6 Maret 2012

Hello Makale! Ibukota Tana Toraja

makale-tana toraja

Matahari sudah mulai condong ke arah barat saat saya berada di Kambira menyaksikan kuburan bayi yang dimasukkan dalam Pohon Taraa’. Saya kemudian bergegas meninggalkan Kambira dan memacu kendaraan ke arah Sangalla dengan maksud mencari Makula. Namun apa daya, sebelum menemukan Makula saya malah ragu dengan jalan yang saya ambil ini apakah benar atau salah. Ruas jalan Sangalla menuju Makula ini memang membosankan. Cukup sepi dan tidak terlalu lebar. Hal inilah yang membuat saya ragu dan memutuskan untuk berbalik arah sebelum bertemu dengan Makula. Lagipula sepertinya tidak ada objek yang cukup menarik di Makula. Yang saya dengar disana hanya ada pemandian air panas saja. Bukan sebuah masalah besar nggak bisa menemukan Makula karena sebagian besar objek wisata utama di Toraja seperti Ke’te’ Kesu’, Buntu Punte, Londa, TilangaLemo, dan Baby Grave (Kambira) sudah saya kunjungi. Dengan begitu saya kemudian mengarahkan motor ke Makale saja. Tentu saya harus kembali ke arah jalan utama poros Rantepao-Makale. Dalam waktu sekitar 30 menit saya sudah bisa sampai di Makale. Ada apa di Makale?

Makale merupakan ibukota Tana Toraja. Sebagai ibukota kabupaten, Makale bukanlah sebuah kota besar. Melainkan hanya kota kecil saja. Malah jika dibandingkan dengan Rantepao, Makale ini masih kalah rame. Sepertinya Makale lebih banyak difungsikan sebagai pusat adminstrasi dan pemerintahan saja. Pusat Kota Makale ditandai dengan adanya danau buatan. Kemudian di danau tersebut terdapat patung. Saya kurang tahu patung siapakah itu. Mungkinkah itu patung dari Pong Tiku yang merupakan pahlawan asal Toraja? Sepertinya sih iya. Di sekitar danau buatan tersebut berdiri bangunan-bangunan dengan bentuk tongkonan. Terlihat pula gereja yang berdiri tegak tidak jauh dari danau. Secara umum Kota Makale ini bersih dan teratur serta sejuk. Nggak heran dong karena lokasinya berada pada ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut.

Menurut pandangan saya, kenapa Makale sebagai ibukota kabupaten malah lebih sepi dibandingkan dengan Rantepao? Jawabannya adalah masalah akomodasi. Saya melihat tidak banyak hotel/penginapan yang berdiri di Makale. Jumlahnya tentu jauh berbeda dibandingkan dengan di Rantepao dimana para turis bisa memilih tipe penginapan sesuai dengan budgetnya. Mulai dari yang harga kelas melati hingga harga bintang lima ada di Rantepao. Rental kendaraan, travel agent, dan warung makan jumlahnya juga tidak sebanyak dan selengkap di Rantepao. Bagi Anda yang ingin ke Toraja, saya sarankan untuk ke Rantepao saja. Anda bisa mengunjungi Makale disela-sela kegiatan Anda saat berada di Toraja. Selain danau buatan di tengah kota lengkap dengan patung Pong Tiku tadi sepertinya tidak ada hal lain yang begitu menarik di Makale. Karena itu pula saya tidak berlama-lama di Makale. Saya segera kembali ke Rantepao sebab mendadak cuaca yang semula sangat cerah mendadak menjadi gelap. Setidaknya saya sudah tenang kalau hujan turun saat saya sudah berada di Rantepao.


8 komentar:

  1. Meutia Halida Khairani06 Maret, 2012 10:54

    halo tyo, udah lama ngga maen kesini, eh ni anak udah ke tana toraja aja.. asing bgt nama kota2 yg kamu sebutin di telinga saya. hehehe.. saya cm sampe makassar doang. ga asik jadinya. pengen kesinii...

    BalasHapus
  2. hallo juga mumut.. iya mut, nama-nama tempatnya memang khas banget.. aneh di telinga kita.. 

    BalasHapus
  3. nama-nama tempatnya unik yah om... benar-benar berharap bisa ke Toraja tahun ini juga :)

    BalasHapus
  4. nama tempatnya memang unik. tapi menurut saya lebih mudah diingat dan diucapkan dibanding nama-nama tempat di jawa barat -__-

    BalasHapus
  5. Anyway. Provinsinya dimana nih mas?

    BalasHapus
  6. Wah.ke toraja nh?
    Aku barusan mampir ke blog sini nh mas.awalnya nyasar tapi trus jd tertarik baca2 pengalamannya hehe..

    Aku jg pnah ksana.tp karena ada 'guide' yg asli sana.jd gampang
    Mau komen yg 'Makula' . Emang kok jalan ksama kecil sepi dan ga menunjukkan tanda2 yg meyakinkan.hahaha.tp cuman permadian air panas biasa.kolam renang gtu.pmandangan?juga biasa ja

    Di toraja kl waktunya agak panjanh.kabarnya bisa ke gunung sesean.sama danau (lupa namanya) yang ada belut raksasanya.hehe
    Have fun Backpacking yah :D

    BalasHapus
  7. melkianus pasangka27 Mei, 2014 19:09

    butuh informasi seputar objek wisata toraja dan transportasinya? silahkan mengunjungi blog ini

    http://jelajahtoraja.blogspot.com/

    BalasHapus