30 Oktober 2012

Kisah Delay Dan Amuk Masa Penumpang Pada Penerbangan Sriwijaya Air Solo-Lampung (2/2)

Sriwijaya Air

Meskipun mengalami penundaan lebih dari 30 menit karena crew belum siap, namun penerbangan saya sebelumnya dari Solo ke Jakarta bisa dibilang cukup smooth. Pesawat Boeing 737-300 yang membawa saya mendarat dengan mulus di Bandara Soekarno-Hatta setelah terbang selama kurang dari satu jam.

Setelah turun dari pesawat saya segera berjalan ke terminal kedatangan. Disana saya tidak keluar terminal, melainkan melapor ke meja transit karena saya memiliki penerbangan lanjutan ke Lampung. Saat check in di Solo tadi saya sudah mendapatkan dua boarding pass yaitu untuk penerbangan Solo-Jakarta dan Solo-Lampung. Karena itu, setelah melapor saya langsung dipersilakan memasuki ruang tunggu melalui pintu khusus untuk penumpang transit. Para penumpang transit tidak dikenakan biaya airport tax lagi. Pada boarding pass hanya ditempel stiker airport tax dengan tulisan "transit" tanpa perlu membayar. Setelah mendapatkan stiker "transit" tersebut saya segera menuju ruang tunggu untuk penerbangan ke Lampung di Gate B6.

Sriwijaya Air

Sehari sebelum keberangkatan, sebenarnya Sriwijaya sudah mengirimkan sms bahwa terjadi penundaan pada penerbangan saya dari Jakarta ke Lampung ini. Jadwal yang semula dijadwalkan pukul 09.40 ditunda sampai pukul 10.30. Bukan sebuah masalah besar sih bagi saya, toh penundaan kurang dari satu jam. Namun di ruang tunggu saya kembali mendapatkan info dari petugas Sriwijaya Air yang mengatakan kalau penerbangan saya ke Lampung akan diberangkatkan pukul 11.30 karena menunggu pesawat dari daerah. Oh mundur lagi ya? Udah biasa sih kayaknya.

Sebagai kompensasi, para penumpang diberikan makanan yang kalau boleh saya bilang hanya seadanya. Nasi putih dengan lauk dua potong ayam kecil-kecil dan sayur sawi dengan wortel yang dibungkus dengan styrofoam. Selain itu para penumpang juga diberi snack box yang berisi dua potong roti dan air mineral. Snack box ini memang sudah umum diberikan saat di ruang tunggu untuk rute dekat seperti Jakarta-Lampung mengingat waktu terbangnya yang sangat singkat.

Sriwijaya Air

Sriwijaya Air

Transit di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta terlebih dengan delay yang cukup lama merupakan sebuah bencana. Terminal bandara yang satu ini sangat tidak nyaman. Terminal sangat padat, sumpek, orang merokok dimana-mana, dan terkesan kumuh. Tidak sedikit penumpang yang tidak mendapatkan tempat duduk. Akhirnya mereka menggelar koran di lantai. Ya persis lah seperti terminal bus atau stasiun kereta. Iseng-iseng mengambil foto keadaan sekitar merupakan upaya saya untuk membunuh waktu menunggu yang cukup lama.

Sriwijaya Air

Pukul 11.30 saya kembali masuk ke ruang tunggu untuk mengecek apakah penerbangan saya sudah siap diberangkatkan atau belum. Ternyata hasilnya nihil, malah saya kembali mendapat pengumuman kalau keberangkatan kembali ditunda hingga pukul 12.15. Para penumpang sudah mulai terlihat gelisah, nggak sedikit pula yang menggerutu. Menurut petugas, kami baru akan diberangkatkan setelah pesawat dari Bangka tiba.

Pukul 12.15 para penumpang kembali menanyakan tentang kejelasan penerbangan ke Lampung. Lagi-lagi petugas Sriwijaya tidak bisa memastikan kapan kami bisa diberangkatkan. Kalau tadi dengan alasan menunggu pesawat dari daerah, sekarang alasan sudah berganti menjadi pesawat rusak dan sedang dilakukan perbaikan. Di momen ini sudah banyak penumpang yang tersulut emosinya. Cukup banyak penumpang bergerombol menyerbu meja staff Sriwijaya dengan berbagai makian. Bahkan ada yang menggebrak-gebrak meja. Petugas keamanan bandara hanya bisa bengong melihat tingkah laku penumpang tanpa bisa melakukan apa-apa. Saya sendiri hanya mengamati sambil mengambil foto saja. :D

Sriwijaya Air

Nah, tidak lama kemudian ada salah seorang teknisi Sriwijaya yang masuk ke ruang tunggu. Dia berusaha menjelaskan bahwa pesawat sedang diperbaiki. Dia meminta waktu sampai pesawat siap terbang. Namun usaha ini menurut saya sudah sangat telat. Bukannya didengarkan, malah si teknisi jadi sasaran caci maki penumpang. Andai saja sejak awal Sriwijaya jujur mengatakan bahwa pesawat sedang rusak dan sedang diperbaiki, meskipun tidak ada kepastian waktu mungkin para penumpang bisa menerima. Sayangnya penumpang sudah dibohongi berkali-kali ya saya memaklumi kalau emosi mudah tersulut.

Saat keadaan semakin heboh, saat itu pula si teknisi sedang menjelaskan, tiba-tiba salah satu staf Sriwijaya mengumumkan panggilan boarding untuk penumpang Sriwijaya Air SJ-096 tujuan Lampung. Apakah saya seneng? Nggaaaak.. Malah sebaliknya, saya takut! Hahaha.. Pesawat yang semula rusak bisa sembuh seketika saat penumpang ngamuk-ngamuk. Ngeri nggak tuh! Hahaha..

Sriwijaya Air

Boarding time! Berharap nanti pesawatnya nggak kenapa-kenapa. Oh ya, pada penerbangan Jakarta-Lampung ini saya naik pesawat Boeing 737-200 dengan registrasi PK-CJF. Berdasarkan logbook saya, ini adalah kedua kalinya saya menaiki pesawat yang sama. Usia pesawat ini jauh lebih tua dari saya karena sudah berumur 32 tahun!! Sebelum bergabung dalam armada Sriwijaya pada tahun 2005, pesawat buatan tahun 1980 ini dioperasikan oleh maskapai Olympic Airways asal Yunani. Kembali menikmati terbang dengan pesawat jenis ini merupakan sebuah pengalaman yang mengesankan. Suaranya yang kencang menggelegar nggak ada yang nandingin. :D

Sriwijaya Air

Sriwijaya Air

Memasuki pesawat saya disambut oleh seorang pramugari yang mengucapkan salam sambil meminta maaf atas keterlambatan ini. Pada penerbangan ini saya duduk di kursi bagian aisle. Interior pesawat tua ini didominasi oleh warna merah. Menurut saya interiornya masih cukup bagus meskipun usia pesawat sudah tidak muda lagi. Sepertinya Sriwijaya merawat pesawat ini dengan cukup baik.

Pesawat akhirnya baru benar-benar berangkat dari Jakarta ke Lampung sekitar pukul 13.10. Kurang lebih terlambat 3,5 jam dari jadwal semula. Meskipun penerbangan cukup singkat, hanya 35 menit, namun cukup banyak penumpang yang tertidur selama perjalanan. Sepertinya mereka cukup lelah setelah tadi adu mulut dengan staf Sriwijaya. Haha.. Beruntung sekali penerbangan kali ini juga cukup mulus. Hanya beberapa menit setelah take off, pilot sudah menumumkan akan menuruni ketinggian jelajah dan akan segera mendarat. Tidak lama kemudian pesawat mendarat dengan mulus di Bandara Radin Inten II Bandar Lampung. Alhamdulillah..

Sriwijaya Air

Sriwijaya Air

Sriwijaya Air

Sriwijaya Air

Senang rasanya bisa kembali menjejakkan kaki di bandara tanah kelahiran saya ini. Sepertinya terlihat sedang ada pembangunan terminal di bandara mungil ini. Ya dengan penerbangan yang mulai banyak, sudah selayaknya Bandara Radin Inten II mendapatkan pengembangan. Seperti biasa saya dijemput oleh ibu dan kakak saya. Sayangnya jemputan baru dalam perjalanan dari Bandar Lampung saat saya mendarat. Sambil menunggu, saya habiskan waktu untuk spotting dari waving gallery yang ada di bandara ini. Mungkin di lain waktu saya sudah tidak bisa spotting dari sini lagi karena adanya perluasan terminal bandara.

Selama penerbangan baik dari Solo-Jakarta maupun Jakarta-Lampung oleh Sriwijanya Air ini keduanya cukup nyaman. Selain pramugarinya yang sangat membantu, pesawatnya juga sangat bersih dan terawat meskipun usianya tidak muda lagi. Sayangnya cara komunikasi petugas darat Sriwijaya memang sangat mengecewakan. Sebenarnya tidak perlu terjadi chaos jika petugas darat bisa menjelaskan dengan baik dan jujur perihal penyebab delay. Dari dulu penyebab ribut-ribut seperti ini adalah masalah komunikasi sih menurut saya. Kalau kedepan masih menggunakan cara yang sama model mengulur-ulur tanpa kepastian seperti ini, kasus chaos seperti ini masih akan sering terulang. Tidak hanya untuk Sriwijaya, tapi juga berlaku untuk maskapai lainnya. Mungkin ini juga lagi apesnya saya aja. Jarang-jarang beli tiket mahal, sekalinya beli kena delay lama. Sepertinya saya lebih cocok beli tiket promonya maskapai merah atau ijo seharga puluhan ribu saja yang hampir selalu on time dibanding harus beli tiket harga jutaan. Heuheu..


0 komentar:

Posting Komentar