27 November 2012

Sejarah Toko Merah dari Masa ke Masa

toko merah kota tua jakarta

Salah satu tempat yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Kota Tua Jakarta adalah Toko Merah. Apalagi lokasinya cukup dekat dengan Jembatan Kota Intan dan tidak terlalu jauh dari Museum Fatahillah, membuat objek wisata sejarah yang satu ini sangat sayang kalau dilewatkan.

Sesuai dengan namanya, Toko Merah didominasi dengan warna merah pada bangunannya. Bangunan yang berada di tepi sungai Ciliwung, tepatnya di Jalan Kalibesar Barat No. 107, Jakarta, ini pertama kali dibangun oleh Gubernur Jenderal VOC Gustaff Willem Baron van Imhoff pada tahun 1730. Gedung ini juga pernah digunakan sebagai tempat tinggal para gubernur jenderal VOC yang lainnya seperti Jacob Mossel, Petrus Albertus van der Parra, dan Reinier de Klerk. Selain menjadi rumah tinggal, tempat ini juga pernah menjadi akademi maritim dan penginapan Heerenlogement.

Pada tahun 1851, gedung ini digunakan oleh Oey Liauw Kong, seorang warga China sebagai toko dalam waktu yang cukup lama. Berawal dari sinilah nama Toko Merah berasal. Penamaan ini bisa terjadi karena gedung didominasi oleh warna merah hati yang dicat langsung pada permukaan batu bata di bagian depan gedung.

Banyak yang menyebut bahwa arsitektur Toko Merah bergaya Tionghoa. Padahal pengaruh China hanya pada warnanya saja yang didominasi oleh warna merah. Selebihnya arsitektur khas Eropa lebih mendominasi.

Menurut info yang saya dapat, saat ini Toko Merah sudah direnovasi untuk menjadi tempat konferensi dan pameran. Sebelumnya gedung ini tidak memiliki fungsi dalam waktu yang cukup lama. Saat saya datangpun pintu gedung dalam kondisi tertutup. Wisatawan yang datang hanya bisa menyaksikan kemegahan gedung berlantai dua ini dari luar saja.

Setelah ratusan tahun Toko Merah tetap berdiri kokoh di tepi Sungai Ciliwung. Semoga saja dengan alih fungsi Toko Merah menjadi gedung konferensi dan pameran bisa lebih menggairahkan kunjungan wisatawan ke Toko Merah dan juga Kota Tua Jakarta.


0 komentar:

Posting Komentar