20 Oktober 2012

Kisah Delay Dan Amuk Masa Penumpang Pada Penerbangan Sriwijaya Air Solo-Lampung (1/2)

sriwijaya air

Berada di Solo selama satu malam saja untuk menyaksikan Solo Batik Carnival 2012 memang terasa singkat. Saya pun harus melanjutkan perjalanan saya ke kampung halaman saya di Lampung karena ada sedikit urusan selama beberapa hari.

Mencari tiket pesawat saat musim liburan sekolah di bulan Juni-Juli memang cukup sulit. Kalaupun ada, harganya lumayan mahal. Dari Solo ke Lampung tidak ada penerbangan langsung. Penerbangan dilayani dengan sistem transit/transfer di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta.

Ada beberapa maskapai yang melayani rute Solo-Lampung via Jakarta. Sebut saja Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, dan Lion Air. Selain itu ada juga Batavia Air. Sayang maskapai yang saya sebut terakhir ini sedang dirundung masalah keuangan. Banyak rute yang ditutup maupun dikurangi frekuensinya termasuk Solo-Jakarta dan Jakarta-Lampung. Maka Batavia sudah saya coret pertama kali dari pilihan saya.

Tiga option yang tersedia tinggal Garuda, Sriwijaya, dan Lion. Memilih salah satu dari ketiga maskapai tersebut pun bukan pilihan yang mudah. Frekuensi penerbangan Solo-Jakarta yang tidak begitu banyak yang menjadi penyebabnya. Connecting time saat transit/transfer di Jakarta terkadang cukup lama. Ini tentu saja kurang nyaman.

Ketiga maskapai ini rata-rata menawarkan harga yang tidak jauh beda. Masing-masing hanya berselisih 100.000-200.000 saja. Karena saya sedikit lamban dan terlalu lama berpikir saat akan membeli tiket, akhirnya tiket Garuda dan Lion sudah sold out. Yah apesnya dengan terpaksa membeli tiket Sriwijaya Air dengan harga 1.250.000. Padahal sebelumnya Garuda menawarkan harga 1.450.000 dengan pelayanan yang tentu saja lebih baik. Ini adalah salah satu tiket pesawat rute pendek termahal yang pernah saya beli. Selama ini kebanyakan hanya memanfaatkan tiket promo dengan harga 50.000-300.000. Bahkan sering kali mendapat tiket gratis. Sialnya, sehari sebelum keberangkatan saya mendapatkan sms dari Sriwijaya yang memberi tahu bahwa penerbangan saya SJ096 dari Jakarta ke Solo ditunda selama 1 jam karena pesawat sedang mengalami perbaikan.

Pada hari keberangkatan (1/7/2012), pagi hari sekitar pukul 06.15 saya sudah tiba di Bandara Adi Sumarmo. Ini adalah pertama kalinya saya menginjakkan kaki di bandara ini. Tidak menunggu lama saya langsung masuk ke ruang check in yang tergolong sepi. Di konter check in Sriwijaya sendiri terbagi menjadi dua, konter kelas bisnis dan kelas ekonomi. Sejak 15 Mei yang lalu Sriwijaya memang menawarkan layanan kelas bisnis untuk beberapa rute. Pada tanggal yang sama, maskapai ini juga sedang melakukan rebranding untuk menjadi maskapai full service.

Antrian di konter check in tidak terlalu panjang. Dengan cepat saya melakukan check ini. Saya langsung mendapatkan dua boarding pass sekaligus disini. Satu untuk penerbangan Solo-Jakarta, sedangkan satu lagi untuk penerbangan Jakarta-Lampung. Oh ya, di konter check in para penumpang Sriwijaya juga bisa mengambil koran yang sudah disediakan, gratis kok. Tapi ada yang sedikit mengganjal, petugas check in tadi mengatakan kalau penerbangan saya rute Solo-Jakarta akan ditunda kurang lebih 30 menit karena crew belum siap (baca: belum tiba di bandara).

sriwijaya air

Setelah menyelesaikan urusan check in saya langsung masuk ke ruang tunggu yang berada di lantai dua. Ruang tunggu di Bandara Adi Sumarmo cukup nyaman menurut saya. Dengan penerbangan di bandara ini yang tergolong sedikit, daya tampung terminal malah terlalu besar. Sangat berbeda dibanding bandara-bandara lain yang kebanyakan kelebihan kapasitas.

sriwijaya air

sriwijaya air

Dari ruang tunggu bisa dilihat pesawat yang akan membawa saya sudah siap. Hanya saja crew yang bertugas belum ada. Pesawat tersebut adalah Boeing 737-300 dengan registrasi PK-CKP. Yang menarik dari pesawat-pesawat milik Sriwijaya adalah pesawatnya diberi nama. Nah nama pesawat yang akan saya naiki ini adalah Perlindungan. PK-CKP yang disewa dari GECAS ini baru masuk ke armada Sriwijaya pada 1 Februari 2012. Sebelumnya pesawat ini pernah dioperasikan oleh Air Holland (1997-2000), Philippine Airlines (2000-2004), dan Shenzhen (2004-2012). Dari segi usia, pesawat memang sudah tidak muda lagi. Umurnya sudah lebih dari 15 tahun.

sriwijaya air

Pukul 07.30 rupanya sudah ada panggilan boarding untuk penumpang SJ-211 tujuan Jakarta. Sayapun segera masuk ke pesawat dan duduk manis di tempat duduk saya. Di seebelah terdapat pesawat Garuda Indonesia tipe Boeing 737-800 dengan registrasi PK-GEP. Sebelumnya di pintu pesawat tadi saya disapa oleh pramugari Sriwijaya yang sudah mengenakan seragam baru. Seragam baru ini lebih dominan warna merah. Cukup menarik, apalagi untuk maskapai full service.

Proses boarding kurang lebih memakan waktu 20 menit. Kemudian pintu pesawat ditutup dan pesawat mulai didorong mundur untuk kemudian taxi ke runway. Runway aktif yang digunakan untuk take off adalah runway 26. Seperti biasanya pesawat take off dengan mulus karena cuaca pagi itu juga sangat cerah. Sesaat setelah take off tersaji pemandangan yang cukup bagus yaitu berupa danau yang tidak terlalu luas. Ada yang tau danau apakah itu?

sriwijaya air

sriwijaya air

sriwijaya air

Setelah lampu tanda kenakan sabuk pengaman dipadamkan, mbak mugari segera melakukan meal service. Ya, waktunya dapet makanan. Untuk penerbangan yang cukup singkat ini Sriwijaya menyajikan snack box yang isinya dua potong roti dan segelas air mineral. Lumayan juga sih daripada nggak ada. Bisa buat ganjel perut karena tadi belum sarapan.

sriwijaya air

sriwijaya air

Penerbangan Solo-Jakarta ditempuh dalam waktu kurang lebih satu jam. Tidak terasa pesawat sudah akan segera mendarat di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Terlihat juga di runway seberang sana pesawat Lion Air Boeing 737-900ER juga akan mendarat. Hayoo duluan siapa? Tidak lama kemudian pesawat mendarat dengan mulus di Jakarta. Selamat datang di Jakarta...

sriwijaya air

sriwijaya air

sriwijaya air

sriwijaya air

sriwijaya air

Pada penerbangan ini mengalami delay hampir satu jam. Jadwal pukul 07.00 berangkat tapi baru benar-benar berangkat hampir pukul 08.00. Nah pada penerbangan lanjutan saya dari Jakarta ke Lampung ternyata mengalami delay yang lebih panjang. Cerita tentang delay yang lebih lama dan aksi amuk masa para penumpang akan saya ceritakan di postingan berikutnya ya. :-P


5 komentar:

  1. begitulah potret penerbangan kita...

    BalasHapus
  2. Danau itu sepertinya Waduk Cengklik di Boyolali deh Kang. Walaupun termasuk wilayah Boyolali, tapi jaraknya lumayan dekat dari pertigaan Kartasura dan Bandara Adisumarmo.

    BalasHapus
  3. thanks kang atas infonya.. bagus juga sih danaunya dari atas, nggak tau kalau di bawah :D

    BalasHapus
  4. itu bukan danau tapi waduk cengklik

    BalasHapus