2 Maret 2012

Baby Grave-Kambira, Kuburan Bayi Dalam Pohon Taraa'

baby grave kambira

Kuburan-kuburan di Toraja memang unik-unik dan memiliki ciri khas tersendiri. Sebut saja di Buntu Pune dan Ke’te’ Kesu’ dimana erong (peti mati) digantung pada dinding-dinding tebing, di Londa erong-erong ini ada yang digantung pada dinding tebing tapi ada juga yang ditaruh dalam goa, sementara di Lemo erong-erong dimasukkan ke dalam dinding tebing yang sudah dipahat. Nah masih ada kuburan lain yang tidak kalah uniknya, namanya adalah Baby Grave-Kambira. Kambira terletak tidak terlalu jauh dari Lemo. Dari jalan poros Rantepao-Makale berjalanlah ke arah Sangalla/Makula nanti Anda akan menemukan papan petunjuk arah ke Baby Grave-Kambira. Jalan masuknya cukup bagus kok. Nanti sesampainya di Kambira akan disambut oleh rumah adat tongkonan yang cukup besar, loket pembayaran tiket, dan satu atau dua toko souvenir. Namun saya tidak kunjung menemukan orang yang berjaga di loket ini. Ya sudah langsung saja saya masuk ke objek wisata Kambira ini.

Kambira merupakan sebuah desa yang terletak di tenggara Rantepao. Di sini terdapat tempat kuburan yang bisa dibilang sangat unik. Ada sebuah pohon besar di tengah-tengah area kebun yang di sekelilingnya banyak terdapat pohon bambu. Pohon yang besar ini disebut Pohon Taraa’ dan digunakan sebagai tempat mengubur mayat bayi. Hanya bayi yang meninggal sebelum gigi susunya tumbuh saja yang boleh dikubur di sini. Karena bayi dengan kondisi seperti itulah yang dianggap masih suci. Bagaimana caranya? Pohon Taraa’ yang berukuran cukup besar itu dilubangi dengan diameter tertentu sebagai tempat untuk menguburkan bayi. Kemudian mayat bayi diletakkan begitu saja dalam lubang pohon tanpa dibungkus. Lubang ini kemudian ditutup dengan menggunakan ijuk Pohon Enau. Pemakaman bayi dalam pohon ini hanya dilakukan oleh masyarakat Toraja yang menganut Aluk Todolo (kepercayaan kepada leluhur).

baby grave kambira

baby grave kambira

baby grave kambira

Sama seperti kuburan-kuburan lain di Toraja, penempatan kuburan bayi ini juga berdasarkan strata sosial keluarga. Semakin tinggi tempat penguburan maka semakin tinggi derajat sosial keluarga dari si bayi ini. Uniknya lagi, penempatan arah lubang kuburan juga disesuaikan dengan arah tempat tinggal keluarga. Tidak ada bau busuk mayat sama sekali di Kambira meskipun ada banyak lubang pohon yang berisi mayat. Pohon yang cukup unik ini tentu bisa menyedot ketertarikan para wisatawan yang datang ke Tana Toraja. Setelah melihat kuburan unik ini mungkin Anda bisa berbelanja souvenir seperti ukiran topeng, tau-tau, dan lain-lain yang ada di toko souvenir di sana. Selain itu Anda bisa juga melihat rumah adat tongkonan yang terletak tidak di seberang objek wisata Kambira ini.


14 komentar:

  1. benar-benar variatif yah wisata kuburannya... eeeh ini nyebutnya wisata kuburan apa ziarah kubur yah om ?

    BalasHapus
  2. kayaknya lebih cocok wisata deh om.. cuma liat2 doang kok, nggak pake doa2.. ahahaha 

    BalasHapus
  3. tanah toraja kok seram yah...  mereka menjual kuburan unik mereka sebagai tujuan wisata

    butuh nayali untuk pergi kesana :D

    BalasHapus
  4. iya mas, objek wisata toraja kebanyakan memang kuburan yang unik2..

    BalasHapus
  5. katanya getah pohon itu mirip air susu, sehingga bayi yang belum tumbuh gigi dimakamkan di batang pohon.. maksudnya disamakan sama kembali ke ibu-nya untuk menyusu kali yaa.. hemm, kayaknya nanti kalo ke toraja wajib liat ini deh. betewe, kamu kan cuman sehari kan ya di Toraja?.. bisa banyak bener yang diliat... skimming yaa...

    BalasHapus
  6. jarak antar objek saling berdekatan.. kalo pagi jam 7 udah start naik motor dijamin belum sampai sore udah kelar buat objek2 utama.. itu santaaai, nggak skimming.. hehee

    BalasHapus
  7. di toraja banyak anjing berkeliaran gak bang???? *komenya gak nyambung,,hahah

    BalasHapus
  8. banyak sih, tapi nggak sebanyak di bali :p

    BalasHapus
  9. Meutia Halida Khairani06 Maret, 2012 10:58

    betewe betewe, tu bayi membusuk ngga yah di pohon itu? jadi tengkorak ngga yah? gile nih.. atleast di kafanin kek.. ngerii bener.. banyak tuyul berarti. hihihii

    BalasHapus
  10. hmm.. kemungkinan sih bakal hancur menyatu dengan pohon mut.. yah namanya udah tradisi budaya ya mau gimana lagi.. 

    BalasHapus
  11. nurhasty natalina sari06 Maret, 2012 14:18

    Berkali-kali ke Makassar malah blm pernah ke Toraja krn udah jiper duluan sama jalannya, jadi baca-baca ceritanya disini aja. Btw baru baca cerita kuburan2nya aja udah merinding, gak kebayang kalo dtg langsung, hiiiiiiii...

    BalasHapus
  12. padahal nanggung tuh mbak, tinggal 300 km lagi dari makassar.. #PadahalJauh

    kalo dateng langsung malah nggak nyeremin kok. :D

    BalasHapus
  13.  ngg' seram ko' cumannn... yng seram tuch tempat wisata-wisatax tpi ng' semuax

    BalasHapus
  14. bener.. cuma beberapa tempat wisata aja yang serem.. toraja tetep asik kok.. 

    BalasHapus