26 November 2012

Memandang Jakarta dari Menara Syahbandar

menara syahbandar jakarta

Salah satu objek bersejarah di Kota Tua Jakarta yang tidak boleh dilewatkan untuk dikunjungi adalah Menara Syahbandar yang terletak di tepi Jalan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara. Lokasinya malah sangat berdekatan dengan Museum Bahari yang sudah saya kunjungi sebelumnya. Jika kalian sudah membayar tiket masuk ke Museum Bahari, kalian nggak perlu bayar lagi untuk masuk ke Menari Syahbandar karena pada dasarnya bangunan ini masih menjadi bagian dari Museum Bahari tadi.

Seperti bangunan-bangunan lain yang berada di Kota Tua Jakarta, Menara Syahbandar merupakan menara yang dibangun oleh Belanda pada tahun 1839 yang berfungsi untuk memantau kapal-kapal yang keluar-masuk Kota Batavia lewat jalur laut. Selain itu, menara ini juga berfungsi sebagai kantor pajak yaitu mengumpulkan pajak atas barang-barang yang dibongkar di Pelabuhan Sunda Kelapa.

Menara Syahbandar yang memiliki tinggi kurang lebih 12 meter dengan panjang dan lebar masing-masing 8 meter dan 4 meter ini memiliki sebuah keunikan. Bukan karena bangunan menara yang tinggi dan megah, namun keunikannya adalah karena bangunannya tampak miring jika dilihat dari kejauhan. Hal ini bisa terjadi karena menara berdiri di tepi jalan yang banyak dilewati oleh kendaraan berat seperti truk kontainer yang akan ke Pelabuhan Tanjung Priok. Selain itu, kemiringan juga diakibatkan oleh pembangunan kali Pakin yang terletak dekat dengan menara. Tapi kalian nggak usah khawatir karena pada Menara Syahbandar dilakukan konservasi untuk memperkuat struktur bangunan dengan mempertahankan kemiringan menara. So, bangunan tetap kuat tapi ciri khas kemiringan masih bertahan. Nice!

menara syahbandar jakarta

Kalian mau naik ke atas menara? Bisa! Tinggal menaiki beberapa anak tangga yang tidak terlalu banyak sudah bisa sampai di bagian atas menara. Sebenarnya bangunan ini mempunyai tiga lantai, namun spot terbaik untuk mengamati dan melihat pemandangan pesisir Jakarta tentu saja dari lantai paling atas. Dari ruangan sempit ini bisa terlihat aktifitas kapal-kapal di Pelabuhan Sunda Kelapa. Selain itu, terlihat juga pemandangan Kota Tua Jakarta bagian pesisir ini yang bisa dibilang kurang enak dipandang dengan segala kesemerawutannya. Oh ya, kalau berada di atas menara jangan kaget ya kalau terjadi getaran saat ada truk kontainer lewat. Hal ini sudah biasa kok.

Dengan usia yang sudah mencapai 173 tahun, Menara Syahbandar yang pernah menjadi titik nol Kota Batavia ini tetap berdiri kokoh dan masih akan tetap tegak berdiri menjadi saksi sejarah di Kota Tua Jakarta.



0 komentar:

Posting Komentar