28 April 2012

Perjalanan Menuju Taman Nasional Bantimurung

pete-pete bantimurung

Mari kita lanjutkan petualangan di Sulawesi Selatan. Kali ini saya akan menuju ke Bantimurung, lebih tepatnya Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung yang terletak di Kabupaten Maros. Bagaimana cara ke Bantimurung? Sebenarnya untuk ke Bantimurung nggak terlalu sulit. Cukup banyak kok angkutan umum yang kesana. Ada apa sih di Bantimurung? Yang jelas banyak hal menarik yang bisa dilihat di Bantimurung seperti Musuem Kupu-Kupu, air terjun, goa-goa, dan lain-lain.

Untuk ke Bantimurung, transportasi umum yang bisa diandalkan adalah pete-pete. Dari Kota Makassar carilah pete-pete dengan tujuan Terminal Daya. Awalnya saya mendapat info dari Mas Lomardasika bahwa dari Terminal Daya naik pete-pete tujuan Pangkajene dan turun di Maros. Cukup banyak kok pete-pete dengan rute ini. Tapi Anda mungkin tidak akan melihat tulisan Pangkajene di pete-pete, melainkan Maros/Pangkep. Pangkep merupakan singkatan dari Pangkajene Kepulauan. Sama saja kan? Perjalanan dari Terminal Daya hingga Maros tidak terlalu lama karena jaraknya juga tidak terlalu jauh, mengingat Terminal Daya sendiri sudah berada di perbatasan antara Kota Makassar dan Kabupaten Maros. Ongkos pete-pete dari Daya ke Maros adalah 4.000. Sesampainya di Maros mintalah diturunkan di Pasar Maros. Di Pasar Maros inilah tempat pete-pete menuju Bantimurung ngetem.

pete-pete bantimurung

pete-pete bantimurung

Begitu turun di depan Pasar Maros sudah ada beberapa pete-pete yang ngetem dengan berbagai tujuan. Tujuan pete-pete tertulis di papan tepat di belakang pete-pete ngetem. Ada pete-pete tujuan Bantimurung-Sambueja, Pakalu-Leang-Leang, dan lain-lain. Pilih deh sesuai dengan tujuan Anda yang tentu saja tujuan Bantimurung.

Seperti halnya pete-pete lain, pete-pete tujuan Bantimurung di Pasar Maros ini baru akan berangkat setelah penuh dengan penumpang. Celakanya, pete-pete tidak hanya penuh dengan penumpang tapi juga barang. Kebanyakan yang naik pete-pete adalah ibu-ibu yang berbelanja di Pasar Maros. Nggak heran jika barang-barang belanjaannya sangat banyak. Kemungkinan akan dijual lagi. Nggak heran juga kalau pete-pete menjadi penuh sesak bahkan saya sampai terjepit di pojokan. Untungnya penyiksaan ini terjadi tidak dalam waktu yang lama. Jarak antara Maros dengan Bantimurung yang saya kira jauh ternyata cukup dekat. Malah lebih dekat jika dibandingkan dengan Terminal Daya-Maros yang sebelumnya sudah saya tempuh.

pete-pete bantimurung

Saat perjalanan mendekati wilayah Bantimurung, mulai terlihat perbukitan-perbukitan karst yang memang menjadi ciri khas Maros. Udaranya pun cukup sejuk. Yang agak mengagetkan saya adalah semua penumpang saat itu turun di depan Pasar Pakalu yang tidak jauh dari jalan masuk ke Goa Leang-Leang. Hanya saya seorang saja yang turun di Bantimurung. Sayapun bertanya kepada sopir apakah bersedia mengantar saya sampai taman nasional? Rupanya pak sopir bersedia karena jarak dari Pasar Pakalu hingga Taman Nasional Bantimurung sudah tidak jauh, kurang lebih 1 km saja. Saya diantar masuk hingga area parkir taman nasional. Daan.. Ongkos dari Pasar Maros sampai di Bantimurung tadi hanyalah 3.000 saja. Mungkin karena jaraknya memang yang tidak terlalu jauh. Yak selamat datang di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Sudah siap menjelajah Taman Nasional Bantimurung?


2 komentar:

  1. Kayaknya sindrom mas Tri sama kayak saya nich...hihihihi....udah lama masih Bantimurung aja. sama kayak saya, udah lama masih di Balige aja. belum maju-maju...wekekekekek

    BalasHapus
  2. Penyakit males sedang menerpa.. wkwkwkkwkw :p

    BalasHapus