25 Juni 2012

Mendaki Ke Puncak Gunung Bromo =))

gunung bromo

Selain melihat sunrise dan pemandangan cantik Bromo dari Penanjakan, wisata lain yang tak kalah populer adalah mendaki ke puncak Gunung Bromo untuk melihat kawah. Umumnya, Penanjakan plus Bromo merupakan paket standar saat menyewa Jeep. Dari Penanjakan bisa dipastikan Jeep akan menuju ke Bromo. Kalau kalian punya uang lebih bisa kok minta antar ke destinasi lain seperti pasir berbisik atau padang savana, tentunya dengan biaya tambahan antara 100.000-150.000.

Jeep yang datang dari Penanjakan akan parkir di tempat parkir Jeep. Di sana biasanya sudah banyak Jeep-Jeep lain yang berderet. Untuk mendaki Gunung Bromo kalian nggak perlu pakaian khusus ataupun peralatan naik gunung lainnya. Yah, meskipun gunung ini berketinggian 2.392 meter, tapi untuk mendakinya sudah disediakan anak tangga yang berjumlah sekitar 250. Saya nggak tahu pastinya berapa, ada yang bilang 250, ada juga yang bilang 253. Saya sendiri nggak ngitung. :p

Celakanya, dari parkiran Jeep sampai di anak tangga masih cukup jauh. Mungkin sekitar 1-2 km yang bisa ditempuh dengan jalan kaki atau naik kuda. Sebenarnya Jeep bisa parkir lebih dekat seperti halnya motor, tapi selama ini nggak pernah terjadi. Mau gimana lagi, ini urusan perut. Antara Jeep dan kuda tentu berbagi pendapatan.

Ongkos naik kuda dari parkiran Jeep sangat variatif. Ada yang menawarkan cuma 50.000, ada yang 70.000, bahkan ada yang menawarkan ongkos 100.000. Ini sangat tergantung banyak pengunjung yang datang atau tidak, kemudian si empunya kuda sudah dapat uang atau belum hari itu. Ongkosnya pun bisa dinego kok. Saya tentu saja lebih memilih jalan kaki santai saja. Oh ya, semakin mendekati anak tangga, tawaran ongkos naik kuda akan semakin murah hingga 10.000. Kalau mau iseng-iseng pengen naik kuda bisa dicoba nih walaupun cuma sebentar.

pura di gunung bromo

Hal yang paling mengganggu saat berjalan menuju kawah Gunung Bromo adalah debu. Debunya sangat banyak dari bekas pengunjung lain yang berjalan, bekas kuda, atau debu yang terkena angin. Selain itu juga mesti hati-hati dengan ranjau darat (tahi kuda) yang banyak beserakan di jalan. Sangat dianjurkan membawa masker atau slayer untuk menutupi hidung.

Setelah jalan kaki melewati lautan pasir nan berdebu, sampai juga anak tangga untuk ke puncak Bromo. Hari itu sangat banyak pengunjung yang datang. Untuk naik tangga saja harus pelan-pelan karena antri. Apalagi anak tangga dipenuhi debu pasir yang cukup licin, membuat pengunjung harus ekstra hati-hati.

kawah gunung bromo

Dengan jumlah anak tangga yang hanya 250 saja, pendakian Gunung Bromo tentu saja nggak menguras banyak tenaga. Bahkan hanya dalam waktu beberapa menit saja sudah sampai di puncak. Sepertinya ini adalah salah satu pendakian gunung paling gampang yang pernah ada. Agak kurang layak aja sih kalo disebut "pendakian" =)). Yang agak lama itu jalan kaki dari parkiran Jeep hingga anak tangga.

Kalau dilihat, Gunung Bromo ini nggak seperti gunung biasanya yang berbentuk seperti tempurung mengerucut. Bentuk gunung ini malah seperti mangkok dengan kawah yang menganga sangat lebar. Dari puncak Gunung Bromo terlihat jelas kawah yang masih aktif dengan diameter 600-800 meter. Cukup luas juga ya? Karena ini gunung yang masih aktif, bahkan beberapa waktu lalu sempat meletus, jadi jangan heran kalau dari kawah sering keluar kepulan asap. Tapi yang saya heran, di sini nggak tercium bau belerang.

gunung batok

Di puncak Bromo ini tempat datar cukup sempit. Kalau banyak pengunjung yang datang tentu harus berdesak-desakan dan berbagi tempat dengan pengunjung lainnya. Selain mengamati kawah Bromo yang luas tersebut, dari atas juga bisa menyaksikan keindahan Gunung Batok yang persis berada di sebelah Gunung Bromo. Karena tidak ada lagi yang cukup menarik di atas, saya tidak berlama-lama di puncak. Saya turun ke parkiran Jeep, selanjutnya kembali ke hotel untuk sarapan, mandi, dan check out. Apalagi cuaca sudah semakin panas.

Oh ya, di lautan pasir dekat Gunung Bromo dan Gunung Batok ini terdapat pura yang menjadi tempat ibadah umat Hindu di Tengger. Akan lebih menarik lagi kalau kalian datang ke Bromo bertepatan saat upacara Kasodo yang diadakan setahun sekali. Tertarik untuk ke Bromo saat upacara Kasodo?

jeep di gunung bromo


9 komentar:

  1. rie ramadhaanie25 Juni, 2012 08:56

    Kalo ama temen-temen sih, gunung bromo gak termasuk hitungan gunung yang pernah di daki mas. Saking enaknya kesana. Hahaha..

    Aku dua kali kesana tapi belum pernah naik kuda. Pengenn,. tapi mahal. :p

    BalasHapus
  2. Iya ri walaupun lebih dari 2.000 meter dpl tapi udah disiapin anak tangga :p

    BalasHapus
  3. asalamualaikum
    jadi pingin ke Bromo, indah banget
    saya belum pernah berwisata kesini

    BalasHapus
  4. Semoga lekas bisa ke Bromo bu :)

    BalasHapus
  5. Orochimarukusanagi26 Juni, 2012 19:13

    bisa berapa lama naik kegunung bromo ??

    BalasHapus
  6. jalan dari parkiran kalo mau ngebut sih 30 menit juga beres :D

    BalasHapus
  7. tanjung pondok tani20 Februari, 2013 05:24

    Bromo Tanjung Pondok Tani

    Dalam
    rangka Memperkenalkan " Kawasan Tengger-Bromo" dari segala aspek, kami buka pondok tani tanjung-tosari unt umum, “tanpa tarif” (khusus untuk
    rombongan)

    @.kamar
    los + 2 km mandi luar, dapur, teras serba guna, kapst: 8 s/d 16 orang, cukup memasukkan dana "sukarela" ke kotak
    dana perawatan pondok pertanian.

    #
    untuk informasi hub per sms/tlp: 081249244733 - 085608326673 ( Elie – Sulis )
    081553258296 (Dudick). 0343-571144 (pondok pertanian).

    # Informasi di Facebook
    dengan nama : Bromo Tanjung Pondok Pertanian

    BalasHapus