13 Juni 2012

Benteng Somba Opu Yang Nyaris Tak Berbekas

benteng somba opu

Hari terakhir di Makassar, karena masih ada waktu yang cukup saya menyempatkan diri ke Benteng Somba Opu. Tidak terlalu sulit rasanya menuju Benteng Somba Opu. Apalagi saya sedang berada di pusat Kota Makassar. Cukup naik pete-pete jurusan Terminal Mallengkeri yang melewati Jalan Cenderawasih. Bilang saja ke sopir pete-pete bahwa kita akan ke Somba Opu. Nanti kita akan diturunkan di tepi jalan yang sudah dekat ke Benteng Somba Opu. Untuk sampai di Benteng Somba Opu masih perlu jalan kaki beberapa ratus meter. Kalau Anda nggak mau jalan, banyak becak yang siap mengantar Anda.

Somba Opu merupakan benteng yang didirikan pada tahun 1525 oleh Sultan Gowa ke IX, Daeng Matanre Karaeng Tumapa’risi’ Kallonna. Benteng ini merupakan saksi bisa perjuangan rakyat Makassar dalam mempertahankan kedaulatan bangsanya.

Dulu tempat ini merupakan pusat perdagangan yang ramai. Namun kemudian dikuasai dan diluluh lantakkan oleh Belanda. Bagaimana kondisinya sekarang? Bekas benteng yang ada di Somba Opu nyaris tidak terlihat lagi. Kita hanya bisa melihat sedikit reruntuhan benteng serta makam Raja Gowa IX. Sayapun tidak mengeksplor banyak di Benteng Somba Opu karena tidak lama setelah saya tiba di sana turun hujan deras.

benteng somba opu

benteng somba opu

benteng somba opu

benteng somba opu

Meskipun sudah tidak bisa menikmati lagi kemegahan Benteng Somba Opu, namun saya masih cukup terhibur dengan adanya rumah-rumah adat yang ada di sana. Terdapat berbagai macam rumah adat suku di Sulawesi Selatan yang mempunyai ciri khas masing-masing. Di salah satu bangunan juga menjadi tempat belajar. Terlihat anak-anak sekolah yang sedang belajar di sana.

Hujan yang tak kunjung berhenti membuat saya tidak bisa berkeliling lebih lanjut di Benteng Somba Opu. Apalagi jadwal penerbangan saya pulang ke Surabaya sudah semakin dekat. Saya memanggil tukang becak motor yang lewat untuk mengantar saya hingga jalan raya, kemudian naik pete-pete lagi sampai di halte Damri di Jalan Riburane untuk selanjutnya ke Bandara Sultan Hasanuddin.


4 komentar:

  1. nurhasty natalina sari13 Juni, 2012 19:04

    Wah sayang ya gak bisa eksplore lebih byk. Btw bgm kesan2nya di Mks? Setelah Mks kemana lagi mas? :) 

    BalasHapus
  2. Makassar? Makanannya enak-enak, tapi mahal.. heuheu.. Orangnya ramah-ramah juga sih ya..

    Yang udah dilalui setelah Makassar sih Bali sama Bromo. Yang belum nanti ada Surabaya-Bandung-Pekanbaru-Padang-Medan-Aceh-Medan-Surabaya sekaligus.. Mudah2an nggak ada halangan..

    BalasHapus
  3. akhirnya bisa komen... biasanya kolomnya suka nakal gak mau keluar. hahaha. jadi beberapa postinganmu aku terlewat buat komentar

    BalasHapus
  4. maaf yee kalo blognya lemooot :p

    BalasHapus