21 Juni 2012

Mengejar Sunrise Di Penanjakan

sunrise di penanjakan-bromo

Nggak bisa dipungkiri, melihat sunrise di Penanjakan merupakan salah satu menu wajib bagi traveler yang pergi ke Bromo. Ya inilah salah satu hal yang mempunyai nilai jual sangat tinggi di Bromo. Banyak traveler yang sengaja menginap untuk menikmati sunrise dari atas gunung ini. Banyak pula yang rela berangkat dari rumah tengah malam (terutama untuk traveler dari Jawa Timur) dan baru sampai di Bromo di pagi hari buta hanya untuk melihat sunrise ini.

Sudah datang jauh-jauh dari Surabaya tentunya saya juga nggak mau melewatkan momen ini. Beberapa hal sudah dipersiapkan, salah satunya sewa Jeep untuk ke Penanjakan. Di malam hari yang perlu disiapkan adalah tidur lebih awa karena harus bangun pagi jam 03.00. Udara di Cemoro Lawang saat malam hari memang dingin, tapi masih kalah dibanding dinginnya Dataran Tinggi Dieng. Meskipun begitu, saya tetep nggak bisa tidur nyenyak. Sebentar-sebentar bangun, sebentar-sebentar melek lagi karena tenggorokan sangat kering dan butuh minum.

Sekitar pukul 03.10 sudah ada petugas jaga hotel yang mengetuk pintu untuk membangunkan. Belum diketukpun sebenarnya saya sudah bangun wong tidurnya kayak tidur ayam. Segeralah bersiap berangkat ke Penanjakan dengan mengenakan jaket tebal. Di restoran hotel sudah banyak tamu-tamu lainnya yang juga akan ke Penanjakan. Tapi sepertinya rata-rata urusan ke Penanjakan dari tamu-tamu ini sudah diurus oleh pihak hotel. Sebelum berangkat, staf hotel mempersilakan untuk minum kopi atau teh panas dulu untuk mengurangi rasa dingin yang dilengkapi dengan snack box berisi roti sembari menunggu Jeep datang.

Satu per satu Jeep mulai berdatangan. Jeep warna pink yang akan dinaiki oleh saya, partner in crime, dan empat orang bule datang hampir paling akhir. Kami baru benar-benar berangkat mendekati pukul 04.00. Di pintu tempat pembayaran tiket masuk Gunung Bromo sudah begitu ramai. Ya di sini sepertinya kehidupan dimulai sejak dini hari saat orang-orang di kota sedang tertidur pulas. Keramaian terlihat tidak hanya Jeep saja, tetapi juga untuk motor. Yeaah! Banyak yang nekat bawa motor ke Penanjakan dari Cemoro Lawang rupanya. Dan mereka ini rata-rata juga baru saja sampai di Cemoro Lawang.

Jeep kami tidak terlalu lama mengantri. Jeep kemudian menuruni jalan yang membawa ke area lautan pasir. Memasuki lautan pasir, Jeep dengan mudahnya menembus lautan pasir yang gelap ini beriringan dengan puluhan Jeep lain. Nggak bisa dipungkiri, debu berhamburan kemana-mana. Sementara yang bawa motor terlihat sangat kerepotan, geal-geol kanan-kiri nggak karuan ditambah dengan debu yang menutupi pandangan. Beberapa pengendara terlihat mendorong motornya, sementara yang dibonceng harus rela jalan kaki. Mungkin saya juga mengalami nasib serupa kalau nekat bawa motor. So, sebaiknya pikir ulang deh kalau bawa motor ke Penanjakan lewat Cemoro Lawang...

Kalau diperhatikan memang lautan pasir di Bromo ini sangat luas. Mau lewat jalur mana saja bebas karena nggak ada jalur yang pasti. Semuanya sama saja tertutup pasir. Setelah melewati lautan pasir, jalan selanjutnya adalah jalan yang sangat menanjak menaiki gunung ke arah Penanjakan. Jalannya cukup buruk hanya berupa bebatuan yang tidak rata. Ditambah lagi dengan tanjakan dan tikungan yang cukup ekstrim. Saya sih julukinnya jalur jahanam. Hohoho.. Sereem abis deh apalagi gelap gulita. Bagi Jeep sih bukan jadi masalah lewat jalur seperti ini. Tapi bagi motor? Banyak yang dorong! Yakin deh! Dan kemungkinan baru sampai Penanjakan saat sudah cerah. :D

Mendekati Penanjakan jalan sudah halus dan mulus. Perjalanan dari Cemoro Lawang sampai Penanjakan kurang lebih sektiar 45 menit. Nggak terlalu jauh sih, tapi memang lama karena jalannya cukup merayap. Puluhan Jeep lain sudah terparkir dengan rapi di tepi jalan. Karena datang agak akhir, Jeep kami parkir agak jauh sehingga kami perlu jalan beberapa ratus meter lagi.

sunrise di penanjakan-bromo

sunrise di penanjakan-bromo

Di akhir pekan seperti ini Penanjakan benar-benar sangat ramai. Ratusan pengunjung, nggak turis lokal, nggak turis asing, semuanya bertumpuk di gardu pandang mungil menanti sunrise muncul. Semua sudah siap dengan kamera masing-masing, termasuk saya. Namun berkali-kali mengambil gambar tetap saja gagal. Sulit sekali mengambil foto saat berdesak-desakan seperti itu. Apalagi kamera saya nggak punya fitur live view, lengkap sudah. Asal jepret-jepret aja sekenanya dan hasilnya hancuuur sodara-sodara.. Hahahaii..

sunrise di penanjakan-bromo

Beberapa saat menunggu, sunrise yang ditunggu mulai menampakkan diri. Sayang sunrise terlihat malu-malu. Mungkin karena terlalu ramai? Malu dilihat banyak orang? Hehe.. Awan hitam cukup menutupi sunrise pagi itu sehingga sunrise hanya terlihat berupa garis saja. Setelah itu matahari sudah terlihat cukup tinggi. Tapi saat matahari mulai bersinar cerah, di depan mata tampak pemandangan yang sangat mengagumkan. Gunung Batok, Gunung Bromo, dan Gunung Semeru terlihat saling beradu kecantikan. Apalagi Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Jawa sesekali memuntahkan awan hitam. Luar biasaa!! Saya menyesal kenapa nggak dari dulu datang ke Bromo. Puluhan foto saya abadikan di Penanjakan ini. Tangan ini gatel rasanya kalau shutter kamera berhenti jepret. Terlebih jepretnya juga asyik sambil desak-desakan. Hohoho..

sunrise di penanjakan-bromo

sunrise di penanjakan-bromo

Puas mengambil banyak foto di Penanjakan, saat pengunjung lain mulai bubar kami juga ikutan bubar. Kami kembali ke Jeep untuk selanjutnya ke Kawah Gunung Bromo. Dalam perjalanan turun ini sopir Jeep menawarkan berhenti di sebuah spot yang bagus untuk berfoto. Nggak pakai mikir dong tawaran tersebut langsung diterima. Pemandangan Bromo dari atas bukit ini memang luar biasa indahnya. Ada Makcik dari Malaysia (mungkin emaknya Ipin & Upin :p) yang berkomentar, "Subhanallah Cantiknyeee". Rasanya sangat sulit bagi saya untuk tidak setuju dengan ungkapan tersebut.

sunrise di penanjakan-bromo


2 komentar:

  1. pas sunrise ga coba cari venue yang di pagar pembatas mas?
    di sana dapet viewnya bagus buat hunting sunrise dan juga pemandangan Gunung Batok, Bromo, dan Semeru :D
    tapi ramainya minta ampun di sana

    BalasHapus
  2. Liat padetnya kayak gitu udah males duluan.. Malah pada naik ke pager bikin gunungnya susah difoto..

    BalasHapus