15 Februari 2012

Perjalanan Ke Sulawesi Selatan Dimulai Dari Jogja

bus eka
Bus Eka di Terminal Giwangan Jogja saat tengah malam

Perjalanan ke Sulawesi Selatan ini merupakan perjalanan yang sudah ditunggu-tunggu. Saya sudah merencanakannya 4-5 bulan sebelumnya. Karena kebetulan saya sedang ada di Jogja, jadi perjalanan ke Sulsel akan saya mulai dari Jogja. Saya nggak naik pesawat dari Jogja langsung ke Makassar kok. Tapi dari Jogja saya naik bus dulu ke Surabaya baru kemudian melanjutkan perjalanan ke Makassar dengan pesawat Citilink yang tiketnya juga sudah saya beli kurang lebih 4 bulan sebelum keberangkatan ini.

Dari Jogja saya berangkat ke Surabaya dengan Bus Eka tanggal 15 Januari 2012 tengah malam. Sekitar pukul 23.00 saya diantar kakak ipar ke Terminal Giwangan. Kebetulan juga jarak antara rumah ke terminal juga nggak jauh. Dalam waktu 10 menit juga sudah sampai. Kenapa berangkat tengah malam? Pertimbangannya karena penerbangan saya pada pagi hari sekitar pukul 10.00. Dengan naik bus, diperkirakan akan tiba di Surabaya sekitar pukul 07.00 dengan asumsi jalanan lancar dan tidak ada kendala selama perjalanan. Saya tidak perlu mampir dulu ke kost, melainkan langsung berangkat ke bandara saja.

Bukan hal yang sulit menemukan transportasi dari Jogja ke Surabaya saat malam hari. Bus yang memiliki trayek rute Jogja-Surabaya dan sebaliknya hampir pasti ada selama 24 jam. Pukul 23.15 saya sudah berada di Terminal Giwangan. Setidaknya malam itu sudah ada dua Bus Eka (PATAS) yang ngetem. Sementara itu di bagian bus ekonomi sudah ada lebih dari lima unit Bus Sumber Kencono dan Mira yang sudah antri menunggu penumpang. Sepertinya rute Jogja-Surabaya PP ini cukup padat ya sampai-sampai bus beroperasi hampir 24 jam.

Dengan pertimbangan kenyamanan saya lebih memilih Bus Eka. Yak Bus Eka merupakan bus patas satu-satunya yang beroperasi pada rute ini. Selebihnya merupakan dominasi bus ekonomi antara Sumber Kencono dan Mira. Kalau bus ekonomi seperti Sumber Kencono hampir selalu ada selama 24 jam, tidak begitu dengan Bus Eka. Bus Eka terakhir berangkat dari Terminal Giwangan Jogja antara pukul 24.00 sampai 01.00 dini hari. Bus baru ada lagi yang berangkat ke Surabaya saat subuh. Jadi kalau sudah tidak menemukan Bus Eka, masih ada bus Sumber Kencono atau Mira yang bisa dijadikan pilihan.

Pukul 23.45 Bus Eka dengan jumlah penumpang yang tidak sampai 10 orang mulai meninggalkan Terminal Giwangan menuju arah Solo. Dalam perjalanan ke Solo, bus mendapat tambahan beberapa orang. Meski begitu masih banyak tempat duduk yang kosong. Ya beginilah enaknya berangkat pada malam hari, bisa memilih tempat duduk yang disukai dan juga bisa tidur dengan nyenyak. Dalam waktu satu jam bus sudah sampai di Solo mengingat jalan sepanjang Jogja-Solo saat tengah malam begitu lengang. Bus bisa melaju dengan kencang tanpa hambatan apapun. Di Terminal Tirtonadi pun bus hanya mampir selama 5 menit. Tidak ada tambahan penumpang satupun saat berhenti di Solo ini.

bus eka

bus eka
Berhenti makan di Rumah Makan Duta Ngawi

Oh ya, ongkos bus dari Jogja ke Surabaya ini masih sama seperti yang dulu-dulu sebesar 63.000. Kalau dibandingkan dengan ekonomi memang jauh lebih mahal. Bahkan mungkin sampai dua kali lipatnya. Namun tetep banyak keuntungan naik bus patas. Tentu masalah kenyamanan. Dengan bus patas pastinya penumpangnya juga terbatas dari jumlah tempat duduk. Tidak seperti bus ekonomi yang masih saja memasukkan penumpang meskipun di dalam bus sudah berjubel. Tempat duduk bus patas juga lebih longgar dan lebar karena tersusun dengan konfigurasi 2-2. Saat perjalanan malam seperti ini tentu cukup nyaman untuk beristirahat. Kemudian bus patas tidak berhenti di setiap terminal. Kalau saya hitung, dalam perjalanan dari Jogja ke Surabaya bus hanya berhenti di Terminal Tirtonadi (Solo) saja. Dengan begini bus akan sampai tujuan lebih cepat karena nggak kebanyakan berhenti layaknya bus ekonomi. Selain itu penumpang juga akan mendapat voucher makan yang bisa ditukarkan saat nanti berhenti di Rumah Makan Duta di Ngawi. Bagaimana dengan pedagang asongan? Biasanya kondektur akan melarang pedagang asongan masuk ke bus kok. Cukup sebanding kan dengan uang yang dikeluarkan?

Rupanya malam itu bus berjalan cukup cepat. Pukul 02.15 saja sudah sampai di Rumah Makan Duta yang ada di Ngawi. Ini berarti perjalanan dari Jogja ke Ngawi hanya ditempuh dalam waktu 2,5 jam saja. Eduun! Saya sih nggak begitu perhatiin kencengnya bus karena banyak tidur. Hehe.. Berhenti di RM Duta itu artinya makan malam. Gila ya makan jam 2 pagi. Untuk makan cukup menukarkan kupon yang diberikan kondektur saat menarik ongkos tadi. Meskipun hanya kupon, namun tetap diberikan pilihan menu makanan. Total ada lima menu yang bisa dipilih, di antaranya adalah nasi ayam bakar, nasi rawon, nasi pecel, nasi soto, dan bakso. Untuk minumannya hanya ada dua pilihan yaitu teh manis es/hangat dan sirup. Kalau Anda nggak sreg sama pilihan makanan di kupon, Anda bisa juga kok menukarkan dengan menu yang lain. Nanti Anda cukup menambah selisih harganya saja. Karena sudah malam, saya memilih menu yang hangat-hangat. Apalagi AC di bus cukup dingin. Saya memesan nasi rawon dan teh manis untuk mengisi perut saya. Lumayan bisa menghangatkan badan.

bus eka
Dua Bus Eka di Rumah Makan Duta Ngawi

bus eka
Bus Damri Bandara dengan rute Terminal Bungurasih-Bandara Juanda PP

Pemberhentian di RM Duta-Ngawi hanya sebentar saja. Mungkin hanya sekitar 20 menit dan bus kembali melanjutkan perjalanan. Tidak ada yang saya lakukan selama perjalanan selain tidur. Mengingat nantinya saya akan melakukan perjalanan yang cukup panjang dan berat. Saya kembali terbangun saat bus sampai di daerah Saradan. Pagi-pagi buta rupanya banyak juga penumpang yang naik sampai bus yang sebelumnya hanya terisi sepertiga sekarang menjadi penuh. Maklum juga sih, hari Senin pasti banyak yang kembali ke Surabaya untuk bekerja. Setelah terbangun sebentar saja saya kembali tidur. Bus akhirnya sampai di Terminal Purabaya atau yang lebih dikenal dengan sebutan Terminal Bungurasih pukul 07.15. Saya masih punya cukup waktu banyak untuk mengejar flight saya ke Makassar. Dari Terminal Bungurasih ke Bandara Juanda ini cukup gampang. Sudah ada Bus Damri Bandara yang siap mengantar sampai ke Bandara Juanda dengan ongkos 15.000. Kebetulan sekali begitu turun dari Bus Eka sudah ada Bus Damri Bandara yang sudah siap berangkat. Saya tidak perlu menunggu lama lagi dong. Pukul 08.00 saya sudah sampai di Bandara Juanda dan bersiap berangkat ke Makassar!


4 komentar:

  1. Nice Post

    BalasHapus
  2. andriansyah s putra16 Februari, 2012 06:02

    ini kunjungan pertama saya :)

    di tunggu lanjutan ceritanya. saya juga tertarik dengan sulawesi heheheh :D

    BalasHapus
  3.  siap mas, segera dilanjutkan.. :)

    BalasHapus