14 Juni 2012

Liburan Akhir Pekan Di Gunung Bromo

gunung bromo

Siapa sih yang nggak kenal Gunung Bromo? Tempat wisata ini merupakan tempat wisata unggulan di Jawa Timur. Bahkan ketenaran Bromo tidak hanya di kalangan orang-orang Indonesia saja, melainkan sampai ke luar negeri. Terbukti cukup banyak turis-turis asing yang berdatangan ke Bromo.

Sebagai traveler yang berdomisili lumayan dekat dengan Bromo, secara jujur saya mengatakan bahwa saya belum pernah ke sana sama sekali. Tragis sekali bukan? Padahal saya sudah tiga tahun berada di Surabaya yang notabene hanya berjarak kurang lebih 150 km dari Bromo. Untuk membayar hutang saya tersebut, hari Sabtu-Minggu kemaren ini saya pergi ke Bromo bersama dengan partner in crime. Halaaah.. Yup Sabtu kemaren 9 Juni 2012!!

Dengan jarak yang cuma kisaran 150 km, maka kami berangkat dari Surabaya dengan mengendarai si putih yang baru ganti baju jadi ijo, motor kesayangan dengan pertimbangan waktu yang cukup fleksibel dan cukup hemat biaya juga. Apalagi si putih sudah agak lama nggak diajak jalan jauh. Kami berangkat dari Surabaya hari Sabtu sekitar pukul 13.00. Saya lupa bahwa Sabtu siang jalanan Surabaya pasti macet berat. Hal itu terbukti... Terasa cukup lama hanya untuk keluar dari Kota Surabaya.

Untuk ke Bromo dari Surabaya terdapat dua alternatif jalan. Pertama adalah melalui jalur Pasuruan-Wonokitri-Bromo. Kedua merupakan jalur yang umum digunakan yaitu Probolinggo-Sukapura-Cemoro Lawang-Bromo. Pemilihan jalur melalui Probolinggo bukan tanpa alasan sih. Menurut info jalur ini lebih bagus dan lebih bersahabat dibanding melalui Wonokitri.

Perjalanan siang itu ternyata sangat lama. Bayangkan saja, satu jam perjalanan baru mendapatkan 30 km di trip meter motor saya. Sepanjang jalan padaaat. Pukul 15.30 kami baru tiba di Nguling-Probolinggo. Mampir dulu deh di Rawon Nguling buat makan siang yang telat plus istirahat.

Setelah istirahat selama 30 menit baru deh lanjut lagi. Setelah melewati Kota Probolinggo kemudian masuk ke jalur pegunungan yang cukup sejuk. Meskipun menanjak, jalannya nggak terlalu ektrim juga kok. Standar a la pegunungan lah.. Beberapa tempat memang cukup curam, namun masih bisa dilewati dengan baik. Sekitar pukul 17.00 barulah sampai di Cemoro Lawang. Sedikit kebingungan ketika mencari penginapan. Karena begitu sampai langsung diserbu para calo. Kami akhirnya pergi dari gerombolan calo dan mendapatkan penginapan yang bersih, murah, dan nyaman. Tunggu kisah kami di Bromo yah! :p

gunung bromo


9 komentar:

  1. view Bromo memang lagi bagus-bagusnya mas kalau bulan-bulan seperti ini :D
    gak nyesel main ke sana :D

    BalasHapus
  2. bener mas, pagi cerah bangeet.. asyik cuacanya.. buat foto juga bagus..

    BalasHapus
  3. Wah, saya ke Bromo tahun lalu. Masih debuan sampek ke kamar hotelnya juga, soalnya kan baru meletus. Eh, sekarang masih debuan nggak ya?

    BalasHapus
  4. Keindahan bromo tiada duanya :)

    BalasHapus
  5. tanjung pondok tani20 Februari, 2013 05:41

    Bromo Tanjung Pondok Tani

    Dalam
    rangka Memperkenalkan " Kawasan Tengger-Bromo" dari segala aspek, kami buka pondok tani tanjung-tosari unt umum, “tanpa tarif” (khusus untuk
    rombongan)

    @.kamar
    los + 2 km mandi luar, dapur, teras serba guna, kapst: 8 s/d 16 orang, cukup memasukkan dana "sukarela" ke kotak
    dana perawatan pondok pertanian.

    #
    untuk informasi hub per sms/tlp: 081249244733 - 085608326673 ( Elie – Sulis )
    081553258296 (Dudick). 0343-571144 (pondok pertanian).

    # Informasi di Facebook
    dengan nama : Bromo Tanjung Pondok Pertanian

    BalasHapus
  6. Rifqy Faiza Rahman12 Maret, 2013 22:42

    Ada minat ke semeru mas, gunung gede di belakang view bromo? :D

    BalasHapus
  7. minat kesana ada pastinya, cuma temen yang kesana itu nggak ada.. kapan yuk berangkat :D

    BalasHapus
  8. Manut mas, insya Allah kalau longgar, siap mendampingi hehe

    BalasHapus