13 November 2012

Mengenal Aneka Jenis Wayang di Museum Wayang

Museum Wayang

Masih di seputar kawasan wisata Kota Tua Jakarta, tidak jauh dari Museum Fatahlillah terdapat sebuah museum yaitu Museum Wayang. Jaraknya cukup dekat kok, malah hanya selemparan batu saja. Sama seperti Museum Fatahillah, untuk masuk ke Museum Wayang cukup membayar Rp 2.000 saja.

Berdasarkan sejarah, awalnya lokasi dimana Gedung Museum Wayang berdiri sekarang ini adalah lokasi gereja tua yang didirikan oleh VOC pada tahun 1640 dengan nama "de oude Hollandsche Kerk" (Gereja Lama Belanda) hingga tahun 1732 yang digunakan sebagai tempat beribadah tentara Belanda dan penduduk sipil yang tinggal di Batavia.

Museum Wayang

Gereja mengalami perbaikan pada tahun 1733 yang kemudian diubah namanya menjadi "de nieuwe Hollandsche Kerk" (Gereja Baru Belanda). Gereja baru ini berdiri hingga tahun 1808 sebelum akhirnya runtuh akibat gempa bumi. Lokasi bekas reruntuhan gereja ini kemudian dibangun Museum Wayang yang diresmikan pada 13 Agustus 1975. Mesikupun telah mengalami pemugaran, beberapa bagian peninggalan gereja lama dan gereja baru masih nampak kok.

Sebagai museum, koleksi Museum wayang tergolong sangat banyak. Jumlah koleksi wayangnya sekitar 4.000 yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Lho kok ada wayang dari luar negeri? Iya, saya juga baru tahu ternyata China dan Kamboja juga punya wayang.

Museum Wayang

Dari Museum Wayang saya jadi tahu ternyata jenis wayang di Indonesia itu sangat banyak dan beragam. Dalam kategori besar, setidaknya ada empat jenis wayang antara lain Wayang Kulit, Wayang Golek, Wayang Klitik, dan Wayang Mainan. Wayang Kulit saja jenisnya sangat beragam dan memiliki koleksi paling banyak. Ada Wayang Kulit Bali, Banjar, Betawi, Mojokerto, Cirebon, Sumatera, Wahyu, Sasak, dan lain-lain. Padahal sebelumnya saya mengira Wayang Kulit itu hanya dari Jawa Tengah saja. Ternyata saya salah. Wayang Golek juga sama, datang dari beberapa tempat. Ada Wayang Golek Bandung, Bogor, Ciawi, Cirebon, Betawi, dan Pakuan. Ya jenis wayang yang ini sepertinya cukup khas daerah Jawa Barat dan sekitarnya saja.

Oh ya, selain itu terdapat pula jenis wayang yang agak nggak biasa. Sebut saja Wayang Rumput dan Wayang Janur. Wayangnya cukup unik tapi kok menurut saya malah serem ya. Melihat wayang jenis ini jadi inget semacam alat buat santet. Hahaha..

Selain mengoleksi berbagai jenis wayang, Museum Wayang juga memiliki koleksi lainnya. Berbagai macam topeng juga menghiasi ruang pameran Museum Wayang. Setidaknya ada lima jenis topeng yang dipajang disini, antara lain Topeng Bali, Jogja, Malang, Cirebon, dan Surakarta.

Museum Wayang

Ada satu hal yang sedikit mengganjal waktu yang masuk ke ruang pameran Museum Wayang. Ruangannya gelap, nggak ada lampu yang menyala. Ya walaupun siang hari tapi di ruangan seperti itu tanpa lampu jadi terkesan gelap dan spooky. Emang lampunya sengaja dimatikan atau listrik sedang padam ya? Karena tanpa penerangan ini pula saya nggak bisa ngambil foto-foto koleksi museum. Auto focus kamera nggak jalan karena kurang cahaya. Hikz..

Yang pasti koleksi Museum Wayang banyak banget. Ribet kalau mesti hafalin atau nyatet satu per satu. Kalau tertarik pengen lihat koleksinya, monggo datang langsung ke kawasan wisata Kota Tua Jakarta. Pesen saya, kalau ke museum datang di hari Selasa-Minggu. Umumnya museum tutup hari Senin dan hari-hari besar, begitu pula dengan Museum Wayang. Selamat berlibur!


0 komentar:

Posting Komentar