangi beberapa minggu sebelumnya. Sayang rencana perjalanan tak semulus yang diharapkan. Malam hari sebelum keberangkatan ada sebuah sms yang masuk ke handphone. Rupanya dari Merpati yang mengabarkan bahwa jadwal penerbangan saya akan dimundurkan menjadi pukul 08.40 dari jadwal semula pukul 06.00. Tidak diberitahukan apa alasan penundaan jadwal ini. Dengan mundurnya jadwal penerbangan otomatis waktu saya di Bali juga menjadi berkurang. Maklum saya akan berada di Bali dalam waktu dua hari satu malam saja. Hari Sabtu pagi rencananya berangkat, dan pulang lagi ke Surabaya hari Minggu sore. Berita baiknya saya bisa tidur lebih nyenyak karena keberangkatan pesawat agak siang. Jujur aja saya memang sering begadang dan agak susah kalau harus bangun pagi. Hehe..

Di hari keberangkatan saya dengan pede membawa tiket dengan status WAITLISTED ke Bandara Juanda. Saya cukup berharap pesawat tidak akan penuh hari tersebut. Sampai di bandara saya langsung menuju check in counter Merpati yang sudah buka namun sepi. Saya kira para penumpang belum ada yang datang, tapi menurut info dari staff check in malah sudah check in semua dan banyak penumpang yang seharusnya satu pesawat dengan saya minta pindah ke penerbangan Merpati yang lain tujuan Denpasar yang berangkat lebih dulu. Memang sih penerbangan Merpati dari Surabaya ke Denpasar ada tiga kali sehari. Penerbangan paling pagi seharusnya adalah penerbangan saya yang berangkat pukul 06.00 menggunakan pesawat Xian MA60, kemudian diikuti penerbangan kedua sekitar pukul 08.00 yang merupakan penerbangan lanjutan dari Bandung menggunakan pesawat Boeing 737, sedangkan penerbangan ketiga dilakukan pada siang hari.

merpati ma60

merpati ma60

Mundurnya jadwal penerbangan saya dari pukul 06.00 menjadi pukul 08.40 otomatis penerbangan lanjutan dari Bandung yang akan berangkat lebih dulu. Banyaknya penumpang yang minta pindah jadwal membuat penerbangan kedua yang menggunakan Boeing 737 full. Sementara itu penerbangan saya dengan MA60 malah kosong. Dalam manifest hanya tersisa 12 penumpang yang akan menaiki MA60. Menurut staff Merpati, penerbangan saya ke Denpasar diundur karena sehari sebelumnya pesawat yang seharusnya digunakan terbang dari Surabaya ke Banyuwangi mengalami kerusakan di Denpasar. Pesawat pengganti yang diterbangkan dari Denpasar ke Surabaya baru sampai sore hari. Saat itu sudah tidak memungkinkan melakukan penerbangan ke Banyuwangi karena instrument navigasi di Bandara Blimbingsari Banyuwangi yang kurang memadai. Pesawat tidak bisa masuk ke Bandara Blimbingsari saat hari sudah gelap. Penerbangan ke Banyuwangi akhirnya dibatalkan dan baru diberangkatkan esok paginya bersamaan dengan jadwal penerbangan saya. Jadi pesawat yang seharusnya saya naiki ke Denpasar pukul 06.00 digunakan untuk terbang ke Banyuwangi terlebih dahulu. Well, alasan yang cukup masuk akal sih dan saya sangat memaklumi. Apalagi pemberitahuan dilakukan sehari sebelumnya. Masalah tempat duduk di pesawat kali ini saya nggak banyak pilih mengingat penumpang yang hanya 12 orang, saya bisa duduk dimana saja semau saya karena bakal banyak bangku yang kosong. Melihat status tiket saya yang waitlisted tersebut, staff check in mengira kalau saya salah seorang staff dari Denpasar. Padahal cuma pakai tiket gratis hasil hadiah. Hoho..

Selesai sudah urusan check in dan membayar airport tax yang besarnya 40.000 itu, saya kemudian langsung menuju gate 7-8 dimana ruang tunggu penumpang Merpati berada. Dalam satu ruangan ini selain digunakan oleh para penumpang Merpati juga digunakan penumpang Indonesia AirAsia, Citilink, dan Garuda Indonesia. Pagi itu ada dua penerbangan Merpati yang akan berangkat dalam waktu hampir bersamaan serta penerbangan Citilink yang juga menuju Denpasar. Rasanya penerbangan dari Surabaya ke Denpasar sudah berkembang sangat pesat. Tidak kalah frekuensinya dengan penerbangan Jakarta-Denpasar. Total ada lima maskapai penerbangan yang melayani rute Surabaya-Denpasar antara lain Merpati (3x daily), Citilink (2x daily), Garuda Indonesia (5x daily), Batavia (1x daily), dan Wings Air (9x daily). Kalau dilihat sekilas memang terlihat Wings Air yang menjadi penguasa dengan frekuensi 9 kali sehari. Hal ini bisa terjadi karena Wings Air menggunakan pesawat baling-baling ATR 72-500. Maskapai yang satu ini lebih mengutamakan frekuensi yang tinggi dengan banyak pilihan jadwal dibandingkan dengan kapasitas yang disediakan. Sebuah pendekatan yang luar biasa.

Setelah beberapa lama menunggu, ada panggilan boarding untuk penumpang Merpati tujuan Denpasar. Eits, jangan seneng dulu karena itu merupakan panggilan untuk penerbangan yang menggunakan Boeing 737-500. Sedangkan penerbangan saya akan berangkat beberapa menit sesudahnya. Semua penumpang sudah naik, tidak lama kemudian pesawat Boeing 737-500 tersebut berangkat menuju Denpasar. Dua pulu menit berikutnya barulah panggilan boarding untuk penerbangan saya. Karena penerbangan saya ke Denpasar ini akan menggunakan pesawat MA60 yang notabene merupakan pesawat baling-baling, sudah dapat dipastikan penumpang akan diantar dengan bus menuju pesawat. Hal ini dilakukan karena pesawat baling-baling dipastikan parkir di apron paling ujung yang dekat dengan tower. Dalam perjalanan menuju pesawat, bus melewati pesawat Fokker 100 milik Transwisata dengan registrasi PK-TWN yang sedang disewa oleh Merpati. Saya selalu berkeinginan untuk naik pesawat jenis tersebut karena memang belum pernah sama sekali. Apalagi keberadaan pesawat jenis Fokker 100 di Indonesia bahkan di dunia sudah semakin langka. Akan menjadi kesempatan yang sangat membahagiakan jika saya bisa mencoba naik Fokker 100. Mudah-mudahan nanti saya masih bisa mencobanya. Amiin..

merpati ma60

merpati ma60

merpati ma60

Dalam waktu beberapa menit naik bus saya sudah sampai di depan pesawat yang akan mengantarkan ke Denpasar. Ternyata pesawat yang digunakan adalah MA60 dengan registrasi PK-MZM yang sudah menggunakan livery Merpati yang baru. Coba deh bandingkan livery pesawat pada penerbangan saya sebelumnya dengan MA60 Merpati PK-MZD dan PK-MZI. Tiga penerbangan saya sebelumnya dengan MA60, pesawatnya masih menggunakan livery lama khas Merpati. Pada livery lama warna putih lebih dominan. Hampir seluruh badan pesawat di-cat warna putih kecuali pada bagian ekor yang berwarna biru kehijauan dihias dengan logo angin khas Merpati. Sementara pada livery yang baru, pada bagian bawah fuselage di-cat warna biru dari depan hingga belakang termasuk ekor dengan sedikit guratan warna kuning berukuran kecil. Sedangkan bagian atasnya masih tetap menggunakan warna putih. Logo Merpati sudah menghilang dari ekor pada livery yang baru ini. Ntah kenapa menurut saya livery baru ini agak unyu, aneh, kurang fresh, kurang wahhh, dan malah terkesan jadul. Ini sih menurut pandangan saya, bagaimana menurut Anda?

merpati ma60

merpati ma60

Begitu turun dari bus saya jepret-jepret pesawat sebentar kemudian langsung masuk ke pesawat. Flight attendant yang bertugas ada dua orang terdiri dari pramugara dan pramugari. Proses boarding tentu berlangsung sangat cepat karena penumpang hanya berjumlah 12 orang saja. Pintu pesawat dengan cepat ditutup setelah semua penumpang masuk. Saat proses boarding ini diputarkan lagu-lagu pop Indonesia. Lumayan lah daripada nggak ada sama sekali. Seperti biasanya akan ada safety demo dari mbak mugari yang diikuti proses taxi pesawat menuju runway 10 Bandara Juanda. Dengan beban yang hanya 12 penumpang plus 4 orang crew (2 Pilot + 2 FA) dan mungkin kargo bagasi yang juga tidak terlalu berat, pesawat dengan cepat mengudara saat take off. Terasa pesawat take off cukup ringan. Dalam waktu beberapa menit tanda kenakan sabuk pengaman sudah dipadamkan. Pada penerbangan ini saya mengambil tempat duduk nomor dua dari belakang. Sementara itu di belakang tempat duduk saya ditempati oleh mas mugara dan mbak mugari. Karena pesawat kosong jadi mereka nggak duduk di jump seat mereka. Dalam penerbangan ini dibagian snack box yang isinya sepotong roti dan segelas air mineral. Bandingkan dengan penerbangan saya rute Surabaya-Banyuwangi dan Banyuwangi-Surabaya. Keduanya diberikan dua potong roti dan segelas air mineral. Hal ini bisa jadi cukup membuktikan bahwa penumpang yang naik rute Surabaya-Banyuwangi PP kemungkinan besar adalah para pejabat daerah dan juga pebisnis sehingga agak diistimewakan dibanding rute-rute dekat lainnya..

merpati ma60

merpati ma60

merpati ma60

merpati ma60

Belum sempat saya memakan snack yang diberikan, saya mendapat kesempatan yang sangat istimewa. Bahkan kesempatan yang sangat diidam-idamkan oleh penggemar aviasi manapun. Saya mendapat undangan masuk ke cockpit. Kalau saya minta pindah penerbangan ke pesawat yang berangkat terlebih dahulu tadi, mungkin saya nggak akan bisa mendapatkan kesempatan yang sangat langka ini. Memang sih, ini bukan pertama kalinya saya berkesempatan ke cockpit. Namun yang menjadi sangat istimewa karena yang saya naiki ini adalah pesawat MA60. Sebuah pesawat buatan China yang asal mulanya didesain atau mungkin malah meniru Antonov An-24 (Rusia) kemudian dikembangkan menjadi pesawat yang lebih modern. Apalagi pesawat ini juga populasinya nggak banyak di Indonesia bahkan dunia. Di Indonesia hanya Merpati yang mengoperasikannya dengan jumlah 14 unit. Itupun kebanyakan terbang di rute-rute pelosok. Awalnya 15 unit sih, tapi yang satu unit sudah write off karena kecelakaan di Kaimana. Yang pasti jangan tanya saya bagaimana bisa masuk ke cockpit ya, karena nggak sembarangan orang bisa masuk kesana. Kalau mau masuk kesana dengan mudah pastikan Anda punya “license”.. Itu adalah cara yang paling gampang.. 

merpati ma60

merpati ma60

merpati ma60

merpati ma60

Begitu masuk ke cockpit langsung kenalan sama Om Captain dan Mas FO yang bertugas. Kemudian saya, mas mugara, dan dua pilot yang bertugas sedikit chit-chat. Namun karena kesibukan om dan mas pilot jadi yang banyak nemenin ngobrol adalah mas mugara. Berbagai informasi penerbangan saya peroleh dari mereka termasuk informasi mengani pesawat MA60 ini. Meskipun hanyalah pesawat baling-baling, namun Xian MA60 tergolong pesawat yang cukup modern loh. Pesawat ini sudah dilengkapi dengan Flight Management Computer (FMC) walaupun hanya single. Pilot cukup menginput data tujuan dan check point yang akan dilalui, komputer akan dengan otomatis mengarahkan pesawat sesuai dengan data inputan tadi. Terbang manual biasanya dilakukan saat take off dan landing saja. Monitor-monitor yang ada juga sudah menggunakan layar LCD, bukan CRT. Namun banyak panel indikator masih menggunakan jarum alias belum digital.

merpati ma60

merpati ma60

merpati ma60

merpati ma60

Pada penerbangan ini pesawat berada pada ketinggian jelajah 15.000 kaki di atas permukaan laut. Cuaca terlihat sangat cerah baik saat dilihat dari kaca cockpit maupun di radar. Radar cuaca terlihat sangat bersih, tidak ada awan yang mengganggu sama sekali. Penerbangan dari Surabaya ke Denpasar akan ditempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam dan rencananya pesawat akan landing melalui runway 09 Bandara Ngurah Rai. Ini berarti pesawat akan landing dari arah Kuta. Selama di dalam cockpit saya sempatkan mengambil beberapa foto. Lumayan buat tambahan koleksi foto cockpit yang sudah saya dapatkan. Tanpa terasa pesawat mulai turun menuju ketinggian 10.000 kaki di atas permukaan laut. Dengan begini saya harus pamit kepada Capt. M dan Mas FO. Biarkan mereka menjalankan tugas tanpa gangguan. Kasian juga mbak mugari sendirian di belakang nggak ada temennya. Xixixi.. Di belakang saya mulai makan snack yang sejak tadi dibagikan mbak mugari. Itupun masih dilanjut dengan obrolan bertiga antara saya, mas mugara, dan mbak mugari. Dari obrolan ini saya baru tahu kalau mbak mugarinya masih junior. Kalau mas mugaranya sih jangan tanya, udah bangkotan di Merpati. Mas mugara sendiri punya license mulai dari 737-200, 737-300, 737-400, 737-500, Fokker 100, MA60, bahkan license Airbus A300/A310 yang pernah dioperasikan Merpati jaman dulu juga sudah dia punya. Satu set crew pada penerbangan ini di hari tersebut hanya melakukan penerbangan yang singkat yaitu Surabaya-Banyuwangi-Surabaya-Denpasar-Surabaya, setelah itu mereka RON (Remain Over Night) di Surabaya. Malah seandainya seluruh penumpang tujuan Denpasar bisa diberangkatkan semua dengan pesawat Boeing 737-500 yang berangkat lebih dulu tadi, mereka hanya akan terbang Surabaya-Banyuwangi-Surabaya saja. Obrolan semakin seru saja bahkan nggak terasa sampai landing dengan mulus di Bandara Ngurah Rai. Kami masih juga ngobrol saat pesawat taxi menuju apron sampai pesawat berhenti dengan sempurna. Benar-benar crew yang luar biasa ramah pada penerbangan ini. Captain, First Officer, dan cabin crew semuanya TOP!

merpati ma60

merpati ma60

merpati ma60

Pintu pesawat akhirnya dibuka.. Saya berpamitan dengan mas mugara dan mbak mugari yang bertugas. Tidak lupa mengucapkan terima kasih atas pengalaman yang menyenangkan pada penerbangan ini sambil berharap bertemu dengan crew ini lagi pada penerbangan Merpati di lain waktu. Setelah turun dari pesawat bus yang akan digunakan untuk mengantar penumpang ke terminal tak kunjung datang. Para penumpang harus menunggu sekitar 10 menit sampai bus datang. Dengan waktu yang lumayan ini saya gunakan untuk mengambil foto-foto pesawat yang parkir bersebelahan dengan pesawat yang baru saja saya naiki. Istimewa!! Di sebelah kanan pesawat MA60 yang baru saja saya naiki terparkir sebuah pesawat business jet milik maskapai charter Pegasus Aviation jenis Bombardier BD-700. Anda tahu maskapai charter ini milik siapa? Hint: Ketua Umum partai besar warna kuning #Eh *kebanyakan hint-nya*. Kapaaan bisa nyicipin naik pesawat mewah kayak gitu.. Sekarang sih hanya bisa mimpi, tapi siapa tahu nanti bisa menjadi kenyataan *ngarep*. Selain itu, di sebelah kiri MA60 tadi ada pesawat Airbus A320 dengan registrasi SX-BTP milik maskapai asal Yunani, Sky Wings. Loh ngapain pesawat narrow body dari Yunani sampai ke Bali? Ternyata oh ternyata, pesawat ini sedang disewa oleh Aviastar Mandiri untuk melayani rute Denpasar-Hong Kong. Tertulis dengan jelas di badan pesawat sebelah kanan “Operated by Aviastar Mandiri”. Setengah nggak percaya sih.. Sebuah maskapai yang rute lokalnya aja cuma sedikit, hanya meliputi Bali-Nusa Tenggara-Flores bisa menyewa Airbus A320 untuk terbang ke Hong Kong pula. Bus penjemput akhirnya datang juga.. Penumpang dibawa ke terminal kedatangan domestik Bandara Ngurah Rai yang super sempit dan super padet itu.. Finally, Selamat Datang Di Pulau Dewata-Bali!

merpati ma60

Special thanks to:
  • Capt. M
  • First Officer
  • Cabin Crew
  • Merpati (atas tiket gratisnya)
NOTE: Postingan ini bukan iklan dan tidak dibayar, cuma dapet tiket gratis... #Ihik


16 komentar:

  1. caranya masuk ke kokpit "Mas Pilot, Mas Ganteng dech...boleh nggak saya masuk ke kokpit buat lihat lihat...." *kedip kedip bulu mata anti badai 3 lapis dan melenggak lenggok sehingga Jambul Khatulistiwanya bergerak anggun #minta-digampar xixixixixixi

    whoaaa...seru yah naik pesawat berbaling-baling, Mas. saya belum pernah. apalagi ketinggian jelajahnya yang cuma 15000 kaki...artinya di bawah awan donk yah? so pasti, pemandangan cukup jelas terlihat ya? hehehe...mau deh naik pesawat ini kapan2 :D

    oh ya, selamat again buat tiket gratisnya. asik bener sih. hihihihi

    BalasHapus
  2. TOP banget caranya mas.. ahahaha.. tapi kalo saya lebih milih kedip2in mata sama mbak mugari deh daripada sama mas pilot.. wkwkkwkwkwk...

    yup ketinggian jelajahnya memang cukup rendah.. berkali2 naik pesawat baling2 rasanya juga baru kali ini dan saat ke banyuwangi kemaren yang ketinggian jelajahnya sampai 15.000 kaki.. selebihnya malah di bawah itu.. ya itulah enaknya naik pesawat baling2, kalo pas cuaca cerah bisa liat pemandangan di bawah dengan jelas karena terbang rendah.. tapi kalo kena cuaca buruk ya ampun2 deh.. ahaha..

    BalasHapus
  3. akhir2 ini bali memang sedang musim hujan dan angin lho...

    NB : Jika anda sedang liburan ke Bali, dan mencari toko kue di Bali maka Soes Merdeka merupakan pilihan yang tepat karena Soes Merdeka memadukan resep tradisional dan proses pengolahannya menggunakan mesin-mesin modern.

    Dengan dukungan sumber daya manusia yang handal, Soes Merdeka sebagai toko roti di Bali dapat memproduksi snack box hingga 1000 pcs perhari-nya.

    Selain memproduksi kue Soes (kue khas bandung legendaris) yang masih menjadi primadona, Soes Merdeka juga memproduksi lebih dari 200 macam kue lainnya. Jadi boleh dikatakan Soes Merdeka merupakan salah satu bakery di Bali yang memiliki varian produk terbanyak.

    BalasHapus
  4. gppa lah lumayan jalan2 gratis... jalan2 di pesawat mksde ... hehehehe

    BalasHapus
  5. Suka skali baca tulisanya mas tri, jd brasa jalan2 bneran,hehe..

    Dulu klo naik pesawat cuek nggk prnah merhati'in jenis2 pesawatnya (krn nggk ngerti) tp skrg gak afdhol rasanya klo lg d airport nggk foto2,ƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐ...

    Salam kenal mas tri, tak tnggu trip report selanjutnya,,,

    BalasHapus
  6. memang bali lagi nggak bagus cuacanya.. :)

    BalasHapus
  7. hihihihii... gratis pesawatnya doang :p

    BalasHapus
  8. pengalaman yang mengasikkan kayaknya ya mas.
    gw dulu pernah naik casa 212 dari palu ke luwuk, kayak naik kopaja deh, berisik banget di kabin. kalo MA-60 ini berisik juga gak sih?
    Ketinggian terbang casa yang gw naikin juga kayaknya lebih rendah dari 15.000 feet deh, dah gitu cuaca hujan sepanjang perjalanan. widih ngeri banget, kayak ketiup angin aja tuh di atas hehe...

    BalasHapus
  9. berisik sih, tapi rasanya nggak akan sebising Casa 212 deh.. hmm.. saya belum pernah naik pesawat yang lebih kecil dari MA60 ataupun ATR 72, mungkin nanti kalau sudah coba baru bisa merasakan sensasinya.. hehe

    BalasHapus
  10. Kok bisa masuk kokpit mas? gimana caranya,, kepengen juga :(

    BalasHapus
  11.  walah, hehe jadi kepengen juga saya :D

    BalasHapus
  12. Salam kenal.. Ga sengaja nemu artikel ini pas lg googling. Seneng baca ceritanya . Dengan rute yg sama, pernah juga pakai ATR dan MA60. MA60 lebih berasa safe, meskipun noise di cabin lebih berasa juga (dikit tapi...). Setuju terbang dg prop plane more exciting..

    BalasHapus
  13. Salam kenal juga mbak silvy. Waduhh.. Gaya suroboyoan? Padahal aku bukan orang surabaya lhoo, cuma tinggal bentar disini.. hehe.. Next time terbang bareng naik Cessna Grand Caravan yuk mbak :D

    BalasHapus
  14. whaaa..belom pernah tuu klu Cessna Grand Caravan. Ato dari pulau ke pulau kawasan timur sana pake Casa 212?

    BalasHapus
  15. Iya pengen juga naik CASA.. Jarang naik pesawat kecil-kecil.

    BalasHapus