1 Desember 2012

Ke Jakarta Tak Lengkap Jika Tidak ke Monas

monumen nasional

Siapa sih yang nggak kenal Monumen Nasional atau yang populer disingkat dengan Monas? Monumen yang terletak di pusat Kota Jakarta ini memang cukup terkenal bahkan dianggap sebagai simbol Kota Jakarta.

Akses menuju Monas juga sangat mudah. Kalian bisa naik Commuter Line dari berbagai stasiun di Jabodetabek kemudian turun di Stasiun Gambir. Dari Gambir ya tinggal jalan kaki aja ke Monas. Selain itu bisa juga naik Trans Jakarta dan kemudian turun di halte balai kota atau halte Gambir. Kalau transportasi lainnya seperti Metromini atau Kopaja saya nggak tahu. Hehehe..

Saya nggak akan cerita panjang lebar deh mengenai sejarah Monas, kalian bisa googling. Disana sudah banyak yang menulis tentang seluk belok Monas.

Salah satu hal yang menarik, Monas yang berdampingan dengan Masjid Istiqlal dan Stasiun Gambir ini memang sudah menjadi tempat rekreasi warga DKI Jakarta dan juga pelancong dari kota-kota lain. Khusus untuk warga DKI Jakarta, biasanya mereka pergi ke Monas saat hari Minggu atau hari libur untuk berolahraga di halaman Monas yang begitu luas. Sedangkan untuk pelancong dari luar kota seperti saya umumnya yang diincar adalah masuk ke gedung Monumen Nasional. Cukup bayar tiket senilai 7.500 aja kok buat masuknya.

monumen nasional

monumen nasional

Di dalam gedung Monas terdapat Museum Sejarah Perjuangan Nasional. Kalian bisa belajar sejarah perjuangan bangasa Indonesia di museum ini. Sebelumnya saya sudah pernah melihat-lihat museum, walaupun sudah lama sih. Jadi untuk museum ini saya skip saja. Saya langsung ke lift untuk ke puncak Monas. Tujuannya apalagi kalau bukan untuk melihat pemandangan Kota Jakarta dari atas.

Untuk naik ke puncak Monas pengunjung kembali harus membayar tiket. Saya lupa harga tiketnya, tapi kalau nggak salah cuma 5.000. Nah untuk bisa naik ke puncak Monas kalian mesti datang pagi-pagi. Soalnya kalau sudah agak siang antrian lift untuk naik sangat panjang. Bisa jadi kalian mesti nunggu antrian selama satu jam bahkan bisa lebih. Hal ini terjadi karena lift di Monas itu imut-imut dan hanya muat beberapa orang saja.

monumen nasional

monumen nasional

monumen nasional

Setelah menunggu antrian yang cukup lama akhirnya kebagian juga naik lift ke puncak. Nunggu lift hampir sejam tapi naiknya cuma hitungan menit. Haha.. Sampai di puncak, marik menikmati pemandangan Kota Jakarta dengan gedung-gedung pencakar langitnya. Berbagai gedung milik kementerian RI terlihat cukup jelas karena jaraknya memang yang paling dekat. Hal yang paling menarik disini menurut saya adalah pemandangan keluar-masuknya kereta di Stasiun Gambir. Kalau mau lihat gedung-gedung yang jaraknya jauh bisa sewa teropong yang sudah disedikan. Harga koinnya 5.000 aja. Pemandangan Jakarta dari atas seperti ini terlihat rapi dan bagus. Beda cerita sih kalau melihatnya dari bawah ataupun lewat langsung. Hehe..

Setelah cukup lama berada di puncak, saya pun turun kemudian ngacir ke Stasiun Gambir. Bukan mau naik kereta kok, tapi mau naik Damri ke Bandara Soekarno-Hatta. Yap, usai sudah liburan saya di Jakarta. Saya mesti kembali ke Surabaya.


7 komentar:

  1. Mas mas, mo tanyak, itu yang pertama fotonya siapa hayoooo??? Hihihi...

    Anyway, aku belum pernah ke Monas looo.. Ndeso banget pasti kalo besok aku main kesana. Hahaha

    BalasHapus
  2. ke monas mah dah sering wara wiri tp ke puncaknya blum pernah uy,ga kuat liat antriannya....sayah merasa gagal sbg salah satu pendatang di jekardah ini...hahahah..

    BalasHapus
  3. dateng ke monasnya pagi-pagi dong, sebelum pintu monas buka.. #ehh

    BalasHapus
  4. hampir 12 tahun lebih tinggal dijakarta, dan hampir tiap hari lewat monas kalo mau berangkat ke kantor. Tapi blm perna sekalipun masuk monas sampai ke atas nya xixiixixix

    BalasHapus
  5. sepertinya sama seperti mbak kuririn di komen bawah mas, jadi pendatang yang gagal =))

    BalasHapus
  6. berarti mesti ke monas nich biar ngak gagal hahaha

    BalasHapus